Yogyakarta dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki kehidupan seni dan budaya yang terus berkembang. Selain menjaga tradisi, kota ini juga kerap menjadi ruang bertemunya berbagai budaya dari berbagai negara.
Semangat tersebut kembali terlihat dalam konser "Bel Canto: The Italian Voice" yang digelar di Museum Benteng Vredeburg, Sabtu (18/7). Konser yang dipersembahkan Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) bersama Yogyakarta Royal Choir itu menghadirkan karya-karya dari tiga komponis besar Italia, yaitu Gioachino Rossini, Vincenzo Bellini, dan Gaetano Donizetti.
Pertunjukan ini menjadi kolaborasi ketiga antara YRO, Kedutaan Besar Italia di Indonesia, dan Istituto Italiano di Cultura (IIC) Jakarta sejak 2024.
Dipimpin konduktor asal Italia, Aurelio Canonici, konser tersebut juga menghadirkan tiga penyanyi solo, yakni soprano Eva Polimeni, tenor Daniele Falcone, dan bariton Matteo Mancini. Mereka tampil bersama para musisi dan paduan suara Yogyakarta dalam sebuah pertunjukan yang terbuka dan gratis untuk masyarakat.
Kolaborasi lintas negara hingga Eropa

Padatnya penonton di Konser Yogyakarta Royal Orchestra, Sabtu (18/07) | Foto: Kawan GNFI/Pinkan Meilia
Sekitar 14 lagu dibawakan sepanjang malam. Penonton memenuhi kawasan Benteng Vredeburg dan memberikan apresiasi melalui tepuk tangan panjang di berbagai penampilan. Di akhir konser, seluruh musisi mendapat standing ovation sebagai penutup pertunjukan.
Salah satu lagu yang paling menarik perhatian adalah Largo al factotum dari opera Il Barbiere di Siviglia karya Rossini. Lagu yang identik dengan seruan "Figaro! Figaro! Figaro!" tersebut dibawakan dan berhasil menghidupkan suasana konser.
Konser ini juga dihadiri sejumlah tamu, di antaranya GKR Mangkubumi, Duta Besar Italia untuk Indonesia Roberto Colaminè, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie.
Budaya Indonesia dipercaya mampu bersaing dengan dunia

Para penampil di Konser Yogyakarta Royal Orchestra, Sabtu (18/07) | Foto: Kawan GNFI/Pinkan Meilia
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menilai kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa budaya Indonesia memiliki posisi yang kuat untuk tampil di tingkat internasional. Menurutnya, kerja sama budaya bukan berarti mengesampingkan identitas sendiri, melainkan menjadi cara untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
"Kita harus percaya diri untuk menjual budaya kita. Menjual dalam arti yang baik, yaitu mengangkat budaya kita melalui kerja sama dengan budaya-budaya lain, dan hari ini adalah buktinya. Luar biasa sekali terjadi di Yogyakarta," ujar Stella Christie saat diwawancara GNFI.
Akhirnya, ketika seniman dari berbagai negara berbagi panggung, masyarakat tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenal tradisi dan karya dari budaya lain.
Melalui konser seperti Bel Canto: The Italian Voice, Yogyakarta kembali memperlihatkan perannya sebagai kawasan budaya yang terbuka terhadap kolaborasi di kancah global.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


