Pasbana - Jauh sebelum peta-peta kolonial membelah wilayah Nusantara, sebuah tatanan masyarakat telah tumbuh di kaki Gunung Si Goentang Goentang. Di kawasan yang kini menjadi bagian dari pedalaman Sumatra itu, Suku Dua Belas Koto membangun kehidupan yang berlandaskan adat, musyawarah, dan penghormatan terhadap alam. Bagi mereka, hutan bukan sekadar sumber penghidupan, melainkan ruang kehidupan yang harus dijaga bersama.
Catatan sejarah yang berasal dari arsip kolonial Hindia Belanda, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia modern oleh Arul Dt. Rajo Muko, Panghulu Adat Kenagarian Tanjung Balik, membuka jendela tentang bagaimana masyarakat ini mengatur pemerintahannya jauh sebelum sistem administrasi modern diperkenalkan.
Wilayah Suku Dua Belas Koto terbentang dari kaki Gunung Si Goentang Goentang hingga kawasan Pasimpai, meliputi puluhan kampung yang dipimpin oleh para penghulu adat. Di puncak struktur pemerintahan berdiri seorang raja.
Baca Selengkapnya

