Selama ini, program sponsorship anak umumnya diawali dengan keputusan orang dewasa untuk memilih anak yang akan didukung. Namun, pendekatan tersebut kini mulai bergeser melalui kampanye "Chosen: Child's Choice", sebuah program yang memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih sendiri sponsor mereka.
Kampanye ini diluncurkan Wahana Visi Indonesia di Jakarta pada Selasa (23/6/2026) dan menjadi bagian dari gerakan global yang telah diterapkan di sejumlah negara. Berbeda dengan pola sponsorship konvensional, program ini menempatkan anak sebagai pihak yang mengambil keputusan pertama. Pendekatan tersebut bertujuan menghormati hak anak untuk berpartisipasi dalam hal-hal yang berkaitan dengan kehidupannya sekaligus membangun hubungan yang lebih personal antara anak dan sponsor.
Tantangan Anak Indonesia Masih Besar
Peluncuran kampanye ini juga menyoroti berbagai persoalan yang masih dihadapi anak-anak di Indonesia. Berdasarkan laporan Child Poverty in Indonesia and Multidimensional Child Right Deprivation in Indonesia 2025, sebanyak 11,8 persen anak hidup di bawah garis kemiskinan nasional. Selain itu, Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) mencatat terdapat 15.396 kasus kekerasan terhadap anak sepanjang 2025. Di bidang kesehatan, Survei Status Gizi Indonesia 2024 menunjukkan satu dari lima bayi masih mengalami stunting.
National Director Wahana Visi Indonesia, Angelina Theodora, mengatakan persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena tidak mungkin diselesaikan oleh satu lembaga atau pemerintah saja.
"Sebanyak 11,8% anak hidup di bawah garis kemiskinan nasional, terdapat 15.396 kasus kekerasan terhadap anak selama 2025, serta satu dari lima bayi mengalami stunting. Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan satu pihak saja dan butuh kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk partisipasi langsung dari masyarakat," ujar Angelina.
Ia menambahkan, melalui pendekatan seperti "Chosen", masyarakat dapat berpartisipasi dalam mendukung upaya peningkatan kualitas hidup anak melalui berbagai program pembangunan masyarakat.
"Melalui Chosen, kami berharap banyak orang turut berpartisipasi mendukung anak-anak yang membutuhkan, karena kami percaya bahwa setiap anak berhak mengalami hidup utuh yang sepenuhnya," katanya.
Anak Menjadi Pihak yang Memilih
Dalam program ini, calon sponsor terlebih dahulu mengirimkan foto diri mereka. Foto-foto tersebut kemudian diperlihatkan kepada anak-anak dalam sebuah kegiatan komunitas yang disebut Chosen Party.
Anak-anak kemudian memilih sendiri sponsor yang mereka inginkan. Sekitar satu bulan setelah proses tersebut, sponsor akan menerima foto anak yang telah memilih mereka beserta surat yang menjelaskan alasan di balik pilihan itu.
Model ini dinilai menghadirkan pengalaman yang berbeda dibandingkan sponsorship pada umumnya. Hubungan antara sponsor dan anak tidak dimulai dari keputusan orang dewasa, melainkan dari pilihan yang dibuat oleh anak itu sendiri. Selain memberikan dukungan kepada anak, program ini juga mendukung berbagai inisiatif pembangunan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan dan gizi, penyediaan air bersih dan sanitasi, pengembangan mata pencaharian keluarga, hingga perlindungan anak dengan melibatkan keluarga dan komunitas setempat.
Lee Jun ho Bagikan Pengalaman Menjadi Sponsor Selama 16 Tahun
Peluncuran kampanye ini juga mendapat dukungan dari Duta World Vision International, Lee Jun ho. Aktor dan penyanyi asal Korea Selatan tersebut telah menjadi sponsor anak selama 16 tahun dan membagikan pandangannya mengenai pendekatan baru yang diusung melalui "Chosen".
"Sebuah hubungan seumur hidup yang dimulai dari satu foto menjadikan kampanye ini sangat istimewa," ujar Lee Jun ho.
Menurutnya, konsep tersebut memberikan makna baru dalam program sponsorship karena hubungan antara sponsor dan anak berawal dari pilihan yang dibuat oleh anak.
"Saya berharap banyak orang dapat ikut serta dalam perjalanan bermakna yang dimulai dari pilihan seorang anak," lanjutnya.
Sebagai bentuk apresiasi, sponsor baru yang bergabung dalam kampanye ini akan menerima kartu pos bergambar Lee Jun ho. Kartu tersebut menjadi simbol bahwa sebuah hubungan dapat dimulai dari satu foto yang dipilih oleh seorang anak.
Sudah Diikuti Puluhan Ribu Sponsor di Berbagai Negara
Kampanye "Chosen" pertama kali diperkenalkan di Korea Selatan sebelum diperluas ke enam kantor World Vision lainnya di Asia, yaitu Indonesia, Taiwan, Singapura, Jepang, Thailand, dan Filipina.
Di tingkat global, program ini telah diikuti sekitar 50.000 sponsor yang mendukung anak-anak di berbagai negara, seperti Uganda, Ghana, Kenya, dan Ethiopia. Dari kalangan organisasi nonpemerintah (NGO), "Chosen" disebut sebagai program sponsorship pertama yang memberikan hak memilih kepada anak.
Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi anak-anak, pendekatan ini menawarkan perspektif baru bahwa bantuan tidak hanya berkaitan dengan dukungan finansial. Memberikan ruang bagi anak untuk menentukan pilihan juga menjadi bagian dari upaya menghormati hak mereka untuk berpartisipasi dalam keputusan yang menyangkut kehidupan mereka, sekaligus membangun hubungan yang dimulai atas dasar pilihan sang anak sendiri.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


