dayeuh pajajaran wajah baru kampung ramah lingkungan dari desa ciburayut - News | Good News From Indonesia 2026

Dayeuh Pajajaran: Wajah Baru Kampung Ramah Lingkungan dari Desa Ciburayut

Dayeuh Pajajaran: Wajah Baru Kampung Ramah Lingkungan dari Desa Ciburayut
images info

Pintu gerbang atau gapura bambu yang siap menyambut setiap orang di Dayeuh Pajajaran | sumber foto: Dok. Pribadi Belgi Alhuda


Semangat gotong royong masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor ke-544, warga bersama pemerintah desa dan para pemuda menghadirkan sebuah gerakan lingkungan yang kini dikenal dengan nama Dayeuh Pajajaran. Sebuah kampung ramah lingkungan yang lahir dari kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Gerakan ini bermula dari kegiatan kerja bakti dan bersih-bersih lingkungan yang dilakukan bersama warga. Namun siapa sangka, kegiatan sederhana tersebut berkembang menjadi penataan kampung yang menarik perhatian banyak orang. Kampung yang sebelumnya terlihat biasa kini berubah menjadi kawasan yang lebih tertata, hijau, dan estetik tanpa harus mengandalkan anggaran besar.

Memasuki kawasan Dayeuh Pajajaran, masyarakat akan disambut dengan gapura bambu yang menjadi ikon kampung. Berbagai aksesoris dan ornamen dari bambu menghiasi sudut-sudut lingkungan, memberikan nuansa tradisional khas pedesaan Sunda yang hangat dan alami.

Tidak hanya mempercantik lingkungan, penggunaan bambu juga menjadi simbol pemanfaatan bahan alami yang ramah lingkungan.

baca juga

Keunikan lainnya terlihat dari hadirnya berbagai kerajinan tangan hasil karya warga setempat. Kreativitas masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun identitas kampung.

Warga memanfaatkan bahan-bahan sederhana untuk menciptakan dekorasi, hiasan, hingga perlengkapan kampung yang memiliki nilai seni dan ekonomi.

Jalan masuk kawasan Dayeuh Pajajaran yang sudah tertata rapih dengan aksesoris dari bambu | sumber foto: Dok. Pribadi Belgi Alhuda
info gambar

Jalan masuk kawasan Dayeuh Pajajaran yang sudah tertata rapih dengan aksesoris dari bambu | sumber foto: Dok. Pribadi Belgi Alhuda


Peran perempuan juga menjadi kekuatan utama dalam gerakan ini. Melalui Kelompok Wanita Tani, masyarakat mulai aktif memanfaatkan lahan untuk penghijauan dan tanaman produktif. Kehadiran kelompok ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan keluarga, tetapi juga memperkuat kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Tidak hanya itu, suasana kampung semakin hidup dengan adanya permainan tradisional yang kembali diperkenalkan kepada anak-anak. Di tengah perkembangan teknologi digital, Dayeuh Pajajaran mencoba menghidupkan kembali budaya kaulinan barudak sebagai bagian dari edukasi sekaligus pelestarian budaya lokal. Anak-anak dapat bermain sambil belajar tentang nilai kebersamaan dan budaya daerahnya sendiri.

Kampung ini juga memiliki taman baca yang dikelola oleh Karang Taruna Desa Ciburayut. Tempat sederhana tersebut menjadi ruang belajar dan berkumpul bagi anak-anak maupun remaja.

Kehadiran taman baca menunjukkan bahwa pembangunan kampung tidak hanya berfokus pada lingkungan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan literasi masyarakat.

baca juga

Berbagai fasilitas kreatif lainnya turut melengkapi kawasan Dayeuh Pajajaran, seperti warung paranet yang menjadi tempat berkumpul warga, taman kelinci yang menarik perhatian anak-anak, hingga bank sampah yang mendorong masyarakat untuk mulai memilah dan mengelola sampah dengan lebih baik.

Semua elemen tersebut menjadi bagian dari ekosistem kampung ramah lingkungan yang dibangun secara bersama-sama.

Gapura sebagai pintu masuk taman atau area hijau dan warung paranet di Dayeuh Pajajaran | sumber foto: Dok. Pribadi Belgi Alhuda
info gambar

Gapura sebagai pintu masuk taman atau area hijau dan warung paranet di Dayeuh Pajajaran | sumber foto: Dok. Pribadi Belgi Alhuda


Salah satu sosok yang berperan penting dalam menggerakkan semangat ini adalah Duloh selaku Kepala Desa Ciburayut. Melalui ide dan gagasannya, masyarakat diajak untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong sebagai kekuatan utama pembangunan kampung.

Dayeuh Pajajaran ini kini menjadi bukti bahwa kampung tidak harus mewah untuk terlihat indah. Dengan kreativitas, kepedulian, dan kebersamaan, lingkungan sederhana pun dapat berubah menjadi tempat yang nyaman, sehat, dan membanggakan. Dari Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, semangat menjaga lingkungan dan budaya lokal terus tumbuh untuk masa depan yang lebih baik.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

BA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.