aiesec in uns dorong roda ekonomi pemuda surakarta lewat inovasi bisnis di aiesec future leader 2026 - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in UNS Dorong Roda Ekonomi Pemuda Surakarta lewat Inovasi Bisnis di AIESEC Future Leader 2026

AIESEC in UNS Dorong Roda Ekonomi Pemuda Surakarta lewat Inovasi Bisnis di AIESEC Future Leader 2026
images info

sumber: AIESEC in UNS


Setiap negara pasti tidak akan bertahan tanpa adanya perputaran ekonomi yang stabil. Kontribusi yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk menyeimbangkan hal tersebut adalah dengan menjadi roda penggerak, salah satunya berbisnis.

Apakah Kawan GNFI pernah ada yang bermimpi untuk menjadi pelaku usaha? Jika pernah, simak cerita di bawah ini!

Membangun sebuah bisnis yang sukses tentu tidak dapat dilakukan dalam semalam. Diperlukan berbagai kemampuan agar usaha yang dirintis mampu bertahan di tengah persaingan pasar global. Menjawab kebutuhan tersebut, AIESEC in UNS dengan programnya, yaitu AIESEC Future Leaders (AFL) baru saja menggelar kegiatan yang dihadiri para calon wirausaha muda melalui agenda Final Project Presentation yang dilaksanakan pada 6 Juni 2026 lalu.

Mengangkat tema besar "Global Impactpreneur Summit," sesi ini menjadi ruang bagi para peserta untuk mempraktikkan dan mengimplementasikan empat materi Capacity Building yang telah mereka dapatkan selama mengikuti rangkaian program AFL 2026.

baca juga

Selama kurang lebih tiga minggu, para peserta yang terbagi dalam beberapa coaching group berhasil membuat ide bisnis inovatif yang berfokus pada penyelesaian isu sosial dan lingkungan di Indonesia.

Berbeda dari presentasi biasanya, kegiatan kali ini dikemas dalam bentuk interactive exhibition. Melalui konsep pameran ini, terdapat delapan kelompok yang akan menampilkan ide bisnis unik mereka. Namun, para peserta tidak hanya memaparkan rencana bisnis di depan juri saja, melainkan mereka juga diberikan kesempatan untuk saling mengunjungi stan kelompok lain.

Suasana ini menciptakan ruang diskusi yang positif untuk bertukar wawasan dan mendapatkan perspektif baru mengenai pentingnya impact-driven entrepreneurship.

Seluruh ide bisnis yang dipamerkan oleh setiap kelompok, kemudian diuji dan dinilai oleh dewan juri, yakni Fredyta Purnomo Aji, S.E. Proses penilaian dilakukan secara adil dengan melihat beberapa komponen penilaian, mulai dari kesesuaian antara masalah dan solusi, relevansi dengan Sustainable Development Goals (SDGs), kedalaman analisis pasar, keberlanjutan model bisnis (business sustainability), kelayakan ide, sampai efektivitas penyampaian presentasi.

Setelah sesi pemaparan selesai, juri langsung melakukan sesi tanya jawab untuk menggali lebih dalam konsep bisnis dari setiap kelompok. Sesi ini sekaligus menjadi bagian penting untuk menguji kemampuan peserta dalam menjelaskan dan mempertahankan argumen masing-masing.

Tidak berhenti di situ, dewan juri juga memberikan feedback secara langsung kepada setiap kelompok sebagai bahan evaluasi.

Langkah ini sangat berharga bagi peserta untuk memahami aspek apa saja yang masih perlu ditingkatkan dalam pengembangan bisnis mereka ke depannya.

Keseriusan para peserta dibuktikan oleh adanya prototipe produk mereka. Tujuannya adalah untuk ditunjukkan langsung kepada juri. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan yang diucapkan salah satu peserta.

“Jujur, tidak menyangka bisa seserius ini mengerjakan tugas business plan ini. Kami sama-sama enjoy dalam merencanakannya, makanya bisa sampai membuat aplikasi dan prototipe ini. Kami juga memiliki keinginan untuk melanjutkan ide ini ke PKM,” tutur CEO dari Kelompok 6 yang mengusung ide bisnis bernama Arume Perfume.

baca juga

Keinginan kuat dari kelompok Arume Perfume untuk membawa proyek mereka ke tingkat yang lebih tinggi menunjukkan bahwa program ini berhasil mendorong generasi muda untuk menciptakan ide bisnis yang potensial.

Rangkaian acara pun ditutup dengan pengumuman pemenang konsep bisnis terbaik. Posisi ketiga diraih oleh kelompok dengan ide makanan bergizi mahasiswa, disusul urutan kedua oleh inovasi kompos ramah lingkungan. Sementara itu, juara pertama sukses diraih oleh usaha parfum beraroma berbasis aplikasi, yaitu Arume Perfume.

Kesuksesan program ini tentu tidak lepas dari dukungan para mitra, seperti OCTO CIMB Niaga, Saluran Sebelas, Peta Careers, Oh Be Shine, Ousean, BEM Psikologi UMS, Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital UNS, Natureline, Jenni Bakery, dan Kopi Sahabat Kita. 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.