menelusuri jejak sejarah dan filosofi motif batik parang rusak barong - News | Good News From Indonesia 2026

Motif Batik Parang Rusak Barong, Telusuri Jejak Sejarah dan Filosofinya

Motif Batik Parang Rusak Barong, Telusuri Jejak Sejarah dan Filosofinya
images info

Motif Parang Rusak Barong | Sumber: kratonjogja.id


Batik parang merupakan motif batik yang paling tua di Indonesia yang mana sudah ada sejak zaman Keraton Mataram Kartasura.

Saat ini motif batik parang telah berkembang dengan berbagai corak yang berbeda, tetapi tetap bercirikan motif batik parang, seperti motif parang rusak barong, parang klitik, parang slobog, dan parang kusuma.

Apa Itu Batik Parang Rusak Barong?

Motif Batik Rusak Barong | Sumber: Europeana
info gambar

Motif Batik Rusak Barong | Sumber: Europeana


Parang rusak barong bukan sekadar motif batik biasa. Di balik coraknya yang khas, tersimpan nilai-nilai kepemimpinan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab yang telah diwariskan sejak masa kerajaan Jawa. Motif ini dikenal sebagai motif parang tertinggi dan menjadi induk dari berbagai jenis motif parang lainnya.

Sejarah Batik Parang Rusak Barong

Batik parang motif rusak barong ini diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma saat ia sedang melakukan meditasi atau pertapaan di kawasan Pantai Selatan.

Bentuk motif yang menyerupai huruf S dan susunan lilitan yang saling berhubungan dari gerakan ombak besar yang terus menerus menghantam karang hingga mengalami kerusakan.

Gambaran tersebut dituangkan ke dalam motif batik sebagai simbol perjalanan hidup, perjuangan, dan keteguhan dalam menghadapi rintangan.

Motif parang rusak barong merupakan motif batik pertama yang ditetapan sebagai batik larangan di lingkungan Kesultanan Yogyakarta. Penetapan tersebut dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1785 sebagai bagian dari aturan yang mengatur penggunaan motif batik berdasarkan kedudukan dan status sosial di lingkungan Keraton.

baca juga

Makna Filosofi Batik Parang Rusak Barong

Batik parang rusak barong berasal dari gabungan kata parang yang dimaknai sebagai batu karang serta barong yang berarti singa atau sesuatu yang besar. Motif ini mengandung pesan tentang semangat pantang menyerah dalam menjalani kehidupan.

Susunan motif yang saling tersambung melambangkan perjalanan hidup yang selalu berkesinambungan, sebuah pengingat untuk terus memperbaiki diri menjaga keharmonisan hubungan dengan sesama maupun lingkungan serta berusaha mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

Motif parang rusak barong berukuran yang lebih besar dibandingkan motif parang lainnya. Sebagai motif utama atau induk dari seluruh ragam motif parang, motif ini mengandung pesan agar seorang pemimpin senantiasa bersikap bijaksana, berhati-hati dalam bertindak, serta mampu mengendalikan diri.

Parang rusak barong mengandung nilai filosofis yang sakral.

Oleh karena itu, dalam tradisi Keraton, motif ini secara khusus diperuntukkan bagi raja dan umumnya dikenakan saat menjalankan ritual keagamaan maupun kegitan mediasi.

Aturan Khusus Pemakaian Motif Parang Rusak Barong

Dalam penggunaannya, khususnya sebagai kampuh atau dodot, diatur secara ketat dan hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu yang memiliki status tinggi dalam struktur kerajaan.

Dalam ketentuan adat Keraton, motif parang rusak barong berukuran 10 sentimeter hingga ukuran yang lebih besar merupakan motif yang dulu hanya diperuntukkan bagi raja dan putra mahkota.

Ketentuan tersebut mencerminkan kedudukan parang rusak barong sebagai batik larangan yang memiliki nilai simbolis tinggi serta menjadi penanda kewibawaan dan kepemimpinan dalam lingkungan Keraton.

Cara Menjaga Batik Parang Rusak Barong

Batik parang rusak barong perlu dirawat dengan baik agar motif dan warnanya tetap terjaga. Pencucian sebaiknya dilakukan secara manual menggunakan air dingin atau air bersuhu normal dengan sabun berbahan lembut. Hindari penggunaan deterjen yang mengandung bahan kimia keras karena dapat memudarkan warna.

Setelah dicuci, batik tidak disarankan diperas terlalu kuat. Cukup diangin-anginkan di tempat yang teduh dan kering. Hindari menjemur batik di bawa sinar matahari langsung karena dapat menyebabkan warna memudar.

Saat menyimpan batik, lipat kain dengan rapi dan letakkan di tempat yang kering serta memiliki sirkulasi udara yang baik. Dengan perawatan yang tepat, keindahan motif dan kualitas batik parang rusak barong dapat tetap terjaga dalam jangka waktu yang lama.

Dengan memahami sejarah, filosofi, aturan pemakaian, hingga cara perawatannya, Kawan dapat lebih menghargai nilai budaya dan warisan budaya batik parang rusak barong.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizkia Putri Fahira lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizkia Putri Fahira.

RP
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.