Dalam dunia usaha, setiap pelaku bisnis memiliki cara pandang yang berbeda dalam membangun dan mengembangkan usahanya.
Ada yang berfokus pada pertumbuhan finansial, ada pula yang menempatkan dampak sosial sebagai bagian penting dari perjalanan bisnis.
Salah satu pelaku usaha di sektor perjalanan adalah Sagara Rizal, Owner Garasi Travel, yang memulai bisnisnya dari minat pribadi di bidang perjalanan. Dalam perjalanannya, bisnis tersebut berkembang secara bertahap.
Meski belum dalam skala besar, usaha ini terus diupayakan untuk memberikan manfaat, baik bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya maupun masyarakat luas di Indonesia.
Dalam sebuah kesempatan refleksi perjalanan bisnis, Sagara Rizal menyampaikan tiga prinsip utama yang menjadi pegangan dalam menjalankan usaha hingga saat ini.
Bisnis sebagai Sarana Menciptakan Manfaat
Prinsip pertama yang dipegang oleh Sagara Rizal adalah bahwa bisnis tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menghasilkan keuntungan, tetapi juga sebagai sarana untuk memberikan manfaat bagi banyak orang.
“Profit itu penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana bisnis bermanfaat buat banyak orang," sebutnya dalam wawancara.
Pandangan ini menempatkan bisnis sebagai bagian dari ekosistem sosial yang lebih luas. Artinya, setiap aktivitas usaha diharapkan tidak hanya memberikan nilai ekonomi bagi pemiliknya. Namun, juga memberikan dampak bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya, seperti karyawan, mitra kerja, hingga masyarakat sekitar.
Dalam praktiknya, pendekatan ini juga tercermin melalui berbagai aktivitas sosial yang dilakukan, seperti kegiatan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Mendorong Ekosistem Saling Mendukung
Prinsip kedua berkaitan dengan pentingnya membangun ekosistem yang saling mendukung, terutama dalam lingkaran terdekat.
Menurut Sagara Rizal, pertumbuhan bisnis tidak dapat dilepaskan dari dukungan orang-orang di sekitar. Kepercayaan dan kolaborasi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan sebuah usaha.
Di Indonesia, banyak usaha yang berkembang bukan hanya karena kekuatan internal, tetapi juga karena adanya dukungan dari lingkungan terdekat.
Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem bisnis tidak hanya dibangun melalui persaingan, tetapi juga melalui kerja sama yang saling menguatkan.
Dengan adanya dukungan tersebut, dampak yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh masyarakat yang lebih luas, termasuk dalam bentuk terciptanya peluang kerja.
Rezeki, Tanggung Jawab, dan Nilai Berbagi

Prinsip ketiga yang disampaikan Sagara Rizal berkaitan dengan makna rezeki dan tanggung jawab sosial.
“Ingat, dalam setiap rezeki yang kamu dapat, ada jatah orang lain yang harus kamu bagi,” imbuhnya.
Menurutnya, setiap pencapaian dalam bisnis tidak terlepas dari peran banyak pihak. Oleh karena itu, terdapat tanggung jawab moral untuk berbagi sebagian dari hasil yang diperoleh kepada mereka yang membutuhkan.
Nilai ini juga tercermin dalam berbagai kegiatan sosial yang dilakukan, termasuk santunan kepada anak yatim dalam momentum perjalanan bisnis tersebut. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa bisnis tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan, tetapi juga tentang kepedulian.
Bisnis yang Tumbuh dan Memberi Dampak bagi Indonesia
Lebih dari sekadar aktivitas ekonomi, Sagara Rizal memandang bisnis sebagai bagian dari kontribusi terhadap Indonesia. Dalam skala yang masih terus berkembang, usaha yang dijalankan diharapkan dapat memberikan dampak nyata, salah satunya melalui penciptaan lapangan kerja.
Selain itu, terdapat pula harapan agar bisnis yang dijalankan dapat ikut memperkenalkan keindahan Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas melalui aktivitas perjalanan, sekaligus berkontribusi dalam mengangkat citra Indonesia di tingkat internasional.
Meski masih dalam tahap pertumbuhan, prinsip yang dipegang sejak awal menunjukkan bahwa bisnis tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada nilai dan manfaat yang dihasilkan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


