BERITA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus meneguhkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Sebagai tindak lanjut dari Program Kelurahan Binaan yang dijalin bersama Kelurahan Tuatunu Indah, Lapas Pangkalpinang kini mengambil langkah strategis dengan menginisiasi pengembangan kawasan Agro Culture.
Kawasan ini dibangun di lingkungan Pesantren Manba’ul Ulum, dengan memanfaatkan lahan tidur yang sebelumnya tidak produktif dan terbengkalai.
Program ini difokuskan pada optimalisasi lahan seluas sekitar 75 x 25 meter, yang diubah menjadi kawasan pertanian produktif. Melalui inisiatif ini, lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk budidaya berbagai komoditas hortikultura, yang tidak hanya bertujuan mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar.
Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan Agro Culture di lingkungan pesantren ini memiliki makna lebih dalam. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi pangan semata, melainkan juga dirancang sebagai sarana pemberdayaan dan wadah pembelajaran langsung bagi para santri dan santriwati.
“Kami berharap pemanfaatan lahan tidur ini dapat mendukung ketahanan pangan, memberdayakan santri dan santriwati, serta menjadi pilot project atau percontohan edukasi pertanian yang baik di wilayah Kelurahan Tuatunu Indah,” ujar Sugeng saat memberikan keterangan, Selasa (2/6).
Baca Selengkapnya

