mahasiswa um bbm hadirkan pelatihan bimbingan karier untuk membantu siswa ma darul ihya menentukan langkah setelah lulus - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa UM BBM Hadirkan Pelatihan Bimbingan Karier untuk Membantu Siswa MA Darul Ihya Menentukan Langkah Setelah Lulus

Mahasiswa UM BBM Hadirkan Pelatihan Bimbingan Karier untuk Membantu Siswa MA Darul Ihya Menentukan Langkah Setelah Lulus
images info

"Kenali Dirimu, Tentukan Langkahmu"


"Bekerja dulu, biar bisa bantu orang tua."

Jawaban sesederhana itu justru paling sering muncul ketika siswa kelas XII MA Darul Ihya diminta menuliskan rencana mereka setelah lulus sekolah. Di balik keinginan untuk meraih cita-cita, tidak sedikit dari mereka yang harus berhadapan dengan kondisi ekonomi keluarga yang membuat jalan menuju bangku kuliah terasa jauh lebih berat untuk ditempuh.

Kenyataan inilah yang ditemukan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) saat menjalankan program UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) di MA Darul Ihya, Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Dari hasil observasi dan koordinasi dengan pihak sekolah, terungkap bahwa layanan bimbingan karier di sekolah tersebut masih terbatas, sementara banyak siswa kelas XII belum benar-benar memahami potensi diri, minat, maupun arah yang akan mereka ambil setelah lulus.

Berpijak dari kondisi tersebut, mahasiswa UM menggagas Program Bimbingan Karier "Kenali Dirimu, Tentukan Langkahmu," sebuah program pengabdian masyarakat yang dirancang untuk mendampingi siswa merancang masa depan yang lebih terarah.

Ketua pelaksana kegiatan, Davida Anggitta Ramadhani, mengatakan bahwa pelatihan ini tidak sekedar bertujuan memberi informasi soal pilihan setelah lulus, melainkan juga mengajak siswa mengenali potensi diri terlebih dahulu sebelum menentukan arah pendidikan karier.

baca juga

"Kami ingin siswa menyadari bahwa setiap orang punya jalan menuju masa depan yang berbeda-beda. Ada yang memilih kuliah, bekerja, atau bahkan menjalani keduanya sekaligus. Yang terpenting bukan siapa yang paling cepat sampai, tapi siapa yang bisa mengambil keputusan berdasarkan potensi dirinya dan punya rencana yang jelas untuk mewujudkannya. Harapannya, setelah kegiatan ini mereka lebih percaya diri menentukan langkah sesuai kondisi dan cita-citanya," ujar Anggitta

Rangkaian pelatihan dikemas secara interaktif, mulai dari penyampaian materi bimbingan karier, diskusi, sesi tanya jawab, ice breaking, penyusunan Roadmap Karier, presentasi hasil kerja siswa, hingga kegiatan penutup bertajuk Pohon Harapan. Semua rangkaian ini dirancang agar siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga mendapat ruang untuk merefleksikan diri dan menyusun rencana masa depan secara lebih konkret.

Sebanyak 29 siswa kelas XII mengikuti kegiatan yang berlangsung di Aula MA Darul Ihya. Sepanjang pelatihan, suasana kelas tterasa hidup oleh antusiasme peserta. Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan, mulai dari pilihan jurusan kuliah, peluang beasiswa, gambaran dunia kerja, hingga prospek karier sesuai minat masing-masing. Semua itu menunjukkan bahwa para siswa sebenernya punya keinginan kuat untuk merencanakan masa depan, hanya saja mereka lebih membutuhkan pendampingan dan akses informasi yang tepat.

Salah satu sesi yang paling berkesan adalah penyusunan Roadmap Karier. Melalui lembar kerja ini, siswa diajak mengenali potensi diri, menentukan tujuan, menuliskan langkah jangka pendek maupun jangka panjang, serta mengidentifikasi sosok-sosok yang menjadi sumber motivasi dalam perjalanan mereka. Bagi sebagian siswa, ini menjadi pengalaman pertama menuliskan rencana masa depan secara tertulis.

Hasil pengisian Roadmap Karier pun memperlihatkan gambaran nyata yang dihadapi para siswa. Dari 29 peserta, 15 siswa (51,7%) menyatakan akan langsung bekerja setelah lulus, sementara 9 siswa (31%) berencana bekerja lebih dulu sebelum melanjutkan kuliah. Hanya satu siswa yang mengaku akan langsung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Di balik angka-angka tersebut, tersimpan alasan yang menyentuh. Mayoritas mahasiswa mengaku keputusan untuk bekerja lebih dulu didorong oleh keinginan membantu perekonomian keluarga dan enggan membebani orang tua. Meski begitu, banyak di antara mereka tetap menyimpan mimpi untuk kuliah pada waktu yang lebih memungkinkan. Sosok orang tua pun paling banyak disebut sebagai sumber motivasi utama dalam menentukan arah masa depan mereka.

Lewat Roadmap Karier ini, siswa mulai menyadari bahwa setiap impian membutuhkan proses. Sebagian besar dari mereka menuliskan target jangka pendek seperti mengikuti pelatihan keterampilan, mencari pengalaman kerja, atau mengumpulkan biaya pendidikan. Sementara untuk jangka panjang, cita-cita mereka beragam: membangun usaha sendiri, bekerja di perusahaan besar, menjadi tenaga pendidik, hingga tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

baca juga

Selain menyusun roadmap, siswa juga mengikuti sesi refleksi bertajuk Pohon Harapan, tempat setiap peserta menuliskan cita-cita dan harapannya masing-masing. Kegiatan sederhana ini menjadi simbol bahwa setiap mimpi layak diperjuangkan, sekalipun jalan yang ditempuh setiap orang tidak selalu sama.

Program ini menegaskan bahwa bimbingan karier bukan sekedar soal memberi informasi tentang pilihan kuliah atau pekerjaan. Lebih dari itu, bimbingan karier membantu siswa mengenali dirinya sendiri, memahami kondisi yang mereka hadapi, serta menyusun langkah-langkah yang realistis untuk mencapai tujuan hidup.

Bagi mahasiswa UM, kegiatan ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khsuusnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Sementara bagi MA Darul Ihya, pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan layanan bimbingan karier yang lebih berkelanjutan, agar siswa mendapat pendampingan yang memadai dalam menghadapi masa transisi setelah lulus sekolah.

Pada akhirnya, setiap lembar Roadmap Karier yang ditulis siswa menyimpan cerita yang berbeda-beda. Ada yang bermimpi menjadi guru, tenaga kesehatan, pengusaha, hingga bekerja diperusahaan besar. Namun bagi sebagian dari mereka, langkah pertama yang harus diambil justru adalah membantu orang tua memenuhi kebutuhan keluarga. Di sinilah letak pentingnya bimbingan karier: bukan untuk menentukan jalan hidup seseorang, melainkan membantu mereka memahami bahwa setiap impian tetap bisa diwujudkan lewat perencanaan yang matang, usaha yang konsisten, dan keyakinan untuk terus melangkah, apa pun titik awal yang dimiliki.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.