PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan pengalaman berbeda bagi pelanggan dengan menggelar nonton bareng (nobar) final Bola Gembira 2026 yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina. Program ini berlangsung pada Senin dini hari, 20 Juli 2026, melalui dua lokasi utama, yakni Hall Timur Stasiun Yogyakarta serta Kereta Makan pada 14 perjalanan yang mencakup 10 layanan kereta api.
Laga yang disiarkan melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport tersebut dimulai pukul 02.00 WIB. Karena sebagian besar kereta telah berangkat sejak Minggu sore dan malam, 19 Juli 2026, pelanggan dapat menikmati pertandingan secara langsung selama perjalanan menuju tujuan masing-masing.
Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, penyelenggaraan nobar menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan.
“Momentum final ini kami bawa ke ruang perjalanan agar pelanggan dapat menikmati pertandingan bersama dalam suasana yang nyaman, baik ketika berada di stasiun maupun selama perjalanan kereta api,” ujar Anne.
Hall Timur Stasiun Yogyakarta Jadi Pusat Nobar
Bagi pelanggan yang berada di Yogyakarta, KAI memusatkan kegiatan nobar di Hall Timur Stasiun Yogyakarta atau Stasiun Tugu. Area acara dibuka mulai pukul 00.30 WIB, sementara pertandingan dimulai pukul 02.00 WIB.
Pelanggan dapat mengikuti kegiatan ini tanpa dipungut biaya dengan menunjukkan boarding pass elektronik atau tiket kereta api bertanggal 19–20 Juli 2026. Selain menyaksikan pertandingan, pengunjung juga disuguhi berbagai aktivitas hiburan yang membuat suasana semakin meriah.
KAI menghadirkan legenda sepak bola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, untuk memberikan pratinjau pertandingan sebelum laga dimulai. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan musik langsung, permainan interaktif, makanan dan minuman gratis dari tenant, serta pembagian doorprize.
Hadiah yang disiapkan meliputi ilustrasi jersey sepak bola, tablet, jam tangan pintar, voucher perjalanan kereta api, hingga tumbler. KAI menjelaskan bahwa bentuk hadiah mengikuti ketentuan penyelenggara karena materi promosi hanya menampilkan ilustrasi.
Anne mengajak seluruh pelanggan untuk hadir lebih awal sekaligus menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Pelanggan dapat datang mulai pukul 00.30 WIB dengan membawa tiket perjalanan sesuai tanggal yang ditentukan. Kami mengajak seluruh pengunjung mengikuti arahan petugas agar kegiatan berlangsung tertib, aman, dan menyenangkan,” kata Anne.
Final Disiarkan di Kereta Makan 14 Perjalanan
Selain di Stasiun Yogyakarta, KAI juga menayangkan pertandingan final di Kereta Makan pada 14 perjalanan dari 10 layanan kereta api. Layanan tersebut meliputi KA Bima, KA Pandalungan, KA Jayabaya, KA Mutiara Selatan, KA Turangga, KA Sembrani, KA Argo Anjasmoro, KA Anggrek, KA Gumarang, dan KA Blambangan Ekspres.
Kereta-kereta tersebut melayani berbagai relasi, seperti Gambir–Surabaya, Bandung–Surabaya, Pasarsenen–Malang, hingga Ketapang–Pasarsenen. Dengan demikian, pelanggan yang tengah menempuh perjalanan malam tetap dapat menikmati atmosfer final bersama penumpang lainnya.
Menurut Anne, pemanfaatan Kereta Makan sebagai lokasi nobar merupakan inovasi layanan hiburan tematik yang tetap mengedepankan kenyamanan seluruh pelanggan.
“Kereta Makan semakin kaya fungsi sebagai ruang bersantap, berinteraksi, dan menikmati hiburan tematik. Seluruh kegiatan tetap mengikuti ketentuan operasional dan keselamatan perjalanan,” jelas Anne.
KAI memastikan pelaksanaan nobar tidak mengganggu pelayanan makanan dan minuman, akses petugas, maupun kenyamanan pelanggan yang memilih beristirahat selama perjalanan.
Pengembangan Kereta Makan Terus Dilakukan
Program nobar ini juga didukung peningkatan kualitas sarana Kereta Makan M1 yang dilakukan KAI melalui Balai Yasa Tegal. Dalam dua tahun terakhir, sebanyak 17 Kereta Makan M1 telah selesai dimodifikasi, terdiri atas empat unit pada 2024 dan 13 unit pada 2025.
Seluruh kereta tersebut kini telah beroperasi pada berbagai perjalanan kereta api. Sementara itu, pada 2026, KAI tengah mengerjakan modifikasi 10 Kereta Makan M1 tambahan.
Proses pengembangan mencakup pemeriksaan rangka dasar, sistem roda, pengereman, kelistrikan, pencahayaan, tata ruang, hingga fasilitas pelanggan. Setelah selesai dimodifikasi, setiap kereta menjalani pengujian kualitas dan fungsi sebelum kembali dioperasikan.
Pengembangan layanan Kereta Makan M1 kini tidak hanya melayani perjalanan di Pulau Jawa, tetapi juga telah diterapkan di Sumatra, salah satunya pada KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuklinggau pulang-pergi.
Anne menegaskan bahwa inovasi layanan seperti nobar final Bola Gembira merupakan bagian dari komitmen KAI untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin menarik bagi pelanggan.
“Pengalaman perjalanan dibangun melalui sarana yang andal, pelayanan yang ramah, serta kegiatan yang relevan dengan momen yang sedang dinikmati masyarakat. Kami berharap final Bola Gembira 2026 dapat menjadi cerita menyenangkan dalam perjalanan pelanggan bersama KAI,” tutup Anne.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


