Membuka TikTok selama lima menit sering kali berubah menjadi satu jam tanpa terasa. Banyak orang mungkin pernah mengalami hal tersebut. Awalnya hanya ingin mencari hiburan singkat, melihat beberapa video lucu, atau sekadar mengikuti tren yang sedang ramai dibicarakan. Namun, tanpa sadar pengguna terus melakukan scrolling dan sulit berhenti.
Menariknya, video yang muncul di halaman For You Page (FYP) sering terasa sangat sesuai dengan minat pengguna. Bahkan, tidak sedikit orang yang merasa TikTok seperti memahami apa yang sedang mereka sukai atau pikirkan. Ketika seseorang mulai tertarik pada konten memasak, FYP mereka perlahan dipenuhi video resep makanan. Begitu juga ketika seseorang sering melihat video olahraga, musik, atau skincare, algoritma TikTok akan menampilkan lebih banyak konten serupa.
Fenomena tersebut sebenarnya bukan sebuah kebetulan. Di balik FYP TikTok terdapat teknologi Artificial Intelligence (AI) yang bekerja dengan mempelajari kebiasaan pengguna secara terus menerus. Teknologi inilah yang membuat TikTok terasa lebih personal dibandingkan banyak platform media sosial lainnya.
TikTok saat ini menjadi salah satu aplikasi media sosial paling populer di dunia, terutama di kalangan generasi muda. Video pendek yang cepat, ringan, dan mudah dikonsumsi membuat platform ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat digital. Namun, di balik hiburan yang diberikan, terdapat sistem AI yang bekerja secara kompleks untuk menjaga pengguna tetap berada di dalam aplikasi.
Cara AI Membaca Kebiasaan Pengguna
AI pada TikTok bekerja dengan mengumpulkan berbagai bentuk interaksi pengguna selama menggunakan aplikasi. Sistem akan membaca video apa yang ditonton hingga selesai, video yang langsung dilewati, konten yang diberi tanda suka, dibagikan, atau bahkan ditonton ulang beberapa kali.
Semua aktivitas tersebut dianggap sebagai data yang membantu algoritma memahami preferensi pengguna. Semakin sering seseorang menggunakan TikTok, semakin banyak pula data yang dipelajari oleh AI. Hal inilah yang membuat rekomendasi video di FYP terasa semakin akurat dari waktu ke waktu.
Sebagai contoh, ketika seseorang sering menonton video tentang traveling hingga selesai, algoritma akan menganggap topik tersebut menarik bagi pengguna. Akibatnya, TikTok akan merekomendasikan lebih banyak video seputar wisata, liburan, atau pengalaman perjalanan dari kreator lain.
Sistem ini sebenarnya dirancang untuk membuat pengalaman pengguna menjadi lebih nyaman dan menarik. Pengguna tidak perlu mencari konten secara manual karena AI akan menyajikan video sesuai minat mereka secara otomatis. Inilah yang membuat TikTok terasa sangat personal bagi setiap orang.

(Foto: Dokumen pribadi Muhammad Zahid Setiansyah, mahasiswa IT President University)
Muhammad Zahid Setiansyah, mahasiswa IT di President University, berpendapat bahwa personalisasi konten oleh AI dapat memengaruhi pola konsumsi media digital generasi muda. Menurutnya, algoritma TikTok membuat pengguna lebih mudah bertahan lama di dalam aplikasi karena konten yang muncul terasa relevan dengan minat mereka.
Selain membaca jenis konten yang disukai pengguna, AI TikTok juga mampu mempelajari perubahan minat seseorang dengan sangat cepat. Ketika pengguna mulai sering menonton topik baru, algoritma akan segera menyesuaikan rekomendasi FYP mereka. Karena itulah, halaman FYP setiap orang dapat berubah dalam waktu singkat.
Mengapa Video Pendek Begitu Menarik?
