Mahasiswa peserta Universitas Membangun Belajar Bersama Masyarakat (UMBBM) Universitas Negeri Malang melaksanakan program pendampingan digitalisasi UMKM di Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali.
Melalui program ini, mahasiswa membantu pelaku UMKM membangun jejak digital melalui Google Maps sekaligus memberikan edukasi mengenai pengelolaan profil usaha agar dapat dimanfaatkan secara mandiri untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Desa Penuktukan dikenal punya berbagai potensi UMKM, mulai dari kuliner tradisional, kerajinan bambu, hingga produk olahan rumah tangga. Namun, masih banyak pelaku usaha yang belum memiliki identitas digital sehingga lokasi usahanya sulit ditemukan oleh masyarakat, wisatawan, maupun layanan pengiriman yang mengandalkan aplikasi navigasi.
Selain itu, sebagian pelaku UMKM juga belum terbiasa memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pengembangan usaha.
Sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital UMKM melalui berbagai program pemberdayaan usaha, pemanfaatan platform digital menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
Kehadiran identitas digital, seperti profil usaha di Google Maps, tidak hanya memudahkan konsumen menemukan lokasi usaha, tetapi juga membuka peluang promosi yang lebih luas di era ekonomi digital.
Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa peserta UMBBM Universitas Negeri Malang melaksanakan pendampingan digitalisasi UMKM selama tiga minggu dengan menyasar seluruh pelaku UMKM di Desa Penuktukan.
Kegiatan diawali dengan pendataan langsung melalui kunjungan dari satu usaha ke usaha lain untuk mengidentifikasi informasi yang diperlukan dalam pembuatan profil bisnis di Google Maps.
Dalam proses pendataan, mahasiswa juga melakukan tapak tilas ke berbagai wilayah desa guna menemukan lokasi usaha yang belum terpetakan secara digital.
Beberapa UMKM berada di kawasan perbukitan dengan akses jalan yang belum tercantum di Google Maps sehingga masyarakat luar desa maupun wisatawan kerap mengalami kesulitan menemukan lokasi tersebut.
Oleh karena itu, mahasiswa melakukan penelusuran langsung untuk memastikan setiap titik koordinat yang didaftarkan memiliki lokasi yang akurat.
Setelah proses pendataan selesai, mahasiswa membantu membuat profil usaha di Google Maps dengan melengkapi berbagai informasi, seperti nama usaha, kategori bisnis, alamat, titik koordinat, nomor kontak, jam operasional, serta dokumentasi foto.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas UMKM sehingga lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan maupun wisatawan yang berkunjung ke Desa Penuktukan.
Pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada proses pembuatan profil usaha. Mahasiswa juga memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM mengenai cara mengelola profil Google Maps secara mandiri.
"Kami melihat banyak UMKM di Desa Penuktukan memiliki produk yang berkualitas, tetapi belum memiliki jejak digital yang memadai. Karena itu, kami tidak hanya membantu mendaftarkan usaha mereka ke Google Maps, tetapi juga memberikan pendampingan agar para pelaku UMKM dapat mengelola profil usahanya secara mandiri setelah program UMBBM berakhir. Harapannya, manfaat dari program ini dapat terus dirasakan dalam jangka panjang," ujar salah satu mahasiswa.
Program ini mendapat sambutan positif dari para pelaku UMKM karena dinilai memberikan solusi yang sederhana. Namun, punya manfaat yang berkelanjutan.
Keberadaan profil usaha di Google Maps diharapkan mampu mempermudah masyarakat, wisatawan, maupun jasa pengiriman dalam menemukan lokasi usaha sekaligus meningkatkan peluang promosi melalui pencarian digital.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa peserta UMBBM Universitas Negeri Malang, Pemerintah Desa Penuktukan, dan para pelaku UMKM, program ini diharapkan mampu mendorong percepatan transformasi digital UMKM di tingkat desa.
Dengan semakin banyak usaha lokal yang memiliki identitas digital dan mampu mengelolanya secara mandiri, potensi ekonomi Desa Penuktukan diharapkan dapat semakin dikenal luas serta memberikan dampak positif bagi keberlanjutan usaha masyarakat di era digital.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


