mahasiswa uny inisiasi kampanye speak up now untuk edukasi pencegahan kekerasan seksual - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa UNY Inisiasi Kampanye "Speak Up Now" untuk Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual

Mahasiswa UNY Inisiasi Kampanye "Speak Up Now" untuk Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual
images info

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komite III DPD RI terkait pengawasan implementasi UU TPKS di Kantor DPD RI Perwakilan DIY. | Foto: DPD RI DIY


Berangkat dari keterlibatan dalam forum pengawasan implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), dua mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Asri Nur Mahdia Devi dan Faisa Amanta Binar Mumtaz, menginisiasi kampanye digital bertajuk "Speak Up Now."

Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan kekerasan seksual, hak-hak korban, serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan responsif terhadap penyintas.

Gagasan kampanye tersebut lahir setelah Asri mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komite III DPD RI yang diselenggarakan di Kantor DPD RI Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta. Forum yang dipimpin Anggota Komite III DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno itu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda DIY, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Satgas PPKS Universitas Aisyiyah Yogyakarta, hingga Family Learning Center.

Pertemuan tersebut bertujuan menginventarisasi berbagai masukan terkait pelaksanaan UU TPKS, khususnya dalam penanganan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di lingkungan pendidikan maupun rumah tangga.

Dalam forum tersebut, Ahmad Syauqi Soeratno menekankan pentingnya perhatian terhadap isu kekerasan seksual di Yogyakarta. Menurutnya, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki posisi strategis sebagai daerah pendidikan yang perlu terus memperkuat perlindungan bagi perempuan dan anak.

"Jogja itu menjadi salah satu pusat perhatian kesra misalnya dalam kategori lingkungan pendidikan dan rumah tangga. Ini terjadi karena selama ini DIY dikenal mempunyai nilai-nilai yang cukup kuat untuk mengantisipasi permasalahan yang sedang terjadi saat ini," ujarnya.

Sejumlah tantangan implementasi UU TPKS juga mengemuka dalam diskusi. Kepala DP3AP2 DIY Erlina Hidayati mengungkapkan bahwa korban kekerasan seksual masih menghadapi kendala dalam memperoleh akses layanan kesehatan karena belum seluruh kebutuhan penanganan korban dapat dijamin melalui BPJS. Sementara itu, Ps Kanit PPA Polda DIY Iptu Ansori menjelaskan bahwa penanganan kasus kekerasan berbasis gender online membutuhkan proses yang lebih panjang karena memerlukan koordinasi dengan unit siber untuk penelusuran bukti digital.

Berbagai temuan tersebut memberikan perspektif baru bagi Asri dan Faisa mengenai kompleksitas penanganan kasus kekerasan seksual. Keduanya melihat bahwa selain penguatan kebijakan dan layanan, edukasi publik juga menjadi aspek penting dalam upaya pencegahan.

Melalui kampanye "Speak Up Now," Asri dan Faisa menyebarluaskan poster edukatif melalui Instagram, TikTok, dan X sepanjang Mei hingga Juni 2026. Materi kampanye mencakup pengenalan pola grooming, bentuk-bentuk pelecehan seksual yang kerap tidak disadari, hak-hak korban, serta informasi mengenai jalur pelaporan dan layanan pendampingan seperti Satgas PPKS, LBH APIK, dan Komnas Perempuan.

"Ikut terlibat langsung di forum seperti ini membuat saya paham bahwa isu kekerasan seksual butuh respons dari banyak pihak sekaligus, bukan hanya satu," ujar Asri.

Senada dengan itu, Faisa berharap kampanye yang mereka jalankan dapat membantu menjembatani informasi dari ruang kebijakan kepada masyarakat luas.

"Kampanye yang kami rancang ingin menjembatani informasi dari level kebijakan ke masyarakat luas, supaya lebih banyak orang tahu haknya dan berani bicara," kata Faisa.

Inisiatif ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 5: Kesetaraan Gender, khususnya target penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu, kampanye ini juga mendukung peningkatan literasi masyarakat mengenai perlindungan hak asasi manusia dan akses terhadap layanan pendampingan bagi korban.

baca juga

Melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam isu sosial, UNY terus mendorong kontribusi generasi muda dalam menghadirkan solusi dan meningkatkan kesadaran publik terhadap berbagai tantangan pembangunan. Diharapkan kampanye "Speak Up Now" dapat menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya generasi muda, sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan berani menolak segala bentuk kekerasan seksual.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AD
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.