local volunteer winter peak 2025 oleh aiesec in usu kolaborasi lintas negara melalui project green leaders untuk mendukung aksi iklim - News | Good News From Indonesia 2026

Local Volunteer Winter Peak 2025 oleh AIESEC in USU: Kolaborasi Lintas Negara Melalui Project Green Leaders untuk Mendukung Aksi Iklim

Local Volunteer Winter Peak 2025 oleh AIESEC in USU: Kolaborasi Lintas Negara Melalui Project Green Leaders untuk Mendukung Aksi Iklim
images info

AIESEC in USU kembali menghadirkan pengalaman pengembangan kepemimpinan bagi generasi muda melalui Local Volunteer Summer Peak 2026.


AIESEC in USU kembali menghadirkan pengalaman pengembangan kepemimpinan bagi generasi muda melalui Local Volunteer Summer Peak 2026. Berlangsung sejak 3 Juni hingga 29 Juni 2026, program ini mempertemukan delapan orang Local Volunteer Indonesia bersama delapan Exchange Participant (EP) yang berasal dari India, Vietnam, dan Sri Lanka dalam proyek Green Leaders, salah satu proyek Global Volunteer AIESEC in USU yang berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 13: Climate Action.

Melalui proyek Green Leaders, para peserta diajak untuk memahami isu perubahan iklim sekaligus mengambil peran aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Tidak hanya memperoleh pembelajaran mengenai berbagai tantangan lingkungan, para peserta juga terlibat langsung dalam berbagai kegiatan edukatif dan aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi komunitas sekitar.

Delapan orang yang berperan sebagai Local Volunteer yang berpartisipasi dalam program ini adalah Keisya Zahsy Maritza, Elizabeth Faine Pasodung, Muhammad Agus Syahqy, Azura Khairunnisa, Saskia Indah Prabudi, Indah Arnia Daely, Dwi Anastasya, dan Cikal Auren Salsabilla. Mereka berkolaborasi bersama delapan Exchange Participant yaitu EP asal India Simarjeet Kaur, Sreya Sajeev, Niveditha Komath, Aashka Sharma, Harshpreet Kaur, Kanishka Dhavamani beserta Doan Bao dari Vietnam, juga Ruvindu Edirisinghe dari Sri Lanka. Kolaborasi lintas negara tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk saling bertukar perspektif, budaya, serta pengalaman dalam mewujudkan aksi nyata bagi lingkungan.

baca juga

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan edukatif ke Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara. Melalui kegiatan ini, para peserta mempelajari pentingnya pelestarian ekosistem hutan, keanekaragaman hayati, serta peran generasi muda dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

local volunteer winter peak 2025 oleh aiesec in usu kolaborasi lintas negara melalui project green leaders untuk mendukung aksi iklim - News | Good News From Indonesia 2026

Pembelajaran kemudian dilanjutkan di Saga House melalui pelatihan pembuatan eco enzyme. Dalam kegiatan ini, para peserta belajar mengolah limbah organik rumah tangga menjadi cairan ramah lingkungan yang memiliki berbagai manfaat. Selain memberikan pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah organik, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Salah satu kegiatan yang paling berkesan dilaksanakan di SD Negeri Percobaan Medan, ketika para Local Volunteer dan Exchange Participant mengajak siswa-siswi untuk belajar mengenai kepedulian terhadap lingkungan melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan.

Materi mengenai eco enzyme dikemas melalui diskusi, permainan edukatif, demonstrasi, serta berbagai aktivitas kolaboratif yang mendorong siswa untuk lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini. Kehadiran para Exchange Participant turut memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa.

Selain memperkenalkan isu lingkungan dari perspektif global, mereka juga berbagi cerita mengenai budaya, kebiasaan, serta kehidupan di negara asal masing-masing. Interaksi tersebut menciptakan ruang pembelajaran lintas budaya yang tidak hanya memperluas wawasan internasional siswa, tetapi juga membangun rasa saling menghargai terhadap keberagaman.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta mengikuti aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir. Melalui kegiatan tersebut, mereka berkontribusi secara langsung terhadap upaya pelestarian lingkungan sekaligus memahami pentingnya ekosistem mangrove dalam melindungi wilayah pesisir dari abrasi, menjaga keanekaragaman hayati, serta mendukung keseimbangan ekosistem. Aktivitas ini menjadi simbol bahwa aksi iklim dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama.

local volunteer winter peak 2025 oleh aiesec in usu kolaborasi lintas negara melalui project green leaders untuk mendukung aksi iklim - News | Good News From Indonesia 2026

 

Salah satu peserta Local Volunteer, Azura Khairunnisa, mengungkapkan bahwa mengikuti Local Volunteer Summer Peak 2026 menjadi salah satu pengalaman paling berharga yang pernah ia jalani.

“Awalnya saya bergabung karena ingin mencoba pengalaman baru dan menambah pengalaman. Namun selama satu bulan ini, saya mendapatkan jauh lebih banyak dari yang saya bayangkan. Saya belajar bahwa menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari tindakan besar. Justru melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, kita dapat menciptakan perubahan yang berarti. Saya juga belajar bekerja sama dengan orang-orang dari berbagai latar belakang budaya, menjadi lebih terbuka terhadap perbedaan, dan bertumbuh bersama selama perjalanan ini.”

baca juga

Menurutnya, pengalaman mengedukasi siswa di SD Negeri Percobaan Medan hingga melakukan penanaman mangrove menjadi momen yang paling membekas. Tidak hanya memberikan kesempatan untuk berbagi pengetahuan, kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat ditumbuhkan melalui proses belajar yang menyenangkan dan kolaboratif.

Melalui Local Volunteer Summer Peak 2026 dalam Project Green Leaders, AIESEC in USU kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kepemimpinan generasi muda melalui pengalaman lintas budaya yang berorientasi pada dampak sosial. Program ini menjadi bukti bahwa ketika anak muda dari berbagai negara dipersatukan oleh tujuan yang sama, kolaborasi dapat melahirkan aksi nyata yang berkontribusi terhadap pencapaian SDG 13: Climate Action, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk mengambil bagian dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.