Halo Kawan GNFI, tahukah kamu kisah inspiratif dari mendiang David Bowie di balik gemerlap panggung musik dunia? Sosok legendaris yang dikenal dengan karya-karya revolusionernya ini ternyata memiliki tempat khusus di hatinya untuk Indonesia.
Bagi para pencinta musik rock dan pop klasik, nama pelantun lagu hit “Space Oddity” ini tentu sudah sangat familiar. Namun, siapa sangka bahwa sang rockstar menyimpan kekaguman yang begitu mendalam terhadap pesona alam Nusantara.
Ikatan emosionalnya dengan Nusantara bahkan melampaui sekadar destinasi wisata doang. Kecintaan tersebut merasuk ke dalam jiwa seninya dan terwujud secara nyata dalam berbagai lagu hingga jejak kehidupan pribadinya.
Mulai dari dedikasi merekam lagu berbahasa Indonesia, menghayati tradisi sakral keraton Jawa, hingga wasiat terakhirnya yang sangat menyentuh hati. Deretan fakta sejarah ini menjadi bukti betapa magisnya kekayaan budaya kita di mata salah satu seniman terbesar sepanjang masa.
Mengabadikan Indonesia dalam Karya Musik David Bowie
Kecintaan David Bowie terhadap Indonesia tidak hanya disimpannya sebagai memori liburan saja, tapi juga diabadikan langsung ke dalam karya musiknya. Kawan GNFI pasti bangga mengetahui bahwa sang legenda pernah secara khusus bernyanyi menggunakan bahasa Indonesia.
Pada tahun 1993, ia merilis lagu berjudul “Jangan Susahkan Hatiku”. Tembang ini merupakan versi bahasa Indonesia dari lagu “Don't Let Me Down & Down” yang tergabung di dalam album Black Tie White Noise.
Proses rekamannya pun dilakukan dengan dedikasi tinggi. Kala itu, Bowie mengundang musisi Tanah Air, Setiawan Djody, ke studio rekamannya di New York. Ia rela menghabiskan waktu hingga lima jam hanya demi menyempurnakan pelafalan dan aksen bahasa Indonesianya agar terdengar pas dengan melodi.
Selain menggunakan bahasa kita, pesona beberapa wilayah Nusantara juga sukses memantiknya dalam menulis lirik. Pada tahun 1984, ia berkolaborasi dengan musisi Iggy Pop merilis lagu “Tumble and Twirl” yang liriknya menceritakan kekaguman mereka saat menyusuri keindahan Kalimantan (Borneo).
Tidak berhenti di situ, pada tahun 1991, bersama grup bandnya saat itu, Tin Machine, Bowie menciptakan lagu yang sangat indah berjudul “Amlapura”.
Kawan mungkin sudah bisa menebaknya dari judul tersebut. Ya, lagu yang masuk ke dalam album Tin Machine II ini secara spesifik merujuk pada nama sebuah daerah yang asri dan menenangkan di Kabupaten Karangasem, Bali.
Ketertarikan David Bowie pada Budaya dan Spiritual Jawa
Pesona Nusantara di mata David Bowie rupanya tidak terbatas pada keindahan bentang alamnya saja. Sang musisi eksentrik ini ternyata juga sangat terpikat oleh kedalaman nilai spiritual dan tradisi luhur kebudayaan Jawa.
Mengutip Tempo, ketertarikan tersebut dibuktikan secara langsung lewat kunjungannya ke Surakarta (Solo) pada tahun 1991. Kala itu, Bowie datang berlibur bersama sang istri yang juga seorang supermodel dunia, Iman.
Didampingi oleh musisi Setiawan Djody, pasangan pesohor global ini hadir menyambangi Keraton Mangkunegaran dan Kasunanan Surakarta. Tujuan kedatangan mereka pun bukan sekadar pelesiran biasa.
Merujuk TheJakartaPost, kawan GNFI bisa mengetahui bahwa Bowie dan Iman secara khusus hadir untuk menyaksikan prosesi sakral Malam Satu Suro. Mereka berdua tampak begitu antusias mengamati jalannya peringatan malam pergantian tahun baru dalam penanggalan Jawa tersebut.
