batik tulis sejarah dan ciri ciri motif - News | Good News From Indonesia 2026

Serba-Serbi Batik Tulis, Jenis Batik Pertama yang Keindahan Lukisnya Istimewa dan Tak Terulang

Serba-Serbi Batik Tulis, Jenis Batik Pertama yang Keindahan Lukisnya Istimewa dan Tak Terulang
images info

Mengungkap Makna Filosofi, Sejarah, dan Ciri Khas Batik Tulis yang Merakyat | Unsplash @Camille Bismonte


Batik tulis adalah jenis dan teknik membatik pertama yang penuh makna filosofis. Memahami berbagai informasi seputar batik tulis, mulai dari pengertian, sejarah, ciri-ciri yang membedakan, hingga beragam motif indahnya dapat menambah wawasan sekaligus membantu Kawan mengenal lebih dalam identitas budaya kita sendiri.

Jenis batik tulis sendiri berkembang pesat di Nusantara sebelum teknik lain seperti batik cap diperkenalkan. Tadinya batik pun hanya diperuntukkan bagi kalangan ningrat, seperti keluarga raja dan pengikutnya. Namun, seiring berjalannya waktu batik menjadi fashion merakyat yang dicintai berbagai kalangan.

Artikel ini akan membantu Kawan GNFI menyelami pengertian, asal-usul sejarahnya, ciri-ciri, hingga motif batik tulis yang beragam. Jadi, simak sampai habis ya, Kawan!

baca juga

Apa yang Dimaksud dengan Batik Tulis?

Apa itu Batik Tulis? Ini Sejarah, Makna Filosofi, Ciri-ciri, hingga Beragam Motifnya! | Unsplash @Mahmur Marganti
info gambar

Apa itu Batik Tulis? Ini Sejarah, Makna Filosofi, Ciri-ciri, hingga Beragam Motifnya! | Unsplash @Mahmur Marganti


Moerniwati menjelaskan bahwa batik tulis adalah suatu teknik pembuatan gambar pada permukaan kain di mana para pengrajin membuat pola secara manual dengan tangan dan menutup bagian-bagian tertentu menggunakan bahan malam atau lilin dan alat bernama canting.

Batik sendiri berasal dari kata "ambatik". Jika kata bahasa Jawa tersebut dipisahkan, "amba" dapat diartikan sebagai kegiatan menulis, sementara akhiran "tik" bermakna titik kecil, tetesan, atau membuat titik. Dari situ, bisa ditarik kesimpulan bahwa batik berarti menulis atau melukis.

Tahapan melukis batik tulis ini memang butuh konsentrasi, ketelitian, dan dedikasi yang tinggi. Dari situ, kain tekstil yang diproduksi menjadi sangat eksklusif karena tidak akan pernah ada satu pun detail guratan yang sama persis antara satu kain dengan kain lainnya.

Sejarah Batik Tulis, Batik Eksklusif Kalangan Ningrat yang Kini Merakyat

Sejarah Batik Tulis, Asal-Usul Batik Eksklusif Kalangan Ningrat yang Kini Merakyat | Unsplash @Ana Vicente
info gambar

Sejarah Batik Tulis, Batik Eksklusif Kalangan Ningrat yang Kini Merakyat | Unsplash @Ana Vicente


Menelusuri sejarah batik tulis akan membawa kita mundur ke masa peradaban lama di Nusantara. Merujuk pada literatur historis yang disusun oleh Djulianto Susantio, tradisi membatik mulanya ada di Pulau Jawa, terutama di area Surakarta dan Yogyakarta sejak abad ke-12, baru kemudian berkembang dan dikenal luas pada abad ke-17.

Catatan lain menyebut bahwa batik baru muncul pada 1518 di wilayah Galuh, di sekitar barat laut Jawa di masa pra-Islam.

Semua batik mulanya merupakan batik tulis hingga awal abad ke-20, tepatnya tahun 1920 atau setelah masa Perang Dunia I, batik cap kemudian mulai dikenal. Sebelum dilukis pada kain, batik tulis tadinya dilukis pada daun lontar dengan bentuk tumbuhan dan hewan yang paling banyak dibuat. Baru kemudian setelah itu muncul motif lain, seperti motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber, dan lainnya

Pada masa itu, seni melukis kain merupakan aktivitas eksklusif di dalam tembok keraton mengingat batik tulis yang tadinya hanya dikhususkan untuk kalangan keluarga raja dan pengikutnya.

Namun, karena banyak pengikut raja yang rumahnya berada di luar lingkungan Keraton. Seni melukis batik ini kemudian dibawa dan dikerjakan di rumah masing-masing abdi dalem.