Salah satu alasan TikTok sangat digemari adalah format video pendek yang mudah dikonsumsi. Dalam beberapa detik, pengguna sudah bisa mendapatkan hiburan, informasi, atau tren terbaru. Konten yang cepat membuat pengguna terus penasaran dengan video berikutnya.
AI memanfaatkan kebiasaan tersebut dengan terus menampilkan konten yang dianggap menarik bagi pengguna. Ketika satu video selesai, video lain langsung muncul tanpa jeda. Sistem ini membuat pengguna terus melakukan scrolling karena selalu ada konten baru yang terasa relevan.
Fenomena ini sering disebut sebagai doomscrolling, yaitu kebiasaan melihat konten digital secara terus menerus tanpa sadar telah menghabiskan banyak waktu. Banyak pengguna awalnya hanya ingin membuka TikTok sebentar, tetapi akhirnya menghabiskan waktu berjam-jam di dalam aplikasi.
Zahid juga menilai bahwa algoritma video pendek dapat memengaruhi fokus pengguna, terutama generasi muda yang sangat dekat dengan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, konsumsi konten singkat secara terus menerus dapat membuat seseorang lebih terbiasa menerima hiburan instan dibandingkan aktivitas yang membutuhkan perhatian lebih lama.
Selain itu, video pendek juga memengaruhi cara masyarakat menerima informasi. Banyak pengguna kini lebih memilih menonton video singkat dibandingkan membaca artikel panjang. Hal ini membuat konten digital harus semakin cepat, menarik, dan mudah dipahami agar mampu mempertahankan perhatian audiens.
Meski demikian, popularitas video pendek juga menunjukkan bagaimana teknologi digital terus mengubah pola komunikasi masyarakat modern. Informasi kini dapat tersebar dengan sangat cepat melalui media sosial, termasuk melalui TikTok.
Dampak Positif AI pada TikTok
Walaupun sering dikaitkan dengan kebiasaan scrolling berlebihan, AI pada TikTok sebenarnya juga memiliki banyak dampak positif. Teknologi ini membantu pengguna menemukan konten sesuai minat mereka dengan lebih mudah. Banyak orang kini memperoleh informasi edukasi, tips kesehatan, hingga motivasi belajar melalui TikTok.
Selain itu, AI juga membuka peluang besar bagi kreator konten baru. Berbeda dengan beberapa platform lain yang lebih bergantung pada jumlah pengikut, TikTok memungkinkan video dari kreator kecil masuk ke FYP banyak pengguna apabila dianggap menarik oleh algoritma.
Hal tersebut membuat banyak kreator memiliki kesempatan yang sama untuk dikenal publik. Tidak sedikit pengguna TikTok yang akhirnya berhasil membangun karier atau bisnis melalui konten video pendek.
AI juga membantu penyebaran informasi dan tren secara lebih cepat. Konten mengenai isu sosial, budaya populer, hingga kampanye edukasi dapat menjangkau masyarakat luas hanya dalam waktu singkat. Dalam beberapa kasus, TikTok bahkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyuarakan pendapat dan berbagi pengalaman mereka.
Bagi sebagian pengguna, TikTok juga menjadi tempat mencari hiburan dan melepas stres setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Konten yang sesuai minat membuat pengalaman menggunakan aplikasi terasa lebih menyenangkan dan personal.
Pentingnya Menggunakan Media Sosial Secara Bijak
Di balik semua kemudahan dan hiburan yang diberikan, pengguna tetap perlu memahami bagaimana AI bekerja dalam membentuk kebiasaan digital mereka. Algoritma TikTok dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin di dalam aplikasi. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap memiliki kontrol terhadap waktu penggunaan media sosial.
Mengatur screen time, membatasi waktu bermain TikTok, serta lebih selektif dalam mengonsumsi konten menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan dalam kehidupan digital. Pengguna juga perlu menyadari bahwa tidak semua konten di media sosial selalu memberikan dampak positif.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


