Di tengah mendesaknya isu perubahan iklim global, generasi muda dituntut tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga motor penggerak solusi berkelanjutan. Semangat inilah yang melandasi AIESEC in President University saat menggelar program inklusif mereka.
Melalui payung besar Engaging with AIESEC & Brand Activation (EwA&BA), rangkaian kegiatan membangun pemimpin masa depan bertajuk AIESEC Future Leaders (AFL) Summer Peak 2026 resmi menggeliat.
Setelah melewati hari pengenalan, AFL Summer melangkah ke tahap krusial pertamanya: Capacity Building 1 (CB 1). Mengambil tempat langsung secara tatap muka di lingkungan kampus President University pada 25 April lalu, ruang teater dipenuhi oleh energi positif dari sekitar 32 peserta dan panitia yang hadir.
Selama tiga jam penuh, mulai pukul 09.30 hingga 12.30 WIB, atmosfer ruangan terasa begitu hidup, interaktif, dan dipenuhi rasa ingin tahu yang besar dari para delegasi muda.
Fokus utama pada sesi perdana ini adalah membedah Sustainable Development Goals (SDGs) serta membaca market insight atau wawasan pasar di masa depan.
Menariknya, AIESEC in President University membawa pulang salah satu alumnus terbaiknya, Andreas Pandu Wirawan (Angkatan 2011), sebagai pembicara utama.
Saat ini, Pandu berkiprah sebagai Co-Founder sekaligus Chief Commercial Officer (CCO) di startup bernama Ecoxyztem, sebuah perusahaan climate-tech venture builder terkemuka di Indonesia.
Kehadiran sosok profesional yang memahami lanskap industri hijau ini memberikan perspektif riil dan berharga bagi para peserta.
Menghadapi Realita Tantangan Lingkungan di Indonesia
Dalam pemaparannya yang komprehensif, Pandu menggarisbawahi pentingnya pencapaian target-target SDGs di Indonesia.
Beliau memaparkan data dan fakta mengenai berbagai tantangan lingkungan yang masih membayangi negeri ini, mulai dari krisis perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem hingga kompleksitas pengelolaan limbah domestik maupun industri.
Meskipun laporan menunjukkan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai sebagian besar target makro SDGs, realita di lapangan membuktikan bahwa perjuangan belum usai.
Masih diperlukan akselerasi serta keterlibatan aktif dari berbagai sektor untuk mengatasi isu-isu sosial dan lingkungan yang kian mendalam.
Di sinilah peran inovasi, teknologi, dan kewirausahaan berbasis lingkungan (ecopreneurship) menjadi pilar krusial untuk menjembatani celah yang ada.
"Tantangan lingkungan yang kita hadapi hari ini tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara lama. Kita membutuhkan integrasi mendalam antara inovasi teknologi dan semangat kewirausahaan untuk menciptakan solusi yang benar-benar berdampak luas," ujar Andreas Pandu Wirawan di sela-sela pemaparan materinya.
Beliau juga menambahkan bahwa penyelesaian masalah ini tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan ekosistem yang solid.
"Melalui kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, startup, investor, hingga masyarakat umum, berbagai peluang bisnis berkelanjutan dapat dikembangkan secara optimal. Ini adalah kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi bumi," lanjutnya.
Membentuk Jiwa Kepemimpinan Pemuda untuk Industri Masa Depan
Esensi utama dari kehadiran AFL Summer ini adalah membekali delegates dengan edukasi taktis yang membantu mereka merancang masa depan yang menunggu mereka. Mempertemukan para mahasiswa secara langsung dengan praktisi ahli di bidang spesifik terbukti membuka cakrawala berpikir baru.
Para peserta tidak hanya belajar teori di atas kertas, tetapi juga melihat bagaimana industri hijau bekerja di dunia nyata.
Pemahaman mendalam mengenai SDGs dan dinamika pasar global ini secara tidak langsung membentuk kapasitas kepemimpinan yang adaptif bagi para delegasi. Pemimpin masa depan dituntut untuk peka terhadap isu keberlanjutan dan mampu melihat celah bisnis di tengah krisis.
Melalui sesi Capacity Building pertama ini, benih-benih kepemimpinan tersebut mulai dipupuk agar delegates memiliki modal kuat untuk melangkah ke sesi AFL Summer berikutnya.
Sebagai tindak lanjut dari pembekalan materi berbobot ini, para peserta diharapkan mampu mengkonversikan wawasan teoritis ini menjadi sebuah rancangan aksi nyata.
Implementasi gagasan kreatif berupa solusi bisnis hijau atau kampanye kesadaran lingkungan menjadi target output jangka panjang yang dinantikan dari tangan dingin para calon pemimpin muda ini.
Langkah awal di capacity Building 1 ini menjadi bukti nyata komitmen AIESEC in President University dalam terus menyediakan wadah esensial bagi pengembangan potensi kepemimpinan pemuda Indonesia yang peka terhadap masa depan bumi.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


