peran literasi media sosial dalam membentuk sikap bijak berinternet di smk tunas media - News | Good News From Indonesia 2026

Peran Literasi Media Sosial dalam Membentuk Sikap Bijak Berinternet di SMK Tunas Media

Peran Literasi Media Sosial dalam Membentuk Sikap Bijak Berinternet di SMK Tunas Media
images info

Dokumentasi PKM bersama siswa/i SMK Tunas Muda


Pada hari kamis, 13 November 2025 mahasiswa Universitas Pamulang mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMK Tunas Media. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya literasi media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Di era digital yang berkembang sangat pesat, siswa tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk bersikap bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan media sosial.

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan remaja, khususnya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Media sosial kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari, mulai dari berkomunikasi, mencari informasi, hingga mengekspresikan diri. Berbagai platform media sosial memberikan kemudahan dalam berbagi informasi secara cepat dan luas. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat berbagai risiko seperti penyebaran berita hoaks, cyberbullying, penipuan online, hingga kecanduan penggunaan media sosial yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan prestasi belajar siswa.

baca juga

Literasi media sosial menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Literasi ini tidak hanya mencakup kemampuan teknis dalam menggunakan media sosial, tetapi juga kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi yang diterima. Dalam kegiatan pengabdian ini, mahasiswa memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, mengenali ciri-ciri berita hoaks, serta memahami sumber informasi yang dapat dipercaya. Siswa juga diajarkan untuk tidak mudah terpengaruh oleh konten yang bersifat provokatif atau menyesatkan.

Selain itu, materi mengenai etika dalam bermedia sosial juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga sikap dan tutur kata saat berinteraksi di dunia maya. Mereka diajak untuk menghargai perbedaan pendapat, menghindari ujaran kebencian, serta menjaga privasi diri dan orang lain. Mahasiswa juga menjelaskan mengenai dampak hukum dari penggunaan media sosial yang tidak bijak, sehingga siswa lebih sadar akan konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan di internet.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara interaktif dan komunikatif. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi kelompok, serta studi kasus yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan metode ini, siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti kegiatan dan lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Mereka juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman terkait penggunaan media sosial, sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan dan partisipatif.

Lebih lanjut, literasi media sosial juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa. Siswa yang memiliki literasi digital yang baik cenderung lebih bijak dalam mengambil keputusan, lebih bertanggung jawab dalam berperilaku, serta mampu mengontrol diri dalam menggunakan media sosial. Hal ini sangat penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki etika dan moral yang baik dalam kehidupan digital.

Tidak hanya itu, media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan diri. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendorong siswa untuk menggunakan media sosial secara positif, seperti untuk belajar, mencari peluang usaha, mempromosikan karya, serta membangun personal branding yang baik. Dengan pemanfaatan yang tepat, media sosial dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat dalam menunjang masa depan siswa.

baca juga

Peran orang tua dan pihak sekolah juga sangat penting dalam mendukung keberhasilan literasi media sosial. Orang tua diharapkan dapat memberikan pengawasan dan arahan kepada anak dalam menggunakan media sosial di rumah. Sementara itu, pihak sekolah perlu terus mengembangkan program literasi digital yang berkelanjutan agar siswa selalu mendapatkan edukasi yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Sebagai kesimpulan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Pamulang di SMK Tunas Media memberikan dampak yang sangat positif dalam meningkatkan literasi media sosial siswa. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa mampu menjadi generasi yang bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, serta mampu memanfaatkannya untuk hal-hal yang produktif dan bermanfaat di masa depan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AP
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.