fenomena fear of missing out fomo di kalangan remaja - News | Good News From Indonesia 2026

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di Kalangan Remaja

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di Kalangan Remaja
images info

Nazwa Yustinia Putri


Di era digital seperti sekarang, media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan remaja. Hampir setiap hari, banyak remaja menghabiskan waktu untuk membuka Instagram, TikTok, X, atau aplikasi lainnya.

Melalui media sosial, mereka dapat melihat aktivitas teman, tren terbaru, hingga berbagai informasi yang sedang populer. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul sebuah fenomena yang semakin sering dialami oleh remaja, yaitu Fear of Missing Out atau yang biasa disingkat FOMO.

FOMO adalah perasaan takut tertinggal dari pengalaman, informasi, atau kegiatan yang sedang dilakukan orang lain. Seseorang yang mengalami FOMO biasanya merasa khawatir apabila tidak mengikuti tren atau tidak mengetahui hal-hal terbaru di media sosial. Perasaan ini membuat banyak remaja terus-menerus memeriksa ponsel mereka agar tidak merasa “ketinggalan zaman”.

Fenomena FOMO semakin meningkat karena perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial yang sangat cepat. Dahulu, seseorang hanya mengetahui aktivitas teman ketika bertemu langsung.

baca juga

Sekarang, semua aktivitas dapat dibagikan dalam hitungan detik melalui unggahan foto, video, atau cerita singkat. Akibatnya, remaja sering membandingkan kehidupan mereka dengan kehidupan orang lain yang terlihat lebih menarik di media sosial.

Salah satu penyebab utama FOMO pada remaja adalah keinginan untuk diterima dalam lingkungan sosial. Masa remaja merupakan masa ketika seseorang sangat peduli terhadap pendapat teman sebaya. Banyak remaja merasa harus mengikuti tren tertentu agar dianggap keren atau tidak dijauhi oleh kelompoknya. Misalnya, ketika teman-temannya sedang mengikuti tren tertentu di TikTok, seseorang mungkin merasa harus ikut melakukannya agar tidak merasa berbeda sendiri.

Selain itu, media sosial juga sering menampilkan kehidupan yang tampak sempurna. Banyak orang hanya membagikan momen terbaik mereka, seperti liburan, pencapaian, atau barang-barang baru yang dimiliki. Hal ini dapat membuat remaja merasa hidup mereka kurang menarik dibandingkan orang lain. Padahal, apa yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan keadaan sebenarnya.

FOMO dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Dampak positifnya, remaja bisa menjadi lebih aktif mencari informasi dan mengikuti perkembangan terbaru. Mereka juga dapat lebih mudah terhubung dengan teman dan komunitas yang memiliki minat yang sama.

Dalam beberapa situasi, FOMO bahkan dapat memotivasi seseorang untuk mencoba hal-hal baru yang bermanfaat.

Namun, dampak negatif FOMO cenderung lebih besar apabila tidak dikendalikan. Salah satu dampaknya adalah kecanduan media sosial. Banyak remaja merasa sulit melepaskan diri dari ponsel karena takut melewatkan sesuatu. Mereka terus memeriksa notifikasi, unggahan terbaru, atau pesan dari teman-temannya. Kebiasaan ini dapat mengganggu waktu belajar, waktu istirahat, bahkan hubungan dengan keluarga.

baca juga

Selain itu, FOMO juga dapat memengaruhi kesehatan mental remaja. Perasaan terus membandingkan diri dengan orang lain dapat menimbulkan rasa minder, cemas, dan tidak percaya diri.

Tidak sedikit remaja yang merasa sedih karena merasa hidup mereka tidak sebaik orang lain di media sosial. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini dapat menyebabkan stres dan tekanan emosional.

Dampak lainnya adalah menurunnya kemampuan untuk menikmati kehidupan nyata. Banyak remaja menjadi terlalu fokus pada apa yang terjadi di media sosial hingga lupa menikmati momen di sekitar mereka. Misalnya, saat sedang berkumpul bersama keluarga atau teman, mereka lebih sibuk melihat ponsel daripada berinteraksi secara langsung. Padahal, hubungan sosial di dunia nyata tetap penting bagi kehidupan seseorang.

Untuk mengurangi FOMO, remaja perlu belajar menggunakan media sosial secara bijak. Salah satu caranya adalah membatasi waktu penggunaan ponsel setiap hari. Dengan mengurangi waktu bermain media sosial, seseorang dapat lebih fokus pada kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti belajar, berolahraga, atau mengembangkan hobi.

Selain itu, remaja juga perlu memahami bahwa kehidupan di media sosial tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Apa yang diunggah orang lain biasanya hanya bagian terbaik dari hidup mereka. Oleh karena itu, membandingkan diri dengan orang lain secara berlebihan bukanlah hal yang sehat.

Membangun rasa percaya diri juga penting untuk mengatasi FOMO. Remaja perlu menyadari bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak mengikuti semua tren bukan berarti seseorang kurang menarik atau tidak gaul. Yang terpenting adalah menjadi diri sendiri dan melakukan hal-hal yang memang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan.

Peran orang tua dan lingkungan juga sangat penting dalam menghadapi fenomena ini. Orang tua dapat membantu dengan memberikan perhatian, mendengarkan cerita anak, dan mengajarkan penggunaan teknologi secara sehat. Sementara itu, sekolah juga dapat memberikan edukasi mengenai dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja.

baca juga

Kesimpulannya, FOMO merupakan fenomena yang banyak dialami remaja di era digital akibat pengaruh media sosial dan lingkungan sosial. Perasaan takut tertinggal membuat banyak remaja sulit lepas dari ponsel dan sering membandingkan diri dengan orang lain.

Jika tidak dikendalikan, FOMO dapat berdampak buruk terhadap kesehatan mental dan kehidupan sosial. Oleh karena itu, penggunaan media sosial secara bijak, rasa percaya diri, serta dukungan dari lingkungan sangat diperlukan agar remaja dapat menghadapi fenomena ini dengan lebih sehat dan positif.

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NP
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.