belajar sambil berkarya mahasiswa kkn t ipb kenalkan eco print kepada 104 siswa sd di desa rancajaya - News | Good News From Indonesia 2026

Belajar Sambil Berkarya, Mahasiswa KKN-T IPB Kenalkan Eco-print kepada 104 Siswa SD di Desa Rancajaya

Belajar Sambil Berkarya, Mahasiswa KKN-T IPB Kenalkan Eco-print kepada 104 Siswa SD di Desa Rancajaya
images info

Kegiatan Eco-Print bersama Kelas 5 dan 6 SD Tridaya | KKN'T IPB Rancajaya


Belajar tidak selalu harus dilakukan melalui buku dan ruang kelas. Dengan memanfaatkan kekayaan alam di sekitar sekolah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University mengajak siswa sekolah dasar di Desa Rancajaya untuk mengenal tumbuhan melalui kegiatan eco-print, sebuah seni mencetak motif alami pada kain menggunakan daun.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 14–16 Juli 2026 di tiga sekolah dasar yang berada di setiap dusun Desa Rancajaya, yakni SDN Sukamulya di Dusun Buwer, SDN Rancabudaya di Dusun Mulyasari, dan SDN Tridaya di Dusun Sengon.

Sebanyak 104 siswa mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 26 siswa SDN Sukamulya, 37 siswa SDN Rancabudaya, serta 41 siswa SDN Tridaya dari kelas V dan VI.

Program eco-print menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN-T IPB dalam menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif sekaligus menyenangkan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diajak mengenali bentuk dan warna berbagai jenis daun di lingkungan sekitar, tetapi juga memahami bahwa tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai media berkarya yang ramah lingkungan.

baca juga

Sebelum praktik dimulai, mahasiswa KKN-T memberikan penjelasan singkat mengenai apa itu eco-print, manfaatnya, serta berbagai jenis daun yang dapat menghasilkan motif alami.

Setelah itu, siswa diajak memilih daun yang telah disediakan, kemudian menyusunnya di atas kain sesuai dengan kreativitas masing-masing.

Proses pembuatan dilakukan menggunakan teknik pounding, yaitu memukul permukaan daun yang telah disusun di atas kain hingga pigmen alaminya berpindah dan membentuk motif. Mahasiswa KKN-T mendampingi siswa selama proses berlangsung, sementara guru turut mengawasi jalannya kegiatan.

Antusiasme siswa terlihat ketika satu per satu motif mulai muncul pada kain yang mereka buat. Di akhir kegiatan, setiap siswa membawa pulang hasil eco-print sebagai bentuk apresiasi atas karya mereka sekaligus kenang-kenangan dari pengalaman belajar tersebut.

Penanggung jawab program kerja eco-print, Destri, mengatakan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik mampu membuat siswa lebih mudah memahami materi sekaligus menikmati proses belajar.

"Menurut aku ini menarik banget untuk anak SD karena mereka bisa bermain sambil belajar," ujar Destri.

Hal serupa juga dirasakan oleh para peserta. Hafiz, salah seorang siswa kelas VI SDN Rancabudaya, mengaku senang karena baru pertama kali membuat karya seni menggunakan daun.

"Seru banget! Bisa ada motif tumbuh-tumbuhan di kain jadi motif unik," ungkap Hafiz.

Tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, kegiatan ini juga memperoleh respons positif dari pihak sekolah. Beberapa guru menilai bahwa eco-print dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menggabungkan unsur seni, kreativitas, dan pendidikan lingkungan dalam satu kegiatan.

Melalui praktik sederhana ini, siswa belajar mengamati bentuk, ukuran, serta warna tumbuhan secara langsung, kemudian melihat bagaimana karakter setiap daun menghasilkan motif yang berbeda ketika dicetak pada kain.

baca juga

Selain meningkatkan pengetahuan mengenai keanekaragaman tumbuhan, kegiatan ini juga melatih kreativitas, ketelitian, serta kemampuan siswa dalam menuangkan ide menjadi sebuah karya seni.

Pemanfaatan bahan-bahan alami sebagai media utama turut mengenalkan konsep ramah lingkungan sejak usia dini, sehingga siswa memahami bahwa alam dapat dimanfaatkan secara bijak untuk menghasilkan karya yang bernilai.

Melihat antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung, pihak sekolah berharap aktivitas serupa dapat kembali dilaksanakan pada kesempatan berikutnya.

Bahkan, beberapa guru menjadikan eco-print sebagai inspirasi untuk mengembangkan kegiatan kreatif di sekolah yang memadukan pembelajaran dengan praktik secara langsung.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T IPB University berharap pengalaman sederhana yang diperoleh siswa tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi mampu menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap lingkungan sekitar, meningkatkan kreativitas, sekaligus memperkenalkan bahwa belajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan.

Dengan memanfaatkan tumbuhan sebagai media berkarya, siswa tidak hanya menghasilkan motif indah pada selembar kain. Namun, juga memperoleh pemahaman baru mengenai kekayaan alam yang ada di sekitar mereka dan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

IA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.