Universitas Negeri Malang melalui program UM BBM (Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat) merupakan bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terjun langsung mengidentifikasi potensi, permasalahan, serta kebutuhan masyarakat.
Program ini tidak hanya menjadi wadah penerapan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mendorong mahasiswa berkolaborasi dengan masyarakat dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan.
Melalui UM BBM, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi akademik, sosial, dan kepemimpinan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun kehidupan sosial di lingkungan tempat pengabdian.
Kegiatan mengajar di TPQ memiliki urgensi yang tinggi mengingat TPQ merupakan lembaga pendidikan nonformal yang menjadi fondasi pembentukan kemampuan membaca Al-Qur'an dan karakter religius anak sejak usia dini.

Obsevasi TPQ Al-Khidmah Sumber: Tim Dokumentasi Kelompok 1 UM BBM
Namun, tidak sedikit TPQ di daerah yang masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, di mana sebagian besar tenaga pengajar telah berusia lanjut sehingga inovasi dalam proses pembelajaran belum berkembang secara optimal.
Metode pembelajaran yang digunakan pun umumnya masih berpusat pada pelafalan dan penyimakan secara lisan, sehingga kegiatan belajar cenderung monoton dan kurang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar anak yang lebih menyukai aktivitas interaktif.
Kondisi tersebut berpotensi menurunkan motivasi belajar santri, terutama ketika mereka harus menunggu giliran membaca di hadapan guru. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa UM BBM menjadi bentuk dukungan nyata dalam memperkuat kapasitas pembelajaran di TPQ melalui pendampingan tenaga pendidik serta penerapan metode pembelajaran yang lebih kreatif, seperti penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
Inovasi tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, menyenangkan, dan efektif tanpa menghilangkan nilai-nilai dasar pembelajaran Al-Qur'an yang telah diterapkan oleh para ustaz dan ustazah.
Mahasiswa UM BBM berkontribusi membantu di salah satu lembaga pendidikan Al-Qur'an. Program kerja utama mahasiswa UM BBM adalah kegiatan mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Al-Khidmah, Dusun Lodalem, Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.
Pada umumnya, metode pengajaran di TPQ Al-Khidmah sebelumnya hanya menggunakan pelafalan dan penyimakan secara lisan.
Mahasiswa UM BBM memulai dengan penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk menghidupkan kembali pendekatan pembelajaran konvensional yang selama ini belum digunakan.
Mereka menggabungkan metode lisan dengan aktivitas motorik, seperti menulis huruf hijaiyah secara langsung dan menulis lafadz kalimat tayyibah.
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), yang dirancang oleh mahasiswa UM BBM, memberikan kerangka pedagogis yang terstruktur. Instrumen pendidikan ini membantu anak-anak secara bertahap memahami materi dasar agama melalui instruksi tertulis dan tugas sistematis. Hal tersebut membantu siswa mengubah peran mereka dari pendengar pasif menjadi pembelajar psikomotorik aktif.
Aktivitas terprogram di dalam lembar kerja meliputi menulis kalimat Arab dan menebalkan garis huruf hijaiyah. Sistem pengorganisasian tugas itu memungkinkan guru untuk melihat dan mengukur perkembangan kognitif setiap anak dengan cara yang lebih objektif dan terukur.
Perkembangan motorik halus anak usia dini ditingkatkan dengan menulis huruf Arab melalui LKPD. Menggoreskan pena dari kanan ke kiri dengan pola huruf hijau melatih koordinasi visual dan pergerakan otot tangan.
IDI pernah menyatakan bahwa stimulasi motorik halus yang teratur pada masa kanak-kanak berhubungan langsung dengan kecerdasan kognitif dan kesiapan akademik anak.
Dibandingkan dengan siswa yang hanya bergantung pada kemampuan visual mereka, siswa yang menulis teks Al-Qur'an secara teratur lebih cepat menghafal huruf. Stimulasi ganda ini membuat metode yang dirancang oleh mahasiswa menjadi pilihan yang sangat baik untuk meningkatkan literasi keagamaan di TPQ Al-Khidmah.

Dokumentasi Pengerjaan LKPD Sumber: Tim Dokumentasi Kelompok 1 UM BBM
Sebelum menerapkan LKPD pada santri TPQ, anak-anak yang harus menunggu giliran untuk menyetorkan bacaan lisan mereka kepada guru seringkali merasa jenuh.
Lembar kerja ini menawarkan kegiatan mandiri yang dapat menarik perhatian santri. Di bawah pengawasan langsung mahasiswa UM BBM, anak-anak dengan antusias dapat mengerjakan tugas menulis bersama teman sebaya.
Lingkungan belajar yang interaktif ini menumbuhkan motivasi belajar dan menanamkan cinta mendalam terhadap kitab suci Al-Qur'an sejak usia pra sekolah.
Sebagai informasi, kegiatan menulis berbasis LKPD sangat penting untuk membangun moralitas peserta didik melalui pembiasaan positif. Setiap orang harus sangat sabar, disiplin, dan teliti dalam praktik menyalin ayat Al-Qur'an.
Secara nasional, tujuan utama pendidikan karakter dasar adalah menginternalisasi nilai kedisiplinan ini. Dengan ketekunan menyelesaikan lembar kerja ini, penempaan akhlak akan mempersiapkan generasi muda yang religius dan kuat secara mental.
Dengan merancang LKPD interaktif untuk santri di TPQ Al-Khidmah, mahasiswa menunjukkan kompetensi pedagogis yang mumpuni. Mereka memasukkan elemen permainan edukatif, ilustrasi visual yang menarik, dan variasi warna dalam desain lembar kerja mereka.
Program pendidikan tersebut menunjukkan bahwa siswa punya kemampuan untuk mengaitkan teori pendidikan kampus dengan pengabdian masyarakat.
Dengan bekerja bersama kelompok UM BBM ini, fasilitas pendidikan agama di pedesaan dapat tetap relevan dengan dinamika psikologis generasi modern serta tetap mempertahankan esensi ajaran agama.
Kolaborasi antara mahasiswa UM BBM dengan ketua lembaga TPQ Al-Khidmah menciptakan peningkatan kualitas literasi Al-Qur'an di Nusantara.
Pembaruan metodologi pengajaran ini membuktikan secara empiris bahwa pelestarian tradisi agama dapat berpadu harmonis dengan pendekatan pendidikan kontemporer.
Inovasi program kerja utama mahasiswa ini memberikan dampak yang baik untuk masa depan, khususnya pada proses pembentukan pendidikan karakter anak bangsa.
Generasi penerus di Desa Arjowilangun kini menikmati kesempatan emas untuk mempelajari agama melalui fasilitas pembelajaran yang terstruktur, ilmiah, dan berpusat pada perkembangan holistik anak.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


