global volunteer x kkn jadi ruang eksplorasi diri sembari berdampak untuk sesama - News | Good News From Indonesia 2026

Global Volunteer x KKN jadi Ruang Eksplorasi Diri sembari Berdampak untuk Sesama

Global Volunteer x KKN jadi Ruang Eksplorasi Diri sembari Berdampak untuk Sesama
images info

sumber: AIESEC in UNS


Mengajar di Vietnam, berdiskusi dengan siswa di Korea Selatan, atau terlibat dalam proyek sosial di Mesir mungkin terdengar seperti pengalaman yang hanya bisa diperoleh melalui program studi luar negeri.

Namun, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) kini memiliki kesempatan untuk merasakan pengalaman tersebut melalui Global Volunteer x KKN (GVxKKN) yang dihadirkan oleh AIESEC in UNS.

Program ini memungkinkan mahasiswa menjalankan kegiatan sukarelawan internasional selama enam hingga delapan minggu sekaligus memperoleh rekognisi KKN.

Dengan kata lain, mahasiswa dapat memenuhi kewajiban akademik sambil mendapatkan pengalaman global yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

GVxKKN dirancang sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang tidak terbatas pada lingkup lokal. Peserta akan ditempatkan dalam berbagai proyek sosial yang berfokus pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di sejumlah negara tujuan, seperti Thailand, Vietnam, Mesir, Korea Selatan, India, dan negara lainnya.

Salah satu daya tarik utama program ini adalah konversi SKS KKN. Melalui skema tersebut, mahasiswa tetap dapat mencapai tujuan pembelajaran KKN melalui keterlibatan langsung dalam proyek sosial di luar negeri.

baca juga

Pengalaman internasional yang diperoleh tidak hanya menjadi nilai tambah secara personal, tetapi juga dapat diintegrasikan dengan persyaratan akademik yang berlaku di kampus.

Selain memberikan manfaat akademik, GVxKKN juga menjadi ruang pengembangan diri bagi mahasiswa. Selama menjalankan proyek, peserta akan dihadapkan pada berbagai situasi nyata yang mendorong peningkatan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta pemecahan masalah.

Berkolaborasi dengan masyarakat lokal dan relawan dari berbagai negara turut membantu peserta membangun pemahaman lintas budaya serta memperkuat perspektif global.

Program ini juga menawarkan dampak langsung bagi komunitas yang menjadi lokasi proyek. Peserta tidak hanya datang sebagai pengunjung, tetapi terlibat secara aktif dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat memahami berbagai tantangan sosial dan lingkungan dari sudut pandang yang lebih luas sekaligus berkontribusi melalui tindakan nyata.

Beragam proyek tersedia sesuai dengan isu yang ingin didukung peserta. Pada SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, mahasiswa dapat bergabung dalam proyek Global Classroom.

Proyek ini memberikan kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan pendidikan dan pertukaran pengetahuan bersama siswa maupun masyarakat di negara tujuan.

Bagi mahasiswa yang pernah membayangkan mengajar di Vietnam atau berbagi pengalaman dengan pelajar di Korea Selatan, proyek ini menjadi salah satu pilihan yang menarik.

Sementara itu, mahasiswa yang memiliki perhatian terhadap isu kesetaraan gender dapat berpartisipasi dalam proyek Heartbeat yang mendukung SDG 3. Proyek ini berfokus pada peningkatan kesadaran mengenai kesehatan.

Pilihan lain tersedia melalui proyek Skill Up! yang mendukung SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Melalui proyek ini, peserta terlibat dalam kegiatan pengembangan keterampilan yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja global.

baca juga

Menariknya, pengalaman yang diperoleh melalui GVxKKN juga relevan dengan berbagai latar belakang keilmuan di UNS. Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, Sosiologi, Manajemen, Sastra Inggris, Arsitektur, Bisnis Digital, Teknik Industri, dan berbagai program studi lainnya dapat menemukan proyek yang selaras dengan minat serta kompetensi mereka.

Melalui GVxKKN, AIESEC in UNS membuka peluang bagi mahasiswa untuk menjadikan masa KKN sebagai pengalaman yang lebih luas dari sekadar pengabdian konvensional.

Bukan hanya belajar tentang dunia, tetapi juga terlibat langsung di dalamnya. Dari ruang kelas di Surakarta hingga komunitas di berbagai negara, mahasiswa dapat membawa dampak sekaligus pulang dengan perspektif baru yang akan berguna sepanjang hidup mereka.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.