Dari situ, rakyat terdekat di lingkungan mereka mulai meniru dan perkembangannya meluas, bahkan menjadi pekerjaan rumah tangga kaum wanita untuk mengisi waktu senggang. Membatik dulunya memang pekerjaan eksklusif wanita, bahkan menjadi mata pencaharian mereka. Pria baru mulai membatik setelah ada batik cap.

Beragam perkembangan itu akhirnya menuntun seni batik tulis yang tadinya eksklusif untuk pakaian keluarga ningrat perlahan berubah menjadi pakaian favorit rakyat dari segala umur, jenis kelamin, dan latar belakang.

Motif Batik Tulis Apa Saja?

Gambar Batik Kawung, Contoh Motif Batik Tulis Cantik dan Maknanya! | Sumber: Web Perpustakaan Digital Budaya Indonesia
info gambar

Gambar Batik Kawung, Contoh Motif Batik Tulis Cantik dan Maknanya! | Sumber: Web Perpustakaan Digital Budaya Indonesia


Ada banyak motif batik tulis. Setiap goresan di atas kain ini pun bisa membawa pesan tersirat untuk setiap fase kehidupan manusia. Berikut beberapa contoh yang dimuat pada situs Batik Tulis Giriloyo:

Motif Truntum

Motif batik Truntum bermakna cinta kasih tak terbatas dari orang tua dan simbol restu untuk kehidupan mereka.

Motif Sidomukti

Corak sakral dari batik Sidomukti berarti harapan agar anak tumbuh dengan hati mulia, bahagia lahir batin, dan bermanfaat untuk sesama manusia. Batik Truntum dan Sidomukti biasanya dipakai membedong bayi sebagai simbol awal kehidupan, perlindungan, doa keselamatan, dan harapan baik.

Motif Parang Klitik

Ukuran batik Parang Klitik jauh lebih kecil dan halus dibandingkan Parang Barong. Makna di baliknya menggambarkan sikap yang lembut dan harapan agar anak belajar dan tumbuh dengan memiliki sikap ketekunan dan semangat pantang menyerah.

Motif Wahyu Tumurun

Batik Wahyu Tumurun melambangkan doa orang tua supaya dalam perjalanan hidup si anak senantiasa mendapatkan ilmu, kebijaksanaan, dan tuntunan Ilahi.

Batik Parang Klitik dan Wahyu Tumurun biasanya dikenakan saat upacara tedhak siten (turun tanah pertama kali).

Motif Kawung

Motif batik kawung terdiri dari empat figur yang mengelilingi satu figur di tengah, terinspirasi dari buah kolang-kaling. Filosofinya adalah pengendalian diri, kejujuran, dan kesucian hati. Batik ini bisa digunakan saat anak memasuki usia remaja sebagai maksud memberi arah hidup.

baca juga

Ciri-ciri Batik Tulis Asli, Jenis Batik Manual dengan Keindahan Tak Terulang

Ciri-ciri Batik Tulis Asli, Contoh Ragam Motif, dan Sejarah Lengkapnya | Wikimedia Commons @Alteaven
info gambar

Ciri-ciri Batik Tulis Asli, Contoh Ragam Motif, dan Sejarah Lengkapnya | Wikimedia Commons @Alteaven


Membedakan kain buatan tangan murni dengan tekstil pabrikan itu sangat penting agar Kawan tidak salah beli, rugi, apalagi kecewa sendiri.

Mengutip situs Balai Besar Kerajinan dan Batik Indonesia, ciri ciri batik tulis asli bisa diamati lewat beberapa hal ringkas berikut:

  • Motif tidak selalu simetris sempurna: jumlah, jarak, bentuk, dan ukuran tapak malam (bekas goresan lilin) pada garis klowong, sambungan, dan ornamen isen tidak selalu tepat sama dengan pola lain karena murni dikerjakan dengan tarikan tangan manusia, bukan cetakan mesin pabrik.
  • Garis warna tidak teratur bisa muncul dari malam/lilin yang pecah atau hasil dari proses remukan.
  • Rembesan warna dapat terlihat akibat tipisnya goresan tapak malam.
  • Aroma khas lilin malam: saat mencium kainnya, biasanya masih menempel aroma khas lilin malam atau wax yang digunakan saat proses pembuatannya.
  • Tembus pandang ke belakang kain: tinta pewarna menembus hingga ke bagian belakang kain. Jadi, motif batik tulis pada sisi depan dan belakang kain tampak tipis dan rata sepenuhnya.
  • Pada pinggir kain, arah memanjang tidak terdapat penebalan atau penipisan warna. Pinggir motif batik tulis juga tampak rata atau tidak bergerigi.
baca juga

Sekian artikel seputar sejarah batik tulis, pengertian, ciri-ciri hingga beragam info seputar motif batik tulis yang bisa Kawan temui.

Semoga artikel ini membantu Kawan menyelesaikan tugas dan memberi pemahaman baru soal batik tulis!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Allicia Dhea lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Allicia Dhea.

AD
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.