mahasiswa magang hibah jarpak plb fkip uns ajak warga psaa pemalang olah nasi sisa menjadi cengkaruk - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa Magang HIBAH JARPAK PLB FKIP UNS Ajak Warga PSAA Pemalang Olah Nasi Sisa jadi Cengkaruk

Mahasiswa Magang HIBAH JARPAK PLB FKIP UNS Ajak Warga PSAA Pemalang Olah Nasi Sisa jadi Cengkaruk
images info

Mahasiswa foto bersama warga PSAA Pemalang | Mahasiswa


Halo, Kawan GNFI!

Tahukah kamu, sisa nasi rumah tangga yang sering dianggap tidak bernilai ternyata dapat diolah kembali menjadi produk pangan yang bermanfaat? Selain membantu mengurangi limbah makanan, pemanfaatan nasi sisa juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Berangkat dari gagasan tersebut, mahasiswa Magang HIBAH JARPAK Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) FKIP UNS menggelar kegiatan sosialisasi pengolahan cengkaruk di Asrama Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Pemalang pada 12 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga asrama dengan antusias.

Program pemberdayaan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya sisa nasi rumah tangga yang berakhir menjadi limbah. Padahal, nasi sisa yang masih layak konsumsi dapat diolah menjadi cengkaruk, camilan tradisional berbahan dasar nasi kering yang memiliki cita rasa gurih dan digemari berbagai kalangan.

Mengurangi Limbah, Meningkatkan Nilai Pangan

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengurangi pemborosan makanan sekaligus memanfaatkan sumber daya pangan secara lebih bijak.

Mahasiswa memulai kegiatan dengan memberikan edukasi mengenai pengelolaan limbah makanan dan potensi ekonomi dari olahan pangan sederhana.

Selain membahas aspek lingkungan, mahasiswa juga menjelaskan bahwa cengkaruk memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk usaha skala rumahan.

baca juga

Dengan bahan baku yang mudah diperoleh dan proses produksi yang relatif sederhana, camilan tradisional ini dapat menjadi alternatif usaha yang dapat dijalankan oleh masyarakat.

Melalui pemanfaatan bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah, masyarakat dapat menciptakan produk bernilai tambah sekaligus meningkatkan produktivitas sehari-hari.

Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan.

Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga belajar memahami kebutuhan dan potensi yang dimiliki oleh warga asrama.

Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa dalam melaksanakan program pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Tidak hanya itu, kegiatan berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Selama proses praktik, peserta terlihat aktif bertanya mengenai teknik pengolahan, cara penyimpanan, hingga peluang pemasaran produk apabila cengkaruk diproduksi dalam jumlah yang lebih besar.

Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki minat yang tinggi terhadap kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Praktik Langsung Pembuatan Cengkaruk

Setelah sesi materi selesai, peserta diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan cengkaruk. Tahapan yang dilakukan meliputi pengumpulan nasi sisa, proses pengeringan, hingga pengolahan menjadi camilan siap konsumsi.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Warga asrama tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memahami bahwa bahan pangan sederhana dapat memiliki nilai tambah apabila diolah secara kreatif.

Warga PSAA Pemalang mempraktikkan pembuatan cengkaruk | Mahasiswa
info gambar

Warga PSAA Pemalang mempraktikkan pembuatan cengkaruk | Mahasiswa


Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengurangi limbah makanan, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dikembangkan menjadi usaha rumahan yang bernilai ekonomis.

Sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan, program ini juga mendukung upaya pengurangan sampah makanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan berbasis potensi lokal.

baca juga

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Magang HIBAH JARPAK PLB FKIP UNS berharap dapat terus menghadirkan inovasi pemberdayaan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun lingkungan.

Bagaimana menurut Kawan GNFI? Langkah sederhana seperti mengolah kembali sisa makanan dapat menjadi kontribusi kecil yang berdampak besar bagi lingkungan. Yuk, mulai kurangi limbah makanan dari rumah!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

ID
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.