Tanya siapa pun soal kota terbaik untuk kuliah di Indonesia, hampir pasti jawabannya adalah Yogyakarta.
Survei GoodStats pada April 2026 membuktikan itu. Dari 1.000 responden, 63% memilih Yogyakarta sebagai kota pendidikan favorit. Posisi ini bahkan konsisten sejak survei serupa pada 2022.
Tapi kalau kita buka data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) 2025, peta pendidikan di Indonesia rupanya lebih kompleks dan variatif. Walaupun unggul dari segi pilihan masyarakat, Yogyakarta bukan yang terbanyak dalam hal jumlah kampus, dosen, maupun mahasiswa aktif.
Lantas, apa sebenarnya yang membuat suatu kota layak disebut pusat pendidikan?
Jogja Unggul di Kualitas, Bukan Kuantitas
Ada alasan kuat mengapa Yogyakarta selalu menang di survei persepsi.
UGM adalah kampus yang jadi magnet utama. Dalam QS World University Rankings 2026, UGM berada di peringkat 224 dunia dari 1.501 universitas yang dievaluasi. Posisi ini naik 15 peringkat dari posisi 239 tahun sebelumnya, sekaligus pencapaian tertinggi UGM dalam 16 tahun terakhir. Di antara seluruh universitas Indonesia, UGM menempati posisi pertama untuk indikator Reputasi Akademik dan Keberlanjutan.
Tidak hanya itu. Dalam QS WUR by Subject 2026, UGM berhasil menempatkan 28 bidang ilmunya dalam pemeringkatan global, dengan tiga bidang masuk 100 besar dunia. Salah satunya adalah Theology, Divinity & Religious Studies yang bertengger di peringkat 45 dunia.
Ekosistem pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta itu juga ditopang kampus-kampus lain seperti UNY, UII, hingga ISI Yogyakarta. Wajar jika publik mengasosiasikan kota ini dengan kualitas akademik yang tinggi.
Hal ini didukung oleh hasil dari survei GoodStats yang mencatat bahwa alasan utama pelajar memilih kota studi adalah kualitas kampus (82%), bukan biaya hidup atau fasilitas hiburan. Di sinilah Yogyakarta menang telak.
Dari sisi kepadatan profesor pun, DI Yogyakarta memimpin seluruh Pulau Jawa dengan 29,43 profesor per 100.000 penduduk. Angka ini jauh di atas DKI Jakarta yang berada di posisi kedua dengan 12,53 per 100.000 penduduk, berdasarkan data Kemdiktisaintek 2025.
Tapi Soal Jumlah, Kota Lain Justru Lebih Besar
Di luar persepsi, data kuantitatif menunjukkan fakta yang berbeda. Yogyakarta tidak lagi berada di urutan nomor satu.
Jumlah mahasiswa aktif, misalnya. Banten memimpin nasional dengan 1,96 juta mahasiswa pada 2025, jauh di atas Jawa Timur (1,28 juta) dan Jawa Barat (1,1 juta). DI Yogyakarta? Berada di posisi ketujuh dengan 487.200 mahasiswa, jauh lebih kecil secara absolut.
Lalu terkait jumlah dosen, Jawa Timur unggul dengan 44.144 dosen, disusul Jawa Barat (39.761) dan DKI Jakarta (31.402). DI Yogyakarta mencatat 15.054 dosen. Angka ini cukup besar untuk ukuran provinsi kecil, tapi bukan yang tertinggi.
Terakhir, dari segi jumlah program studi. Jawa Timur kembali memimpin dengan 5.105 program studi dari total 34.711 program studi nasional. DI Yogyakarta hanya memiliki 1.501 program studi yang membawanya berada di posisi ketujuh.
Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa secara kuantitas, Jawa Timur dan Jawa Barat adalah dua provinsi yang paling dominan di hampir semua indikator.
Dua Cara Membaca "Kota Pendidikan"
Dari data tersebut, setidaknya ada dua kesimpulan yang bisa diambil. Yogyakarta unggul dalam hal kualitas dan kepadatan akademik. Yogyakarta punya banyak profesor, kampus-kampus bereputasi nasional, dan ekosistem yang sudah lama terbentuk. Wajar jika persepsi publik menempatkannya di puncak.
Sementara Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten unggul dalam skala dan kapasitas. Daerah tersebut lebih banyak mahasiswa, lebih banyak dosen, lebih banyak pilihan program studi.
Keduanya adalah ukuran yang sah. Tapi keduanya juga berbicara tentang hal yang berbeda.
Bagi calon mahasiswa, pilihan kota bukan soal siapa yang "terbaik" secara absolut. Kota dengan banyak kampus berarti lebih banyak pilihan. Kota dengan kepadatan profesor tinggi berarti lingkungan akademik yang lebih kuat. Kota dengan biaya hidup terjangkau berarti beban finansial yang lebih ringanāfaktor yang dipilih 42% responden survei GoodStats.
Jadi, Kota Mana yang Akan Jadi Tempatmu Mengejar Pendidikan?
Yogyakarta layak jadi favorit. Tapi kota pendidikan terbaik adalah pertanyaan yang jawabannya bergantung pada apa yang kamu cari.
Kalau kamu ingin lingkungan akademik yang padat dan berkualitas, Yogyakarta sulit ditandingi. Kalau kamu butuh lebih banyak pilihan kampus dan program studi, Jawa Timur dan Jawa Barat punya lebih banyak yang ditawarkan.
Yang jelas, dengan 4.416 perguruan tinggi dan 34.711 program studi tersebar di seluruh Indonesia, tidak ada lagi alasan untuk hanya melihat pendidikan tinggi dari satu sudut pandang saja.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


