kaul negeri dan abdau tradisi unik idul adha oleh masyarakat tulehu di maluku - News | Good News From Indonesia 2026

Kaul Negeri dan Abda’u: Tradisi Unik Idul Adha oleh Masyarakat Tulehu di Maluku

Kaul Negeri dan Abda’u: Tradisi Unik Idul Adha oleh Masyarakat Tulehu di Maluku
images info

Kaul Negeri dan Abda’u: Tradisi Unik Idul Adha oleh Masyarakat Tulehu di Maluku


Ketika Idul Adha tiba, sebagian besar masyarakat Indonesia akan merayakannya dengan Shalat Ied dan penyembelihan hewan kurban. Setiap tempat memiliki tradisi uniknya masing-masing untuk memeriahkannya, seperti di Maluku khususnya di Tulehu. Masyarakat Maluku mengenalnya sebagai tradisi Kaul Negeri dan Abda’u yang memiliki makna jauh lebih dalam daripada sekadar prosesi kurban biasa. Tradisi ini sudah berlangsung cukup lama, tercatat sejak abad ke-17. Selain shalat berjamaah, terdapat pula adegan gendong kambing dalam perayaan ini.

Konon katanya, tradisi ini bukan hanya menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan, tetapi juga diamini sebagai penanda perdamaian dan pemersatu hubungan antar kampung di wilayah pesisir Maluku. Sehingga, momentum perayaan besar seperti Idul Adha ini menjadi momentum penting bagi masyarakatnya untuk memperkuat persaudaraan.

Kaul Negeri: Nazar Bersama yang Menyatukan Seluruh Warga

Kaul Negeri berasal dari kata “kaul” yang berarti nazar atau janji. Sementara “negeri”, dalam budaya Maluku merujuk pada desa adat yang mempunyai ikatan sejarah yang kuat. Adanya tradisi ini menjadi simbol rasa syukur oleh masyarakatnya atas keselamatan, hasil panen, kesehatan, hingga perlindungan dari bencana alam dan konflik antar sesamanya.

Dahulu, Kaul Negeri sering dilaksanakan setelah masyarakat berhasil melewati masa sulit seperti musim paceklik, wabah penyakit, atau perselisihan yang timbul antar warga. Karena itu, ritual ini awalnya bukanlah simbol keagamaan, tetapi juga simbol pemulihan hubungan sosial antar masyarakatnya.

Saat ini, tradisi kaul ini lazimnya adalah prosesi penyembelihan hewan seperti yang dilakukan di banyak tempat. Namun, hal yang membedakan adalah prosesi penyembelihan yang dilakukan sebanyak dua kali. Penyembelihan pertama dilakukan setelah shalat. Penyembelihan kedua dilakukan khusus dengan seekor kambing inti dan ditambah dua kambing sebagai kambing pendamping.

Sebelum disembelih, ketiga kambing tersebut akan digendong dengan kain oleh pemuka adat dan diarak keliling negeri. Prosesi ini diiringi oleh shalawat dan takbir hingga menuju pelataran Masjid Negeri Tulehu. Sesampainya di Masjid, ketiga kambing tersebut disembelih oleh Imam Besar Masjid Negeri Tulehu. Dari atas masjid, kelompok ibu-ibu akan menabur bunga dalam prosesinya. Sementara darah cipratannya akan diperebutkan oleh pemuda anggota adat Abda’u, yang bermakna bahwa pemuda Tulehu rela berkorban untuk kebenaran.

baca juga

Abda’u: Arak-Arakan Kurban yang diyakini Membawa Berkah untuk Negeri

Abda’u merupakan prosesi yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat ketika Idul Adha tiba karena dianggap paling meriah. Tradisi ini dilakukan oleh ratusan orang yang menggunakan kaos singlet dan berikat kepala putih. Prosesi ini dilakukan setelah adanya penyembelihan tiga kambing oleh imam besar.

Tradisi Abda’u berasal dari kata Abada yang artinya ibadah. Abda’u artinya sebuah pengabdian seorang hamba kepada sang pencipta. Pemuda negeri Tulehu yang mengikuti prosesi ini menyatakan mengabdi kepada Allah yang telah menciptakan jagat raya dan isinya.

Setelah para pemuda Abda’u sampai, imam besar akan membentangkan bendera hijau berenda benang berwarna kuning emas yang diikat ke tongkat sepanjang dua meter. Warna hijau bermakna kesuburan dan warna kuning emas bermakna kemakmuran. Bendera ini bertuliskan huruf arab warna putih berbunyi Lailahaillah Muhammadarrasulullah (Kami bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah).

baca juga

Bendera inilah yang akan diperebutkan oleh ratusan bahkan ribuan pemuda secara bersamaan sekuat tenaga. Rebutan bendera ini dilakukan sambil mengelilingi negeri hingga berakhir di Masjid Negeri Tulehu. Proses perebutan bendera inilah yang menyedot perhatian ribuan orang yang datang menyaksikan tradisi tersebut.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.