Tantangan pengasuhan anak pada era digital semakin kompleks. Kehadiran Generasi Alfa yang tumbuh bersama teknologi menuntut orang tua tidak hanya memiliki kesiapan dalam pola asuh, tetapi juga kesehatan fisik dan mental yang optimal.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Kawan, STIKES Widyagama Husada Malang bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kota Pasuruan menyelenggarakan seminar kesehatan jiwa bertema pengasuhan sehat bagi Generasi Alfa di MTs Negeri Kota Pasuruan.
Kegiatan yang dihadiri oleh anggota Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kota Pasuruan satuan kerja MTsN Kota Pasuruan, menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi mengenai pentingnya menjaga kesejahteraan fisik dan psikologis orang tua sebagai fondasi terbentuknya keluarga yang sehat.
Dalam sesi pertama, Ns. Ika Arum Dewi Satiti menyampaikan materi mengenai kesehatan fisik ibu selama proses pengasuhan Generasi Alfa.
Ia menjelaskan bahwa aktivitas pengasuhan yang berlangsung terus-menerus sering kali menyebabkan kelelahan fisik, gangguan tidur, nyeri muskuloskeletal, hingga penurunan kualitas hidup apabila tidak diimbangi dengan pola hidup sehat dan dukungan keluarga.
"Merawat anak bukan hanya membutuhkan kasih sayang, tetapi juga kondisi fisik yang prima. Orang tua yang sehat secara fisik memiliki kapasitas lebih baik dalam memberikan pengasuhan yang responsif dan berkualitas," jelasnya.
Sementara itu, pada sesi kedua, Ns. Ahmad Guntur Alfianto mengangkat tema kesehatan jiwa dan pencegahan stres pengasuhan pada orang tua Generasi Alfa.
Ia menyoroti bahwa perubahan karakteristik anak di era digital, tingginya paparan teknologi, serta tuntutan akademik sering kali menjadi pemicu meningkatnya parenting stress.

Menurutnya, stres pengasuhan yang tidak dikelola berpotensi memengaruhi kualitas interaksi orang tua dengan anak, meningkatkan konflik keluarga, bahkan berdampak terhadap perkembangan emosional dan kesehatan mental anak.
"Pengasuhan bukan sekadar mendidik anak, tetapi juga menjaga kesehatan jiwa orang tua. Ketika orang tua mampu mengelola stres dengan baik, maka anak akan tumbuh dalam lingkungan yang lebih aman, suportif, dan sehat secara psikologis," ungkapnya.
Seminar ini juga membahas karakteristik Generasi Alfa dan fenomena yang sering dikaitkan dengan Generasi Strawberry, yaitu kelompok generasi yang dinilai memiliki sensitivitas emosional tinggi.
Namun, tetap berpotensi besar apabila mendapatkan pola pengasuhan yang adaptif, komunikasi yang positif, dan dukungan kesehatan mental sejak dini.
Kepala MTs Negeri Kota Pasuruan, Latiful Hidayat, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin bersama STIKES Widyagama Husada Malang.
Menurutnya, seminar ini memberikan perspektif baru bahwa kesehatan jiwa bukan hanya menjadi isu layanan kesehatan, tetapi juga bagian penting dari ekosistem pendidikan.
“Kami melihat kegiatan ini sebagai langkah awal yang sangat strategis. Sekolah tidak cukup hanya mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga perlu membangun lingkungan yang mendukung kesehatan mental seluruh warga sekolah, termasuk para orang tua. Oleh karena itu, kami menyambut baik kerja sama berkelanjutan dengan STIKES Widyagama Husada Malang," ujarnya.
Lebih lanjut, Latiful Hidayat mengungkapkan bahwa hasil seminar ini akan menjadi embrio pengembangan Sekolah Sehat Jiwa di MTs Negeri Kota Pasuruan.
Program tersebut direncanakan berkembang melalui berbagai kegiatan edukatif seperti skrining kesehatan mental, pelatihan pengasuhan positif, pendampingan psikososial, promosi kesehatan jiwa berbasis sekolah, hingga penguatan kapasitas guru dan orang tua dalam membangun lingkungan belajar yang sehat secara psikologis.

Kerja sama antara MTs Negeri Kota Pasuruan dan STIKES Widyagama Husada Malang diharapkan tidak berhenti pada seminar semata. Namun, berkembang menjadi model inovasi pelayanan promotif dan preventif kesehatan jiwa di lingkungan sekolah yang dapat direplikasi pada madrasah lain di Kota Pasuruan.
Melalui sinergi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kota Pasuruan, upaya membangun budaya pengasuhan sehat dan sekolah yang peduli terhadap kesehatan jiwa diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara emosional, sehat secara fisik, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


