5 runway terpanjang di asean ada bandara hang nadim batam dalam daftar - News | Good News From Indonesia 2026

5 Runway Terpanjang di ASEAN, Ada Bandara Hang Nadim Batam Dalam Daftar!

5 Runway Terpanjang di ASEAN, Ada Bandara Hang Nadim Batam Dalam Daftar!
images info

Ilustrasi pendaratan pesawat di runway | Unsplash/Pascal Meier


Runway atau landasan pacu adalah salah satu hal paling penting yang ada di bandara. Runway adalah jalur beraspal di bandara yang dibuat dan digunakan untuk lepas landas take-off) dan mendarat (landing) pesawat terbang.

Panjang runway di bandara berbeda-beda. Ada yang ukurannya kecil, hanya ratusan meter, yang diperuntukkan untuk pesawat kecil. Namun, ada pula yang panjangnya mencapai ribuan meter yang memang dibuat untuk pesawat berbadan lebar.

Berbicara soal runway, tahukah Kawan GNFI di mana landasan pacu pesawat terbang terpanjang di ASEAN? Ternyata, runway terpanjang di ASEAN ada di Myanmar, tepatnya di Bandara Internasional Mandalay. Bandara ini memiliki panjang sekitar 4.268 meter.

Lalu, negara ASEAN mana lagi yang memiliki runway super panjang?

5 Runway Terpanjang di ASEAN

Disadur dari Seasiastats, berikut adalah lima bandara di kawasan Asia Tenggara yang memiliki runway panjang:

  • Bandara Internasional Mandalay, Myanmar: 4.268 meter
  • Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia: 4.124 meter
  • Bandara Internasional Hang Nadim, Indonesia: 4.040 meter
  • Bandara Internasional Changi, Singapura: 4.000 meter
  • Bandara Internasional Suvarnabhumi, Thailand: 4.000 meter

Dari daftar di atas, terlihat bahwa Bandara Internasional Mandalay menjadi bandara dengan runway terpanjang di ASEAN. Degan panjang hampir 4,3 km, landasan pacu ini bisa melayani pesawat-pesawat berbadan besar di berbagai kondisi cuaca.

Myanmar sengaja menjadikan Bandara Internasional Mandalay sebagai titik transit regional sekaligus pemain kunci dalam lalu lintas udara jarak jauh (long-haul). Lokasi Myanmar yang strategis, dekat dengan Tiongkok, India, dan negara-negara tetangga ASEAN lain, membuat bandara ini memiliki potensi besar untuk menjadi pusat transit penerbangan.

baca juga

Bandara Hang Nadim, Bandara dengan Runway Terpanjang di Indonesia

Bandara Hang Nadim di Batam berdiri di lahan 1.762 hektare. Sementara itu, luas terminalnya mencapai 30.000 meter persegi. Dengan total panjang 4 kkm, Bandara Hang Nadim menjadi bandara dengan runway terpanjang di Indonesia.

Kawan GNFI, posisi Batam yang sangat strategis membuat bandara satu ini memiliki peran vital. Bandara Hang Nadim berfungsi sebagai infrastruktur yang dibuat untuk menarik investasi dari dalam dan luar negeri.

Uniknya, bandara yang diresmikan pada 1973 ini sebetulnya awalnya merupakan bandara khusus yang dibuat untuk menunjang operasional Pertamina. Di masa itu, panjang landasannya masih sangat pendek, hanya sekitar 700 meter saja.

Namun, demi mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan itu, tahun 1995 Bandara Hang Nadim bertransformasi menjadi bandara internasional. Bandara ini mulai melayani penerbangan dari dan menuju luar negeri.

Tak lama setelahnya, Bandara Hang Nadim juga resmi dijadikan sebagai Bandara Kelas Satu Utama. Bandara besar ini menjadi hub airport dan entry pot untuk penerbangan internasional yang masuk dan keluar Indonesia.

baca juga

Keberadaan Bandara Hang Nadim turut mendukung Batam yang sudah lama dijadikan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone. Dengan konsep ini, Bandara Hang Nadim dikembangkan sebagai pusat logistik yang melayani kegiatan logistik kargo ekspor-impor yang sudah dimulai sejak awal 2000-an.

Menariknya, Bandara Hang Nadim juga menjadi satu-satunya bandara di Idonesia yang menggunakan bahasa Korea di papan petunjuk informasinya. Hal ini dilakukan sebagai wujud kerja sama antara Bandara Hang Nadim dengan Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan.

Renovasi besar yang dilakukan di Bandara Hang Nadim pun didukung langsung oleh Bandara Incheon yang masuk ke dalam salah satu pemegang saham. Beberapa jajaran direksi Bandara Hang Nadim juga diisi oleh orang Korea Selatan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.