Di tengah dinamika global abad ke-21, perguruan tinggi dituntut tidak hanya berfungsi sebagai pusat keunggulan akademis, melainkan juga sebagai motor penggerak transformasi sosial yang berdampak nyata. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan global, khususnya pada poin SDGs 2 Zero Hunger. Mahasiswa lintas program studi melakukan serangkaian implementasi yang menyasar perbaikan gizi dan ketahanan pangan di tingkat komunitas lokal.
Aksi ini didorong oleh keprihatinan terhadap fakta global bahwa kelaparan masih menjadi penyebab utama kematian di dunia, di mana sekitar 1 dari 12 orang di populasi dunia menghadapi kelaparan kronis. Masalah utama yang ditemukan di lapangan adalah ketimpangan akses pangan dan tingginya angka food waste. Oleh karena itu, mahasiswa UNY bergerak memberikan solusi melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal untuk mengakhiri kelaparan dan perbaikan gizi.
Melalui integrasi mata kuliah Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan yang merupakan mata kuliah wajib umum (MWU) UNY, implementasi nyata dilakukan oleh mahasiswa Akutansi dan mahasiswa Administrasi Publik contohnya melalui program berbagi makanan yang berfokus pada jaminan akses pangan bagi masyarakat prasejahtera di Yogyakarta.
Mahasiswa Akutansi angkatan 2025 sejumlah tujuh orang melaksanakan kegiatan berbagi makanan pada Jumat, 1 Mei 2026 di kawasan Kecamatan Malioboro, Yogyakarta. Sedangkan, sejumlah empat mahasiswa Administrasi Publik melakukan aksi berbagi makanan di Jalan Teknik UGM dan sekitar Jalan Palagan, Yogyakarta pada 7 April 2026 kepada sejumlah kelompok masyarakat yang membutuhkan, di antaranya tukang becak, pengamen, penjual tisu, dan pedagang asongan.
Mata kuliah Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan memiliki urgensi tinggi karena mampu mentransformasi pola pikir mahasiswa dari sekadar memahami teori akademis menjadi agen perubahan yang solutif di masyarakat. Melalui pendekatan lintas disiplin dan pembelajaran berbasis aksi nyata, mata kuliah wajib ini efektif meruntuhkan sekat antara dunia kampus dan realitas sosial, sekaligus mengasah empati serta kemampuan berpikir sistemis mahasiswa dalam menghadapi isu kompleks seperti ketimpangan pangan dan food waste.
Selain itu, upaya preventif juga dilakukan melalui sosialisasi pola hidup sehat oleh Pusat Studi SDGs UNY yang terbagi dalam empat pos kegiatan. Kegiatan tersebut bertajuk “POS SEHAT CERIA”, yaitu edukasi kesehatan dan gizi anak berbasis permainan interaktif sebagai implementasi SDGs 2 dan SDGs 3 dalam meningkatkan kesadaran pola hidup sehat sejak dini. Kegiatan berlangsung pada 15 Mei 2026, bertempat di PAUD Arimbi, Dusun Demi Bendo Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY.
Di tingkat pendidikan dasar, mahasiswa Manajemen Pendidikan UNY menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Kebun Pangan Sekolah: dari Tangan Kita untuk Ketahanan Pangan” pada 20 November 2025 di SD Negeri Puren. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pencapaian SDGs 2 melalui edukasi ketahanan pangan, gizi sehat, serta praktik pertanian sederhana bagi siswa sekolah dasar. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat. Langkah strategis ini diharapkan mampu membantu menurunkan angka stunting di Indonesia yang masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan berkelanjutan.
Program-program ini menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan pemahaman komunitas mengenai manajemen pangan yang lebih bijak. UNY berkomitmen untuk terus konsisten melakukan monitoring dan pengembangan program agar dampak yang dihasilkan dapat menjangkau wilayah yang lebih luas. Dengan sinergi yang kuat, visi dunia tanpa kelaparan pada tahun 2030 diharapkan dapat terwujud melalui kontribusi aktif dari civitas akademika di tingkat lokal.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


