Makhluk halus atau mitologi khas Nusantara dan paras yang menyeramkan menjadi dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Banyak cerita rakyat yang menggambarkan keberadaan makhluk halus ini dengan bentuk yang menakutkan jika bisa dilihat secara langsung.
Banyak faktor yang membuat kesan akan makhluk mitologi ini makin menyeramkan. Tidak hanya dari cerita rakyat yang berkembang saja, adaptasi kisah legenda ini dalam bentuk media lainnya juga makin memperkuat kesan menakutkan tersebut.
Sebut saja adaptasi kisah-kisah mistis Nusantara yang diadaptasi ke dalam film horror. Keberadaan sosok makhluk halus dengan rupa menyeramkan justru menjadi salah satu daya tarik utama dari film yang mengangkat genre tersebut.
Meskipun media untuk merawat cerita-cerita makhluk mitologi ini sudah berkembang pesat, masih banyak kisah-kisah lainnya yang belum terangkat dan terkenal secara luas. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, tentu kearifan lokal yang sudah menjadi bagian budaya di tengah masyarakat tersebut bisa hilang begitu saja.
Banyak faktor yang membuat hilangnya narasi terkait makhluk mitologi ini bisa terjadi. Visualisasi yang sering ditampilkan dalam bentuk menyeramkan bisa menjadi salah satu alasannya.
Hal ini tentu membuat rasa takut lebih mendominasi daripada keingintahuan untuk mengenal cerita dari makhluk mitologi tersebut. Buktinya saja, masih ada cerita-cerita rakyat terkait keberadaan makhluk mitologi yang digunakan untuk menakut-nakuti, khusus bagi kalangan anak-anak agar tidak melakukan suatu perbuatan tertentu.
Melihat Makhluk Mitologi Nusantara dengan Cara Menggemaskan
Kesadaran akan hal ini menjadi landasan dari budayeah! untuk menghadirkan kembali cerita rakyat terkait keberadaan makhluk mitologi ini dalam bentuk yang berbeda lewat peluncuran permainan kartu Kwartet Lelembut Nusantara. Alih-alih menampilkan sosok yang menyeramkan, makhluk mitologi dari berbagai daerah di Indonesia ini justru ditampilkan dalam bentuk visual yang menggemaskan.
Dalam permainan kartu tersebut, budayeah! memperkenalkan 32 lelembut atau makhluk mitologi khas dari berbagai penjuru Indonesia. Dari genderuwo dan wewe gombel, hingga makhluk mitologi lainnya yang masih jarang terdengar, seperti nanekn'no' dari Nusa Tenggara Timur dan Tonya dari Bali hadir dalam Kwartet Lelembut Nusantara tersebut.
Kenalkan Cerita Rakyat Nusantara dengan Lebih Luas
Lewat ilustrasi yang dikerjakan langsung oleh Cecilia Hidayat, puluhan makhluk mitologi khas Indonesia ini hadir dalam tampilan visual yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Tidak hanya orang dewasa, tampilan visual makhluk mitologi yang jauh dari kesan menakutkan ini tentu juga bisa dipahami oleh anak-anak.
Tidak hanya fokus pada permainannya saja, Kwartet Lelembut Nusantara juga mengajak para pemain untuk lebih mengenal cerita rakyat di balik sosok mitologi yang muncul pada tiap kartunya. Buklet yang berisi informasi lengkap terkait semua makhluk mitologi yang muncul dalam 32 kartu yang tersedia juga makin memudahkan para pemain untuk mengetahui kisah di balik keberadaannya.
Meskipun tampil dalam balutan visual yang berbeda dari biasanya, Kwartet Lelembut Nusantara tetap tidak menghilangkan identitas budaya dari makhluk mitologi yang dimunculkan dalam permainan kartu tersebut. Cara ini justru diharapkan bisa menjadi solusi agar cerita rakyat dari berbagai daerah bisa tersebar dan dikenal oleh lebih banyak orang.
"Cerita rakyat akan tetap hidup selama kisah-kisahnya terus diceritakan," jelas Lia Lenggogeni selaku pendiri budayeah! seperti yang dikutip dari siaran pers-nya.
"Kami berharap permainan ini dapat menjadi awal bagi lebih banyak orang untuk mengenal keberagaman cerita rakyat dan Indonesia," tambahnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


