Hari Donor Darah Sedunia diperingati pada 14 Juni setiap tahunnya. Peringatannya menjadi momen dan titik juang untuk terus melakukan langkah yang dapat menyelamatkan sesama. Donor darah sangat diperlukan untuk keberlangsungan hidup bagi yang membutuhkannya.
Maka, Hari Donor Darah Sedunia juga menjadi ajakan kolektif untuk rutin melakukan donor darah agar persediaan dan akses terhadap kebutuhan darah dapat terpenuhi. Persediaan kemanan darah sangat bergantung pada kesediaan orang untuk melakukan donor darah secara teratur dan sukarela.
Berikut informasi mengenai sejarah peringatan Hari Donor Darah Sedunia, tema tahun ini, dan manfaat serta syarat donor darah. Yuk, simak bersama!
Mengapa Hari Donor Darah Sedunia Diperingati?
Berdasarkan data dari situs WHO, Hari Donor Darah Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 2004. Kemudian Majelis Kesehatan Dunia ke-58 menetapkannya sebagai acara global tahunan, pada tahun 2005. 14 Juni dipilih sebagai tanggal peringatan karena bertepatan dengan hari lahir Karl Landsteiner.
Karl Landsteiner adalah seorang ahli biologi dan dokter Austria. Karl dianggap sebagai “pendiri” transfusi darah modern. Pada tahun 1901, Karl menemukan golongan darah yang kita kenal saat ini yaitu A, B, AB, dan O serta mengembangkan sistem modern klasifikasi golongan darah.
Lalu pada tahun 1937, bersama dengan Alexander S. Wiener, mereka mengidentifikasi faktor Rhesus (Rh) yang memungkinkan prosedur transfusi darah dilakukan dengan aman bagi pasien. Sehingga memungkinkan bagi dokter untuk melakukan transfusi darah.
Hari Donor Darah Sedunia tidak hanya sebagai peringatan dan seremoni tahunan, tetapi untuk meningkatkan kesadaran yang lebih luas akan pentingnya donor darah. Menumbuhkan komitmen masyarakat untuk melakukan donor secara sukarela dan teratur.
Momen ini menjadi pengingat tentang perlunya ketersediaan dan penggunaan darah maupun produk darah yang aman juga tepat, juga sebagai sebuah penghormatan kepada seluruh pendonor darah di dunia, yang dengan sukarela memberikan darahnya untuk menyelamatkan nyawa berharga.
Tema Hari Donor Darah Sedunia 2026
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Hari Donor Darah Sedunia tahun ini juga memiliki tema kampanye yaitu “One Drop of Humanity. Give Blood. Save Lives.”
Tema tersebut menjadi pengingat, bahwa donor darah bukan sekedar tindakan medis. Namun, menjadi ekspresi kuat dari solidaritas, kasih sayang, serta tanggung jawab bersama.
Tema ini juga menempatkan kemanusiaan sebagai inti dari donor darah. Satu tetes darah mencerminkan seluruh Kemanusiaan. Menyoroti bagaimana setiap donor, membantu membentuk jalur kehidupan yang menghubungkan dan melindungi kita semua.
Tujuan dari tema kampanye tahun ini, yaitu:
Meningkatkan kesadaran mengenai dampak penyelamatan jiwa dari donor darah dan plasma
Mendorong keberlanjutan pertumbuhan donor darah sukarela tanpa bayaran di seluruh dunia
Menyoroti kontribusi penting pendonor darah dan mempromosikan nilai-nilai solidaritas dan kemanusiaan
Mendukung pemerintah dan mitra untuk memperkuat dan berinvestasi dalam program darah nasional, demi mencapai akses universal terhadap transfusi darah yang aman
Manfaat Donor Darah
Donor darah memiliki banyak manfaat, baik untuk sesama maupun diri sendiri. Dengan melakukan donor darah, Kawan dapat membantu menyelamatkan nyawa yang berharga serta menyumbang persediaan stok darah untuk yang membutuhkan. Bahkan, satu kantong darah yang didonorkan dapat menyelamatkan 3 nyawa.
Melansir dari situs Kemkes dan PMI DKI Jakarta, manfaat donor darah untuk tubuh, yaitu:
Menjaga dan meminimalisir resiko penyakit jantung
Dapat mengurangi kekentalan darah dalam tubuh
Meningkatkan sel darah merah
Menurunkan tingkat kolesterol dalam tubuh
Membantu sirkulasi darah
Menurunkan kadar oksidan dalam tubuh
Meningkatkan kadar antioksidan
Memaksimalkan darah dalam paru-paru
Meningkatkan kapasitas paru-paru dan ginjal
Membakar kalori
Selain untuk fisik, donor darah juga memiliki manfaat untuk mental, yaitu dapat mengurangi stress, mengurangi perasaan negatif, serta meningkatkan kesejahteraan emosi. Jika rutin melakukan donor darah, Kawan juga mendapatkan informasi berkala mengenai kesehatan tubuh. Sebelum donor, petugas akan melakukan pemeriksaan detak jantung, tekanan darah, hingga tingkat Hemoglobin (HB).
Syarat Donor Darah
Siapapun bisa melakukan donor darah, selama memenuhi persyaratan berikut
Berusia 17-60 tahun untuk orang yang baru pertama kali mendonorkan darah.
Pendonor pertama kali yang berusia lebih dari 60 tahun dan pendonor ulang yang berusia lebih dari 65 tahun dapat mendonorkan darah, tetapi mendapatkan perhatian khusus berdasarkan kondisi kesehatannya.
Memiliki berat badan minimal 45 kg.
Memiliki tekanan darah normal atau berkisar antara 90/60-150/80 mmHg.
Memiliki kadar hemoglobin sekitar 12,5-17 g/dL dan tidak lebih dari 20 g/dL.
Jarak waktu donor darah terakhir minimal 3 bulan atau 12 minggu, jika sebelumnya sudah pernah menjadi pendonor darah.
Tidak sedang dalam kondisi sakit atau memiliki keluhan tertentu, seperti lemas, batuk, atau demam.
Tidak sedang hamil atau menyusui.
Bersedia menyumbangkan darah secara sukarela dengan menyetujui informed consent.
Selain persyaratan dasar, calon pendonor juga perlu memperhatikan syarat yang tidak boleh dimiliki oleh seorang pendonor darah, yaitu:
Menderita penyakit tertentu, seperti diabetes, kanker, penyakit jantung, masalah paru-paru, atau gangguan fungsi ginjal.
Memiliki tekanan darah tinggi atau rendah.
Menderita epilepsi atau sering kejang.
Menderita penyakit menular atau berisiko tinggi terkena penyakit menular, seperti sifilis, HIV/AIDS, hepatitis B, hepatitis C, atau malaria.
Mengonsumsi obat-obatan atau sedang menjalani pengobatan tertentu.
Memiliki gangguan perdarahan, seperti hemofilia.
Memiliki riwayat penggunaan narkoba dalam bentuk suntik.
Memiliki kecanduan terhadap minuman keras.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

