sejarah man insan cendekia digagas bj habibie hingga kini jadi madrasah paling konsisten berprestasi - News | Good News From Indonesia 2026

Sejarah MAN Insan Cendekia: Digagas BJ Habibie, hingga Kini Jadi Madrasah Paling Konsisten Berprestasi

Sejarah MAN Insan Cendekia: Digagas BJ Habibie, hingga Kini Jadi Madrasah Paling Konsisten Berprestasi
images info

Sejarah MAN Insan Cendekia: Digagas BJ Habibie, hingga Kini Jadi Madrasah Paling Konsisten Berprestasi


Agaknya, masyarakat Indonesia sudah paham bahwa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) adalah salah satu sekolah berbasis Islam yang unggul. Biasanya sekolah ini mengungguli skor UTBK dan menjuarai olimpiade. Tapi, apakah Kawan tahu bahwa MAN IC digagas oleh B.J Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia?

Betul, saat itu, Bacharuddin Jusuf Habibie merasa ada jarak (gap) antara penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pendidikan berbasis keimanan, terutama di lingkungan pesantren. Seolah ada dikotomi antar keduanya.

Nah, Habibie tidak ingin keduanya berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, iman dan sains harus tumbuh bersamaan. Dari situlah gagasan awal MAN Insan Cendekia lahir.

baca juga

B.J Habibie Menggagas STEP, Apa Itu?

Pada pertengahan 1990-an, melalui BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), Habibie menginisiasi STEP (Science and Technology Equity Program). Program ini dibuat untuk menyetarakan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi sekolah-sekolah di lingkungan pesantren.

Kata equity menjadi kunci. Pesantren dan nilai-nilai yang dianut tetap. Tetapi, akses terhadap sains dan teknologi dibuka lebar. Habibie menyamakan kualitas.

STEP inilah yang kemudian menjadi fondasi lahirnya Insan Cendekia.

baca juga

Tahun 1996: Nama Insan Cendekia Resmi Digunakan

Tahun 1996, STEP mulai berwujud sebagai lembaga pendidikan. Awalnya bernama SMU Insan Cendekia. Dua lokasi dipilih sebagai perintis, yaitu Serpong dan Gorontalo.

Pemilihan ini bukan tanpa pertimbangan. Sekolah ini dirancang menggunakan konsep magnet school. Artinya, sekolah dibuat unggul agar bisa menarik siswa terbaik dan menularkan budaya prestasi ke sekolah-sekolah di sekitarnya.

Dengan kata lain, Insan Cendekia tidak dimaksudkan sebagai sekolah yang berdiri sendiri. Sekolah ini diharapkan menjadi pusat penggerak.

baca juga

Yang menarik, meskipun bernama Sekolah Menengah Umum (SMU), pada tahun ajaran 1996/1997, SMU Insan Cendekia memprioritaskan siswa dari lingkungan pesantren. Mereka berasal dari SMU/MA kelas satu serta lulusan SMP/MTs berprestasi.

Sekolah ini memang dirancang untuk membuka jalan bagi santri berprestasi agar bisa bersaing di tingkat nasional.

Namun, mulai tahun pelajaran 1997/1998, kesempatan diperluas. Siswa dari SLTP umum dan MTs, baik negeri maupun swasta, juga bisa mendaftar.

baca juga

Tahun 2000: Pengelolaan Berpindah

Memasuki tahun ajaran 2000/2001, BPPT melimpahkan pengelolaan SMU Insan Cendekia kepada Departemen Agama RI. Perubahan ini mengubah status kelembagaan, tetapi tidak mengubah arah pendidikan.

Ciri khas penguasaan IPTEK dan IMTAK tetap dipertahankan. Bahkan, Departemen Agama dan BPPT terus bekerja sama agar mutu pengajaran tidak bergeser.

Nama SMU kemudian ditransformasikan menjadi Madrasah Aliyah Insan Cendekia, tanpa mengubah sistem yang sudah berjalan.

Setahun kemudian, tepatnya tahun 2001, perubahan status ini ditegaskan melalui SK Menteri Agama RI Nomor 490 Tahun 2001. Sejak saat itu, lahirlah MAN Insan Cendekia Serpong dan MAN Insan Cendekia Gorontalo

baca juga

Status “negeri” ini memperkuat posisi Insan Cendekia sebagai madrasah unggulan nasional.

Dua puluh tahun setelah berdiri, hasil dari didikan MAN IC tampak jelas. MAN Insan Cendekia Serpong konsisten berada di papan atas nilai UTBK nasional. Skor UTBK MAN IC tahun 2021 berada di peringkat pertama dengan 637,807

Tak hanya Serpong. Delapan MAN Insan Cendekia lain juga masuk daftar MAN terbaik nasional versi UTBK 2022. Di antaranya Pekalongan, Batam, Gorontalo, Jambi, Pasuruan, Padang Pariaman, dan OKI Ogan Komering Ilir.

Capaian ini mendorong Kementerian Agama mendirikan enam MAN Insan Cendekia baru sebagai replikasi. Tujuannya bukan sekadar memperbanyak sekolah unggulan. Yang direplikasi adalah sistem, disiplin akademik, lingkungan asrama, serta integrasi ilmu dan nilai.

baca juga

Hingga kini, MAN Insan Cendekia telah berkembang menjadi 24 madrasah unggulan yang tersebar dari barat hingga timur Indonesia. Persebaran ini menunjukkan bahwa konsep pendidikan Insan Cendekia tidak hanya terpusat di Jawa, tetapi sengaja dirancang menjangkau berbagai wilayah strategis.

Pulau Jawa

  1. MAN Insan Cendekia Serpong – Banten
  2. MAN Insan Cendekia Pekalongan – Jawa Tengah
  3. MAN Insan Cendekia Pasuruan – Jawa Timur

Pulau Sumatra

  1. MAN Insan Cendekia Aceh Timur – Aceh
  2. MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan – Sumatera Utara
  3. MAN Insan Cendekia Padang Pariaman – Sumatera Barat
  4. MAN Insan Cendekia Jambi – Jambi
  5. MAN Insan Cendekia Bengkulu Tengah – Bengkulu
  6. MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir – Sumatera Selatan
  7. MAN Insan Cendekia Lampung Timur – Lampung
  8. MAN Insan Cendekia Siak – Riau
  9. MAN Insan Cendekia Kota Batam – Kepulauan Riau
  10. MAN Insan Cendekia Bangka Tengah – Kepulauan Bangka Belitung

Pulau Kalimantan

  1. MAN Insan Cendekia Sambas – Kalimantan Barat
  2. MAN Insan Cendekia Kota Palangkaraya – Kalimantan Tengah
  3. MAN Insan Cendekia Tanah Laut – Kalimantan Selatan
  4. MAN Insan Cendekia Paser – Kalimantan Timur

Pulau Sulawesi

  1. MAN Insan Cendekia Gorontalo – Gorontalo
  2. MAN Insan Cendekia Gowa – Sulawesi Selatan
  3. MAN Insan Cendekia Kota Kendari – Sulawesi Tenggara
  4. MAN Insan Cendekia Kota Palu – Sulawesi Tengah

Bali dan Nusa Tenggara

  1. MAN Insan Cendekia Lombok Timur – Nusa Tenggara Barat

Maluku dan Papua

  1. MAN Insan Cendekia Halmahera Barat – Maluku Utara
  2. MAN Insan Cendekia Sorong – Papua Barat
baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.