Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penyelenggaraan Pelatihan Sablon Kaos Direct Transfer Film (DTF) di Desa Sumberpasir, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus memperkenalkan teknologi sablon digital yang saat ini berkembang pesat dan memiliki prospek usaha yang menjanjikan.
Perkembangan industri kreatif yang semakin pesat membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha mandiri berbasis keterampilan.
Salah satu sektor yang memiliki potensi besar adalah usaha sablon kaos menggunakan teknologi Direct Transfer Film (DTF). Dibandingkan metode sablon konvensional, teknologi DTF menawarkan proses produksi yang lebih praktis, hasil cetak berkualitas tinggi, mampu diaplikasikan pada berbagai jenis kain, serta cocok digunakan dalam produksi skala kecil maupun besar.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sumberpasir menyelenggarakan pelatihan yang ditujukan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, pelaku UMKM, dan warga yang berminat mengembangkan usaha di bidang industri kreatif.
Melalui aktivitas ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknologi sablon DTF, tetapi juga memahami peluang bisnis yang dapat dikembangkan dari keterampilan tersebut.
Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep dasar sablon DTF, perkembangan industri sablon digital, serta peluang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selanjutnya, narasumber memberikan penjelasan mengenai berbagai alat dan bahan yang digunakan dalam proses sablon DTF, mulai dari desain digital, printer DTF, tinta khusus, PET film, proses curing, hingga teknik pemindahan desain menggunakan mesin heat press.
Pada sesi praktik, peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti seluruh tahapan proses pembuatan sablon DTF secara langsung. Mulai dari menyiapkan desain, proses pemanasan (curing), hingga aplikasi desain pada media kaos menggunakan mesin heat press.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam praktik serta diskusi mengenai teknik produksi, kualitas hasil cetak, hingga strategi pemasaran produk sablon.
Selain memberikan keterampilan teknis, kegiatan ini juga membekali peserta dengan wawasan mengenai perencanaan usaha sederhana, analisis biaya produksi, penentuan harga jual, serta strategi pemasaran melalui media digital.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan keterampilan yang diperoleh sebagai peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga maupun mengembangkan usaha mikro di Desa Sumberpasir.
Pelaksanaan pelatihan berlangsung secara interaktif dengan pendekatan partisipatif, sehingga peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik secara langsung.
Pendekatan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses produksi sablon DTF sekaligus meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam mengoperasikan peralatan yang digunakan.
Melalui program tersebut, masyarakat Desa Sumberpasir memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang relevan dengan perkembangan industri kreatif saat ini.
Diharapkan kemampuan itu dapat menjadi modal untuk menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendorong tumbuhnya wirausaha muda yang kreatif dan inovatif di tingkat desa.
Program pelatihan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan keterampilan masyarakat, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pengembangan kewirausahaan dan penciptaan peluang kerja, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung industri kreatif.
Ke depan, pelatihan sablon DTF diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pendampingan lanjutan, pembentukan kelompok usaha, serta pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal.
Dengan demikian, Desa Sumberpasir diharapkan mampu menjadi salah satu desa yang memiliki masyarakat produktif, inovatif, dan siap bersaing dalam perkembangan ekonomi kreatif di era digital.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