Lebih lanjut dalam catatannya, sang legenda musik dunia ini juga menyempatkan diri untuk menyaksikan ritual kirab pusaka yang digelar tepat pada tengah malam. Pengalaman syahdu di lingkungan keraton inilah yang diyakini semakin memperkuat kekagumannya terhadap mistisisme dan budaya leluhur Jawa.
Membangun “Indonesia di Karibia”
Kecintaan David Bowie terhadap Tanah Air ternyata tidak sebatas inspirasi bermusik. Mengutip TheJakartaPost, wujud nyata kekagumannya juga dituangkan ke dalam desain bangunan vila peristirahatan pribadinya yang terletak di Pulau Mustique, Karibia.
Bekerja sama dengan beberapa arsitek kenamaan, pelantun lagu “Heroes” ini merancang rumahnya layaknya sebuah miniatur Nusantara. Kawan GNFI, mahakarya arsitektur ini sukses memadukan keindahan dari berbagai daerah di Indonesia.
Merujuk pada penjelasan dalam Tatlerasia, bangunan utama vila Bowie sangat kental dengan nuansa Jawa karena mengadaptasi bentuk atap pendopo bergaya khas Joglo. Konsep ruangannya pun dirancang terbuka agar menyatu dengan alam.
Detail interior di dalamnya dijamin akan membuat kita takjub. Dinding ruangannya menggunakan penyekat gebyok, dipadukan dengan pintu berukir khas Bali, serta tiang-tiang yang dihiasi ukiran naga dan ornamen bergaya Sumbawa.
Lebih lanjut, rumah tersebut juga menggunakan material kayu jati yang didatangkan langsung dari Kudus. Sebagai sentuhan akhir, Bowie bahkan melengkapi dekorasi ruangannya dengan taplak meja bermotif batik rancangan desainer kenamaan Indonesia, Iwan Tirta.
Wasiat Terakhir David Bowie untuk Bali
Kedekatan batin David Bowie dengan Indonesia rupanya terus bertahan hingga akhir hayatnya. Mengutip artikel JetLagJane, sang legenda diketahui pertama kali menemukan kedamaian spiritual saat berlibur menyusuri keasrian Lembah Sidemen di Bali pada era 1980-an.
Keheningan alam dan pesona magis Pulau Dewata tampaknya meninggalkan kesan yang sangat mendalam di hatinya. Saking berartinya tempat tersebut, Bowie sampai menyertakan nama Bali ke dalam permintaan terakhirnya.
Merujuk pada laporan dari Indonesia-Investments, sebelum wafat pada Januari 2016 akibat kanker, sang musisi sempat menuliskan dokumen wasiat setebal 20 halaman. Di dalam dokumen penting tersebut, terungkap sebuah fakta emosional yang sukses mengejutkan banyak pihak.
Bowie secara khusus meminta agar jenazahnya dikremasi di Bali sesuai dengan tata cara ritual agama Buddha setempat. Ia juga menegaskan bahwa apabila prosesi kremasi tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan, ia tetap bersikeras agar abu jenazahnya disebarkan di Pulau Dewata.
Kenyataan memilukan sekaligus indah ini seolah menjadi bukti pamungkas bagi kita semua. Di ujung perjalanan panjang hidupnya, seorang rockstar dunia ternyata memilih pangkuan bumi Indonesia sebagai tempat peristirahatannya yang paling ideal.
Warisan Cinta Sang Legenda untuk Indonesia
Kisah perjalanan hidup mendiang David Bowie menjadi bukti nyata betapa luar biasanya daya magis Nusantara. Indonesia terbukti bukan sekadar destinasi persinggahan atau tempat liburan biasa bagi para pesohor dunia.
Semoga dedikasi sang legenda musik rock dalam mengabadikan budaya Tanah Air ini bisa semakin menumbuhkan rasa cinta Kawan GNFI terhadap kekayaan tradisi lokal yang kita miliki, ya!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


