sman 1 pontianak dulu pernah nebeng dan punya dua kampus kini jadi sekolah unggulan - News | Good News From Indonesia 2026

SMAN 1 Pontianak Dulu Pernah Nebeng dan Punya Dua Kampus, Kini Jadi Sekolah Unggulan

SMAN 1 Pontianak Dulu Pernah Nebeng dan Punya Dua Kampus, Kini Jadi Sekolah Unggulan
images info

SMAN 1 Pontianak Dulu Pernah Nebeng dan Punya Dua Kampus, Kini Jadi Sekolah Unggulan


Dulu, SMAN 1 Pontianak, salah satu sekolah paling bergengsi di Kalimantan Barat, pernah numpang. Sekolah itu pada masanya, nebeng di gedung Sekolah Rakyat di Kampung Bali.

Tahun 1953, Kalimantan Barat belum memiliki sekolah lanjutan tingkat atas negeri. Yang ada hanya sekolah swasta bernama SMA dan SGA Pontianak di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kalbar. Dua sekolah itu hidup berdampingan dalam satu atap.

“Dua tetapi satu atau satu tetapi dua,” begitu catatan sejarah sekolah menggambarkannya.

Dari sana lah cikal bakal SMA Negeri 1 Pontianak lahir kelak.

baca juga

Lahir dari Tuntutan Masyarakat

Lahirnya Smansa—sebutan populer SMA Negeri 1 Pontianak—tumbuh dari dorongan masyarakat yang ingin pendidikan negeri hadir di Kalimantan Barat.

Pada 14 September 1953, masyarakat mengajukan tuntutan kepada Residen Bambang Soeparto dan Wali Kota Soemartojo. Tuntutan tersebut akhirnya menghasilkan suatu keputusan, yakni sekolah swasta itu dialihkan statusnya menjadi sekolah negeri.

Perubahan itu menjadi titik penting sejarah pendidikan di Kalbar. Dari sana, lahir SMA Negeri Pontianak (bakal SMAN 1 Pontianak) dan SPG Negeri Pontianak.

baca juga

SPG sendiri adalah Sekolah Pendidikan Guru. Sekolah ini dulunya dipersiapkan khusus untuk mencetak calon guru sebelum sistem pendidikan guru berubah seperti sekarang.

Setahun kemudian, 1954, kedua sekolah itu pindah ke gedung SMP Negeri di Jalan Bintara, yang kini menjadi SMP Negeri 1 Pontianak di Jalan Urip Sumoharjo. Aktivitas belajar dilakukan sore hingga malam hari.

Nah, SGA berada di lantai bawah. Meski beda sekolah, keduanya dipimpin kepala sekolah yang sama, Djaisman.

Situasi itu menggambarkan bagaimana pendidikan masa awal di Kalbar berkembang dengan segala keterbatasannya. Ruang belajar dipakai bergantian tapi semangat dan tekad membangun pendidikan telah membara.

baca juga

Kontribusi Yayasan Karet sampai Yayasan Kopra

Salah satu bagian menarik dari sejarah Smansa adalah keterlibatan masyarakat dan sektor ekonomi lokal dalam pembangunan sekolah.

Pada 1955, Yayasan Karet membangun gedung SMA di Jalan Sumatra, yang kini menjadi Jalan Gusti Johan Idrus. Sementara Yayasan Kopra membangun gedung SGA di Jalan Ekonomi, sekarang Jalan Kalimantan.

Karet dan kopra memang menjadi komoditas penting Kalimantan Barat pada masa itu. Hasil bumi bukan hanya menggerakkan ekonomi daerah, tetapi ikut membangun pendidikan.

Sejak saat itu, kedua sekolah yang pernah satu atap berpisah rumah. SMA kemudian dipimpin Djaisman, sedangkan SGA dipimpin Yusuf Tjun. Perjalanan Smansa pun terus berkembang.

Pada 1959, lahir SMA sore yang kemudian dikenal sebagai SMA Khatulistiwa. Enam tahun kemudian, tepatnya 1965, sekolah itu dinegerikan. SMA Khatulistiwa kemudian menjadi SMA Negeri 2 Pontianak.

baca juga

Pernah Punya Dua Kampus

Tak banyak alumni muda yang tahu bahwa Smansa dulu pernah memiliki dua kampus.

Pada tahun ajaran 1989/1990, gedung bekas SPG Negeri di Jalan Kalimantan diserahkan kepada SMA Negeri 1 Pontianak. Sejak itu muncul istilah Kampus I di Jalan Johan Idrus dan Kampus II di Jalan Kalimantan.

Akan tetapi, pada 1990/1991, gedung lama SPG dinyatakan tidak layak pakai atau “bovaleg”. Bangunan kemudian dirobohkan untuk dibangun ulang sebagai wajah baru Smansa.

Istilah “bovaleg” sendiri merupakan istilah lama yang biasa dipakai untuk bangunan yang dianggap sudah tidak memenuhi standar kelayakan.

Gedung baru di Jalan Kalimantan itu akhirnya diresmikan pada 16 Agustus 1991 oleh Gubernur Kalimantan Barat saat itu, H. Parjoko Soerjokusumo. Sejak tahun pelajaran 1991/1992, alamat sekolah berpindah dari Jalan Gusti Johan Idrus ke Jalan Kalimantan.

baca juga

Pada periode yang hampir bersamaan, sejarah SPG juga berakhir. Pemerintah menghapus sistem SPG di Indonesia dan menggantinya dengan model pendidikan guru baru melalui perguruan tinggi.

Pada Oktober 2014, Kampus II di Jalan Kalimantan kembali dirobohkan. Di atas lahan itu dibangun gedung baru berbentuk huruf L yang menghubungkan kawasan Jalan Johan Idrus hingga Jalan Kalimantan.

Hasil pembangunan itu kemudian diresmikan pada 6 Maret 2016 oleh Wali Kota Pontianak saat itu, Sutarmidji.

Sejak saat itu, alamat resmi sekolah kembali ke Jalan Gusti Johan Idrus hingga sekarang.

baca juga

Kenapa SMA Negeri 1 Pontianak Jadi Sekolah Favorit?

SMA Negeri 1 Pontianak dikenal sebagai salah satu sekolah favorit yang melahirkan bibit unggul. Sekolah ini didukung oleh fasilitas yang memadai sehingga menyediakan ruang bagi siswanya untuk bertumbuh.

Smansa dikenal memiliki 36 ruang kelas dan fasilitas penunjang yang cukup lengkap, mulai dari laboratorium kimia, fisika, dan biologi, hingga perpustakaan, lapangan basket, lapangan voli, lapangan futsal, mushala Al-Badar, ruang amphitheater, sampai ruang organisasi siswa.

Meski demikian, daya tarik utama Smansa bukan hanya bangunannya. Sekolah ini dikenal aktif mendukung siswa untuk berkembang lewat organisasi dan ekstrakurikuler. Saat ini ada sekitar 28 ekskul dan organisasi aktif, baik akademik maupun non-akademik.

Banyak kegiatan siswa yang tumbuh dari dukungan guru.

Beberapa guru bahkan ikut terlibat langsung dalam program OSIS dan kegiatan sekolah lain. Hal semacam ini membuat kultur sekolah terasa lebih hidup dan dekat dengan siswa.

Lingkungan sekolah juga dikenal ramah anak, tidak hanya dari sisi fasilitas fisik, tetapi juga ekosistem sosialnya.

Konsep sekolah ramah anak berarti sekolah berusaha memenuhi hak-hak siswa secara aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan maupun diskriminasi.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.