Masyarakat Indonesia dihebohkan dengan temuan sejumlah uang tunai dan emas batangan seberat 74 kilogram di sebuah rumah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang disinyalir terkait dengan kasus korupsi. Jumlah emas batangan dengan berat yang sangat fantastis itu menjadi topik hangat di kalangan warganet Indonesia.
Bahkan, tak hanya uang dan emas, dilansir dari ANTARA, penyidik juga menyita sejumlah dokumen, telepon seluler, dan foto keluarga yang kemungkinan berkaitan dengan pemilik rumah maupun pemilik barang yang tersimpan dalam brankas.
Penggeledahan yang menghebohkan ini dilakukan terkait penyidikan tiga kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada PT PLN (Persero), PT ASABRI, dan PT Krakatau Steel.
Emas Batangan seberat 74 kilogram itu diperkirakan bernilai ratusan miliar rupiah. Per Jumat (10/7/2026), harga ukuran 1.000 gram (1 kg) adalah Rp2.590.600.000.
Hal ini sontak membuat warganet membandingkan jumlah emas sitaan itu dengan emas yang ada di Monas. Kira-kira, jika dibandingkan, mana yang lebih berat antara emas sitaan seberat 74 kg atau emas di Monas?
Berat Emas di Monas
Kawan GNFI, berat emas di Monas, tepatnya di Lidah Api Kemerdekaan di atas Pelataran Puncak Monas adalah 50 kilogram. Namun, masih ada 22 kilogram emas lagi yang ada di Monas, sehingga total emasnya mencapai 72 kilogram.
Dalam sebuah unggahan di akun resmi Monumen Nasional, @monumen.nasional, 22 kilogram emas lainnya terletak di Ruang Kemerdekaan. Emas itu melekat di pintu gapura kemerdekaan, burung Garuda Pancasila, dan kepulauan Indonesia.
Selain itu, kilau emas di Monas itu juga didapatkan dari Tambang Emas Lebong Tandai di Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu. Daerah ini memang dikenal sebagai penghasil emas sejak era kolonial Belanda.
Artinya, total emas di Monas lebih ringan 2 kilogram dibandingkan emas sitaan Kepolisian yang mencapai 74 kilogram. Bisa dibayangkan seberat dan semahal apa emas-emas batangan sitaan itu?
Di Balik Puluhan Kg Emas di Monas
Berbicara soal emas di Monas, pernahkah Kawan GNFI bertanya-tanya terkait asal usul emas di Monumen Nasional yang sangat ikonik itu?
Usut punya usut, sebagian emas di Monas ternyata merupakan hasil sumbangan dari seorang saudagar kaya raya asal Aceh bernama Teuku Markam. Ia menyumbangkan sekitar 28 kg emas untuk dipasang di Monas.
Teuku Markam sendiri memang dikenal dekat dengan Presiden Soekarno. Ia disebut banyak terlibat dalam proyek pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa kala itu.
Sebelum dikenal sebagai crazy rich Indonesia pada masanya, Teuku Markam pernah bekerja di militer selama satu dekade. Bahkan, pangkatnya pun tak main-main, yakni Kapten.
Sayanngnya, di balik jasa besarnya yang mampu menyumbangkan 28 kilogram emas untuk Monas, ia sempat dipenjara dan dituduh sebagai koruptor. Kedekatannya dengan Soekarno membuatnya dituduh sebagai Sukarnois. Mirisnya lagi, Teuku Markam turut dilabeli sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam pemberontakan G20S/PKI.
Aset-aset miliknya juga disita negara. Ironinya, negara tak menyisakan harta barang secuil pun untuk Teuku Markam dan keluarganya.
Bangunan Berlapis Emas yang Ikonik di Dunia
Kawan GNFI, selain Monas, ada beberapa negara yang memiliki bangunan ikonik berlapis emas, salah satunya Brunei Darussalam. Di Brunei, ada Masjid Omar Ali Saifuddien yang memiliki kubah berlapis emas asli. Konon, saking megahnya, emas 24 karat itu diperkirakan memiliki total berat mencapai ratusan kilogram.
Selanjutnya ada Shwedagon Paya di Myanmar. Pagoda di Yangon ini disebut-sebut merupakan salah satu tempat peribadatan termegah di Myanmar. Dikatakan bahwa stupa utama pagoda ini dilapisi lebih dari tujuh ton emas murni.
Selain itu, ada pula Kuil Emas Sri Harmandir Sahib di Amritsar, India. Bagian atas kuil itu dilapisi ratusan kilogram emas murni 24 karat. Fantastis, bukan?
Kawan, di Indonesia, ada juga Masjid Dian Al Mahri alias Masjid Kubah Emas di Depok yang juga dilapisi emas. Kubah utama dan empat kubah kecil yang mengelilingi masjid ini dikatakan dilapisi emas murni 24 karat setebal 2-3 milimeter.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


