cegah kekerasan seksual sejak dini himaspin gelar sosialisasi area privasi di sdn jetis 01 - News | Good News From Indonesia 2026

Cegah Kekerasan Seksual Sejak Dini, HIMASPIN Gelar Sosialisasi Area Privasi di SDN Jetis 01

Cegah Kekerasan Seksual Sejak Dini, HIMASPIN Gelar Sosialisasi Area Privasi di SDN Jetis 01
images info

Dokumentasi oleh tim medinfo himaspin


Halo, Kawan GNFI!

Dalam upaya membekali anak-anak mengenai perlindungan diri dan mencegah terjadinya tindakan kekerasan seksual, Himpunan Mahasiswa Sukoharjo Pintar (HIMASPIN) menggelar edukasi bertajuk "HIMASPIN Goes to School". Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, (8/8/2026), berlokasi di Aula SD Negeri Jetis 01, mulai pukul 08.00—09.25 WIB.

Pihak sekolah SDN Jetis 01 memberikan sambutan hangat serta apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran HIMASPIN atas inisiatif program edukasi yang berharga ini. Rangkaian acara tersebut ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan dari HIMASPIN kepada pihak sekolah dan sesi foto bersama.

Diharapkan edutainment serupa dapat terus berlanjut ke sekolah lain demi mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual.

baca juga

Sosialisasi ini menyasar siswa-siswi kelas 5 SDN Jetis 01 sebagai peserta utama. Inisiatif ini digawangi oleh Divisi Pengembangan Akademik HIMASPIN yang didukung oleh perwakilan dari divisi lainnya.

Di bawah kepemimpinan Reyvaluna selaku Ketua Pelaksana, aktivitas ini dirancang secara interaktif untuk menyampaikan materi-materi edukasi dasar mengenai perlindungan diri anak.

Dalam pemaparannya, tim penyaji materi menyampaikan informasi komprehensif menggunakan bahasa yang sederhana, ramah anak, dan mudah dipahami. Fokus utama dari materi edukasi ini mencakup tiga poin krusial.

Pertama, pengenalan bagian-bagian tubuh yang tergolong sebagai area privasi yang bersifat sangat pribadi dan tidak boleh dilihat maupun disentuh orang lain sembarangan.

Kedua, penjelasan mengenai batasan wajar sentuhan fisik, seperti membedakan antara sentuhan aman dan sentuhan tidak aman, serta mengedukasi siapa saja pihak yang memiliki kewenangan terbatas untuk menyentuh area tersebut (seperti orang tua atau dokter saat pemeriksaan medis dengan pendampingan).

Ketiga, pembekalan mengenai panduan bertindak apabila siswa menghadapi situasi yang melanggar batas privasi atau mengarah pada pelecehan seksual.

baca juga

Ketua Pelaksana, Reyvaluna, menjelaskan bahwa sosialisasi ini berfokus pada pemberian pemahaman mendasar mengenai area tubuh yang bersifat pribadi.

"Kami memberikan pemahaman mengenai konsep sentuhan yang boleh dan tidak boleh. Selain itu, peserta juga dilatih untuk berani bertindak tegas—seperti berani menolak (say no), berlari menjauh, serta melapor (speak up) kepada orang dewasa yang dipercayai jika mendapati perlakuan yang melanggar batas privasi atau mengarah pada pelecehan seksual," sebutnya.

Mengingat materi yang dibawakan tergolong kompleks dan sensitif untuk rentang usia anak sekolah dasar, panitia HIMASPIN mengemas acara secara sangat menarik dengan menyelingi sesi permainan interaktif (fun games) dan kuis.

Kehadiran permainan edukatif ini bertujuan agar para siswa tidak merasa jenuh, bosan, ataupun canggung saat menyimak materi. Antusiasme para murid terpancar sangat jelas sepanjang acara berlangsung; mereka terlihat sangat aktif mengajukan pertanyaan dan mengikuti seluruh instruksi permainan dengan penuh semangat.

Penyelenggaraan acara ini berlandaskan pada komitmen HIMASPIN untuk mendukung perlindungan anak, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP).

baca juga

Anak usia sekolah dasar berada pada fase aktif berinteraksi dengan lingkungan luar, tetapi sering kali belum memiliki pemahaman utuh mengenai batasan tubuh mereka.

Oleh karena itu, langkah preventif ini dinilai sangat mendesak demi melindungi anak dari risiko kekerasan maupun kejahatan seksual.

Melalui sosialisasi ini, HIMASPIN berharap para siswa kelas 5 SDN Jetis 01 dapat lebih waspada, paham cara menghargai privasi diri sendiri maupun orang lain, serta berani bersuara untuk melindungi diri mereka sejak dini.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.