dari beban pakan ke alternatif lokal mahasiswa kkn t ipb kenalkan azolla untuk budidaya nila di sukanagara - News | Good News From Indonesia 2026

Azolla sebagai Alternatif Pakan Ikan Nila, Inovasi KKN-T IPB University di BUMDes Sukanagara

Azolla sebagai Alternatif Pakan Ikan Nila, Inovasi KKN-T IPB University di BUMDes Sukanagara
images info

Azolla sebagai Alternatif Pakan Ikan Nila, Inovasi KKN-T IPB University di BUMDes Sukanagara | Foto: KKN-T IPB University


Bagi pengelola budidaya ikan nila BUMDes Sukanagara, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, harga pakan menjadi salah satu tantangan dalam menjalankan kegiatan budidaya.

Tingginya harga pakan komersial membuat pemberiannya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang tersedia. Akibatnya, setelah kurang lebih delapan bulan dipelihara, ikan nila di kolam BUMDes masih belum mencapai ukuran panen.

Berangkat dari persoalan tersebut, tim KKN-T IPB University memperkenalkan Azolla microphylla sebagai alternatif pakan yang dapat dibudidayakan secara mandiri oleh BUMDes Sukanagara.

Kegiatan budidaya saat ini memanfaatkan dua kolam besar dan dua kolam kecil, dengan pengelolaan yang turut melibatkan Kepala Desa Sukanagara, Bapak Jaskari. Sebelum program berjalan, pengelola telah berupaya mengatasi keterbatasan pakan dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar, salah satunya daun singkong.

Namun, tim KKN-T IPB University melihat adanya kebutuhan akan alternatif pakan yang tidak hanya dapat diberikan kepada ikan, tetapi juga dapat dikembangkan sendiri oleh pengelola. Dari persoalan tersebut, tim mencari informasi mengenai berbagai alternatif pakan yang berpotensi diterapkan pada budidaya ikan nila.

Salah satu alternatif yang dipilih adalah Azolla microphylla, tanaman paku air yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan tambahan dan dapat dibudidayakan dengan sarana yang relatif sederhana. Pemilihannya mempertimbangkan potensi Azolla sebagai bahan pakan sekaligus peluang bagi BUMDes untuk memproduksinya di lingkungan desa. Dengan begitu, pengelola memiliki alternatif sumber pakan yang diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial.

baca juga

Sebelum diterapkan, tim KKN-T IPB University memberikan edukasi kepada pengelola BUMDes mengenai Azolla, mulai dari kelebihan dan kandungan nutrisinya hingga cara budidaya, pemeliharaan, serta pemanfaatannya sebagai pakan ikan nila.

Pada Selasa, 4 Agustus 2026, tim menyerahkan bibit Azolla yang diperoleh dari luar Desa Sukanagara kepada pengelola BUMDes. Bibit tersebut kemudian mulai dibudidayakan secara mandiri.

Setelah Azolla tersedia, tanaman tersebut diberikan kepada ikan nila dalam kondisi segar setelah dipanen. Tim KKN-T IPB University menyarankan pemberiannya secara berselang dengan pakan lainnya, misalnya pakan pada pagi hari dan Azolla pada sore hari.

Azolla tidak ditujukan untuk menggantikan pelet sepenuhnya, melainkan menjadi salah satu pakan tambahan untuk membantu mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial.

Tim KKN-T IPB University kemudian melakukan pengamatan terhadap respons ikan nila dengan membandingkan pemberian Azolla dan daun singkong yang sebelumnya digunakan sebagai pakan alternatif. Dalam pengamatan awal, ikan nila terlihat lebih lahap mengonsumsi Azolla dibandingkan daun singkong.

Respons tersebut menjadi temuan awal yang positif dalam penerapan Azolla di BUMDes Sukanagara. Meski demikian, tim belum menyimpulkan bahwa Azolla telah meningkatkan pertumbuhan ikan karena pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil budidaya masih membutuhkan pemantauan lebih lanjut.

Program ini juga tidak berhenti pada pemberian bibit. Untuk mendukung keberlanjutan, tim KKN-T IPB University menyusun buku panduan budidaya ikan nila yang akan diserahkan kepada pengelola BUMDes. Panduan tersebut memuat tahapan budidaya ikan nila, mulai dari persiapan, pemilihan dan penebaran benih, perawatan harian, hingga panen dan pascapanen.

Azolla juga menjadi bagian dari buku panduan tersebut, lengkap dengan informasi mengenai pengenalan, cara budidaya, dan cara pemanfaatannya sebagai pakan alternatif. Dengan adanya panduan tersebut, pengelola memiliki bekal pengetahuan yang dapat terus digunakan setelah kegiatan KKN-T berakhir.

Ke depan, BUMDes Sukanagara berencana melanjutkan budidaya Azolla dan menggunakannya secara rutin sebagai salah satu alternatif pakan. Budidaya ikan nila juga akan tetap dilanjutkan, dengan rencana pengembangan melalui penambahan komoditas ikan gurame.

Dari persoalan mahalnya pakan, tim KKN-T IPB University bersama BUMDes Sukanagara mencoba melihat potensi yang dapat dimanfaatkan di lingkungan desa. Azolla yang awalnya didatangkan dari luar desa kini mulai dibudidayakan di Sukanagara.

baca juga

Bagi tim KKN-T IPB University, langkah sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan sumber daya lokal dan keberlanjutan kegiatan budidaya. Sebab, solusi untuk persoalan di tingkat desa tidak selalu harus rumit. Kadang, jawabannya dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana, seperti tanaman kecil yang tumbuh di permukaan air.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FF
AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.