Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, anak muda memiliki akses yang lebih luas untuk mengetahui berbagai isu yang terjadi di sekitar mereka. Namun, mengetahui sebuah permasalahan sering kali berbeda dengan memahami bagaimana cara mengambil peran untuk menciptakan perubahan. Banyak generasi muda yang memiliki ide, kepedulian, dan semangat untuk berkontribusi, tetapi belum mengetahui bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi dampak yang nyata bagi masyarakat.
Di Lampung, sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan alam yang dimiliki. Berbagai destinasi wisata terus berkembang dan menarik perhatian masyarakat luas, terutama melalui media sosial. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan baru, mulai dari pengelolaan lingkungan, pelestarian budaya lokal, hingga bagaimana masyarakat sekitar dapat memperoleh manfaat yang berkelanjutan dari aktivitas pariwisata.
Karena itu, pembahasan mengenai pariwisata saat ini tidak lagi hanya berfokus pada jumlah kunjungan wisatawan. Pariwisata juga perlu dipandang sebagai sarana untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks inilah keterlibatan generasi muda menjadi semakin penting untuk menghadirkan ide, inovasi, dan solusi yang mampu menjawab berbagai tantangan tersebut.
Melihat kondisi tersebut, AIESEC in Unila akan kembali menghadirkan Impact Circle 13.0 dengan tema “From Potential to Impact: Empowering Youth for Sustainable Tourism in Lampung”. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar dan diskusi bagi pemuda usia 18–25 tahun untuk memahami berbagai isu sosial sekaligus mengeksplorasi peran mereka dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, Impact Circle 13.0 secara khusus mengangkat Sustainable Development Goal (SDG) 8.9 yang berfokus pada pariwisata berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi lokal. Tema ini dipilih karena sektor pariwisata tidak hanya berkaitan dengan destinasi wisata, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi daerah.
Melalui kegiatan yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 6 Juni 2026 mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, peserta akan diajak untuk melihat bagaimana potensi yang dimiliki suatu daerah dapat berkembang menjadi peluang yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Informasi mengenai lokasi kegiatan akan diumumkan lebih lanjut kepada peserta yang telah melakukan registrasi.
Untuk mendukung proses pembelajaran tersebut, Impact Circle 13.0 akan menghadirkan dua pembicara dengan pengalaman yang relevan di bidangnya. Maura Cantyqa akan membawakan sesi “The Unseen Lampung: Turning Local Potentials into Real Opportunities” yang mengajak peserta melihat berbagai potensi Lampung dari sudut pandang yang berbeda. Sesi ini diharapkan dapat membantu peserta memahami bahwa peluang sering kali hadir dari hal-hal yang selama ini berada di sekitar mereka, tetapi belum banyak mendapat perhatian.
Sementara itu, Deddy Sulaimawan akan membawakan sesi “Youth-Driven Innovation: Transforming Potential into Impact.” Dalam sesi ini, peserta akan diajak memahami bagaimana inovasi, kreativitas, dan kolaborasi dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Tidak hanya menghadirkan sesi berbagi materi, Impact Circle 13.0 juga akan dilengkapi dengan Focus Group Discussion dan simulasi studi kasus yang memungkinkan peserta berdiskusi secara langsung mengenai isu-isu yang berkaitan dengan pariwisata berkelanjutan di Lampung. Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, pemecahan masalah, dan kerja sama tim.
Pada akhirnya, menciptakan dampak tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar. Kesadaran untuk memahami lingkungan sekitar, kemauan untuk belajar, dan keberanian untuk mengambil peran sering kali menjadi awal dari perubahan yang berarti. Melalui Impact Circle 13.0, AIESEC in Unila ingin mengajak generasi muda untuk melihat bahwa setiap potensi yang dimiliki dapat berkembang menjadi kontribusi nyata ketika diiringi dengan aksi dan kolaborasi yang tepat.
Impact Circle 13.0 juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk membangun jejaring dengan sesama anak muda yang memiliki minat serupa terhadap pengembangan diri dan kontribusi sosial. Dengan menghadirkan ruang diskusi yang interaktif, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya ide-ide baru yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


