Mahasiswa KKNT-Inovasi IPB University melaksanakan program Pekarangan Solusi Nandur Produktif (PESONA) bersama Ibu-Ibu PKK Desa Kajongan, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Program ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi serta demonstrasi penanaman Pot Komunal Bumbu (POTKOBU) dan Botol Bertumbuh (BOTUMBUH) kepada masyarakat Desa Kajongan, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Program ini bertujuan mengajak masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk memanfaatkan pekarangan rumah agar lebih produktif dan bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari.
Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan rumah tangga dan keterbatasan lahan di beberapa wilayah permukiman, pemanfaatan pekarangan menjadi salah satu solusi sederhana namun efektif yang dapat diterapkan oleh masyarakat.
Melalui PESONA, mahasiswa KKNT-Inovasi IPB University mengajak Ibu-Ibu PKK untuk melihat bahwa lahan kecil di sekitar rumah memiliki potensi besar apabila dikelola dengan baik dan berkelanjutan. Pekarangan tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga dapat menjadi sumber pangan segar yang sehat, hemat biaya, dan mudah diakses setiap hari.
Kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi yang berlangsung secara interaktif. Dalam sesi ini, mahasiswa KKN menjelaskan pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Ibu-Ibu PKK diberikan pemahaman bahwa dengan menanam sendiri kebutuhan dapur seperti bumbu dan sayuran, keluarga dapat mengurangi pengeluaran harian sekaligus memastikan bahan pangan yang dikonsumsi lebih segar, aman, dan minim paparan bahan kimia berlebihan.
Selain itu, pemanfaatan pekarangan juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan rumah yang lebih hijau, asri, dan nyaman untuk ditinggali.
Sesi menanam bersama ibu-ibu PKK Desa Kajongan | Foto: Dokumentasi Pribadi
Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung sebagai bentuk pembelajaran yang lebih aplikatif. Pada tahap ini, diperkenalkan konsep POTKOBU, yaitu sistem penanaman bumbu dapur dalam satu wadah komunal. Tanaman yang dibudidayakan meliputi serai wangi, jahe, daun bawang, dan bawang merah.
Keempat jenis tanaman ini dipilih karena memiliki tingkat pemanfaatan yang tinggi dalam kebutuhan memasak sehari-hari masyarakat. Sistem penanaman dalam satu pot yang berisi beberapa jenis tanaman ini juga memberikan kemudahan dalam perawatan karena seluruh tanaman tumbuh dalam satu wadah sehingga lebih efisien dan praktis untuk dikelola.
Hasil Pot Komunal Bumbu (POTKOBU) | Foto: Dokumentasi Pribadi
Selain POTKOBU, diperkenalkan pula inovasi BOTUMBUH, yaitu media tanam berbasis botol plastik bekas yang disusun secara vertikal (verticalgarden). Sistem ini digunakan untuk menanam pakcoy sebagai salah satu sayuran yang mudah dibudidayakan dan memiliki nilai gizi tinggi.
BOTUMBUH tidak hanya membantu memaksimalkan pemanfaatan lahan sempit, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa pengolahan limbah plastik menjadi media tanam yang bermanfaat. Dengan demikian, kegiatan ini sekaligus mengajarkan konsep pertanian ramah lingkungan serta pengurangan sampah rumah tangga melalui prinsip daur ulang sederhana.

Hasil Botol Bertumbuh (BOTUMBUH) | Foto: Dokumentasi Pribadi
Ibu-Ibu PKK Desa Kajongan mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Mereka aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mencoba langsung setiap tahapan yang diperkenalkan oleh mahasiswa KKN. Mulai dari proses menyiapkan media tanam, menanam bibit, hingga memahami cara perawatan tanaman agar dapat tumbuh dengan optimal.
Suasana kegiatan berlangsung hangat, partisipatif, dan penuh semangat, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan alternatif.
Melalui program PESONA, diharapkan Ibu-Ibu PKK dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari secara berkelanjutan. Pemanfaatan pekarangan melalui POTKOBU dan BOTUMBUH diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian pangan keluarga, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya optimalisasi lahan di sekitar rumah.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya kebiasaan baru dalam mengelola pekarangan secara lebih produktif, kreatif, dan ramah lingkungan.
Lebih jauh, program ini tidak hanya berfokus pada aspek pertanian rumah tangga, tetapi juga pada penguatan peran Ibu-Ibu PKK sebagai penggerak keluarga dalam menciptakan lingkungan yang sehat, hijau, dan produktif. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat Desa Kajongan dapat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
PESONA menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi KKNT-Inovasi IPB University dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan yang sederhana, aplikatif, dan mudah diterapkan. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan tercipta perubahan kecil yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi kehidupan rumah tangga di Desa Kajongan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


