cegah perundungan mahasiswa kkn upnvjt gelar edukasi ke tiga sekolah dasar di desa mayangkawis - News | Good News From Indonesia 2026

Cegah Perundungan, Mahasiswa KKN UPNVJT Gelar Edukasi ke 3 SD di Desa Mayangkawis

Cegah Perundungan, Mahasiswa KKN UPNVJT Gelar Edukasi ke 3 SD di Desa Mayangkawis
images info

Edukasi Anti-Bullying oleh KKN UPNVJT di SDN Mayangkawis 2 | Sumber: Dokumentasi Pribadi


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 33 Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPNVJT) menggelar sosialisasi anti-bullying atau pencegahan perundungan kepada siswa di tiga sekolah dasar di Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, pada 20—22 Juli 2026.

Kegiatan yang menyasar dua sekolah dasar negeri dan satu madrasah ibtidaiyah tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, dampaknya terhadap korban, serta cara mencegah dan melaporkan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Program sosialisasi tersebut dipilih karena isu perundungan masih menjadi perhatian tersendiri di dunia pendidikan, termasuk di Kabupaten Bojonegoro.

Kasus bullying tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis anak, tetapi juga dapat memengaruhi semangat belajar hingga menyebabkan siswa enggan melanjutkan pendidikan.

Melansir dari Surabaya Times, data yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, menunjukkan masih terdapat 4.143 anak di Kabupaten Bojonegoro yang belum kembali bersekolah.

Dari jumlah tersebut, 425 anak kehilangan motivasi belajar, termasuk puluhan di antaranya mengalami trauma akibat bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah. Kondisi itu menjadi salah satu alasan pentingnya upaya pencegahan perundungan dilakukan sejak usia sekolah dasar.

baca juga

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan materi mengenai pengertian bullying, jenis-jenis perundungan, dampak yang dapat ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta langkah yang dapat dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying.

Materi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, games hingga sesi tanya jawab agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara bertahap di SD Negeri Mayangkawis 1, SD Negeri Mayangkawis 2, dan MI Al-Hilal Bungkal. Selama 3 hari, program tersebut berhasil menjangkau hampir 200 siswa dari ketiga sekolah ini.

Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi pemaparan materi, diskusi interaktif, games, hingga sesi tanya jawab mengenai berbagai bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menyikapi tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berbagi pengalaman, serta terlibat dalam berbagai aktivitas edukatif yang disiapkan oleh mahasiswa KKN sehingga suasana sosialisasi berlangsung interaktif dan komunikatif.

Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya bullying, mahasiswa KKN juga mengajak siswa untuk mengenali peran mereka dalam menciptakan lingkungan sekolah yang positif. Siswa diingatkan agar tidak menjadi pelaku maupun penonton ketika melihat tindakan perundungan terjadi.

Melalui berbagai contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, peserta diajak membiasakan sikap saling menghormati, berani menyampaikan pendapat, serta tidak ragu melapor kepada guru apabila menemukan tindakan bullying di lingkungan sekolah.

Kepala SD Negeri Mayangkawis 2, Sri Wahyuni, mengapresiasi inisiatif Mahasiswa KKN Kelompok 33 UPNVJT yang menghadirkan edukasi anti-bullying bagi siswa. Menurutnya, aktivitas tersebut menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk memahami dampak perundungan sejak usia dini. Terlebih, mengingat kondisi siswa di SD Negeri Mayangkawis 2 yang masih rentan serta belum mendapatkan edukasi tersendiri mengenai bullying.

baca juga

"Harapan saya dari kegiatan ini anak-anak itu benar-benar memahami bullying dan juga dampaknya bagi anak-anak itu sendiri. Dampak dari bullying itu sendiri kadang anak-anak tidak sadar, tidak merasakan. Jadi, biar anak-anak mengerti bahwa dampak dari bullying itu bisa seperti ini," ujar Sri Wahyuni saat ditemui di SD Negeri Mayangkawis 2.

Lebih lanjut, ia berharap nilai-nilai yang diperoleh siswa selama sosialisasi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, lingkungan sekolah tidak hanya bebas dari praktik bullying, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa saling menghargai, kepedulian, dan empati antarsiswa.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KG
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.