tiket pesawat domestik gratis untuk wisman garuda injourney bidik destinasi di luar bali dan jakarta - News | Good News From Indonesia 2026

Tiket Pesawat Domestik Gratis untuk Wisman, Garuda-InJourney Bidik Destinasi di Luar Bali dan Jakarta

Tiket Pesawat Domestik Gratis untuk Wisman, Garuda-InJourney Bidik Destinasi di Luar Bali dan Jakarta
images info

Garuda-Injourney/Rizky Kusumo


Wisatawan mancanegara (wisman) datang ke Indonesia, tetapi apakah mereka hanya akan berhenti di Bali dan Jakarta? Garuda Indonesia dan InJourney kini mencoba mengubah pola tersebut lewat program penerbangan domestik gratis yang memungkinkan wisman menjelajah lebih banyak destinasi di Tanah Air.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. bersama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menghadirkan program “Discover More Indonesia” dengan menyediakan 170.845 kursi penerbangan domestik gratis bagi wisman yang membeli tiket perjalanan pulang-pergi internasional Garuda Indonesia.

Program ini berlaku untuk periode penerbangan mulai Agustus hingga 30 November 2026. Fasilitas free add-on flight tersebut ditawarkan melalui berbagai kanal pembelian tiket Garuda Indonesia dan ditujukan untuk mendorong wisatawan melanjutkan perjalanan ke destinasi lain setelah tiba di Indonesia.

Bukan Cuma Bali dan Jakarta, Wisman Didorong Jelajah Indonesia

Marketing Group Head Garuda Indonesia Prina Eka Putri mengatakan program tersebut dirancang untuk mengubah pola perjalanan wisman. Kedatangan wisatawan diharapkan tidak hanya berakhir di satu kota, tetapi berkembang menjadi perjalanan ke sejumlah destinasi.

“Program ini ingin mengubah pola perjalanan yang sekadar arrive, tetapi juga discover more Indonesia,” ujar Prina dalam acara kolaborasi Garuda Indonesia dan InJourney untuk peningkatan inbound connectivity di Jakarta, ditulis Rabu, 12 Agustus.

Menurut Prina, program ini bukan sekadar strategi untuk meningkatkan jumlah penumpang pada penerbangan internasional Garuda Indonesia. Mobilitas wisman ke berbagai daerah diharapkan menciptakan efek berantai bagi perekonomian nasional.

“Impact yang kami harapkan memang tidak hanya untuk Garuda, tetapi juga untuk keseluruhan Indonesia,” katanya.

Jumlah kursi gratis yang disiapkan pun bukan angka sembarangan. Sebanyak 170.845 kursi dipilih sekaligus membawa nuansa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia.

“Angka ini 170.845 itu kita memang sekalian memperingati bulan ini adalah bulannya kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 di mana kita merdeka,” ungkap Prina.

Southeast Asia Branch Manager Garuda Indonesia Agny Gallus Pratama menambahkan, program tersebut juga menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan load factor penerbangan internasional pada semester II 2026.

Namun, sasaran akhirnya lebih besar daripada sekadar memenuhi kursi pesawat.

“Bukan hanya Jakarta dan Bali, tetapi beyond daripada itu di seluruh Indonesia. Inilah misi besar dari program ini,” ujar Agny.

Dari Tambah Kunjungan ke Pariwisata Berkualitas

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kementerian Pariwisata Dedi Ahmad Kurnia menilai program tersebut memiliki nilai strategis. Sekitar 70 persen wisman yang datang ke Indonesia menggunakan jalur udara.

Bali masih menjadi pintu masuk terbesar dengan kontribusi sekitar 40 persen, sementara Jakarta berada di kisaran 17 persen. Karena itu, konektivitas domestik dinilai penting agar wisatawan tidak hanya menghabiskan waktu di dua pintu masuk utama tersebut.

“Tidak hanya datang ke Jakarta atau Bali, tetapi bagaimana ini bisa membuat kita discover more Indonesia ke destinasi lain di Indonesia,” ujar Dedi.

Penyebaran wisman juga diharapkan mengubah orientasi pariwisata Indonesia dari sekadar mengejar jumlah kedatangan menjadi quality tourism. Wisatawan yang tinggal lebih lama, mengunjungi lebih banyak tempat, dan membelanjakan lebih banyak uang akan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Selain menambah jumlah, juga akan menambah kualitas dari wisatawan,” katanya.

Senior Vice President Corporate Secretary InJourney Yudhistira Setiawan mengatakan ukuran keberhasilan pariwisata tidak cukup hanya dilihat dari jumlah wisman. Lama tinggal, jumlah destinasi yang dikunjungi, serta pengeluaran wisatawan menjadi indikator yang tak kalah penting.

Data yang disampaikan Yudhistira menunjukkan rata-rata pengeluaran wisman pada kuartal II 2026 mencapai sekitar US$1.285, dengan rata-rata lama tinggal sekitar 10 malam.

“Kita melihatnya adalah yang lebih penting lagi adalah berapa lama sih mereka tinggal di Indonesia? Lalu kemudian berapa banyak destinasi yang dikunjungi? Dan kemudian tentunya berapa besar spending mereka di destinasi-destinasi tersebut,” tutupnya.

Sejumlah destinasi seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Lombok pun menjadi perhatian. Borobudur, Prambanan hingga Mandalika dinilai memiliki daya tarik kuat untuk memperpanjang perjalanan wisman.

Dengan skema ini, satu tiket internasional diharapkan tidak lagi berarti satu destinasi. Garuda dan InJourney ingin membuat wisman datang ke Indonesia, kemudian terus bergerak, tinggal lebih lama, dan menghabiskan lebih banyak waktu serta uang di berbagai daerah.

Ujungnya, bukan hanya pesawat yang terisi, tetapi hotel, UMKM, restoran, pusat perbelanjaan, transportasi, hingga pelaku ekonomi lokal ikut merasakan dampaknya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.