Panggung sinema dunia punya talenta muda berbakat yang memiliki darah Indonesia, yakni Lukita Maxwell, yang kini menjadi buah bibir di industri hiburan global. Baru-baru ini, namanya semakin melejit setelah dirinya dikonfirmasi menjadi salah satu pemain utama dalam film horor terbaru produksi A24 berjudul Backrooms.
Bagi Kawan yang belum tahu, Lukita Maxwell adalah aktris kelahiran Jakarta, 27 Oktober 2001. Darah Indonesia didapatnya dari sang ibu yang juga keturunan Tionghoa, sementara ayahnya berasal dari Salt Lake City, Amerika Serikat (AS).
Dari Jakarta, Lukita menjalani masa kecilnya di Bali sebelum kemudian hijrah ke AS dan menetap di kawasan St. George, Utah. Di Negeri Paman Sam pula, ia meniti karier di dunia perfilman.
Perjalanan kariernya di dunia akting dimulai secara tidak sengaja saat ia masih terdaftar sebagai mahasiswa arsitektur di Pratt Institute. Ia memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliah demi mengejar passion di bidang seni peran setelah berhasil lolos audisi untuk serial remaja Generation di HBO Max pada September 2019. Meskipun produksinya sempat terhenti, langkah berani ini justru menjadi pintu pembuka bagi Lukita untuk mendapatkan peran-peran yang lebih menantang dalam proyek televisi maupun film layar lebar yang kini melambungkan namanya.
Setelah debutnya di Generation (2021), Lukita Maxwell mencatatkan namanya dalam daftar film yang pernah dibintangi seperti The Young Wife (2023), film horor Afraid (2024), serta An Autumn Summer (2024). Namun, popularitasnya benar-benar meroket saat ia memerankan tokoh Alice dalam serial populer Apple TV+ berjudul Shrinking yang telah berjalan dari tahun 2023 hingga 2026. Kini, penampilannya dalam film horor garapan sutradara Kane Parsons, Backrooms, sangat dinantikan oleh publik bersama deretan aktor ternama seperti Renate Reinsve dan Mark Duplass.

Sisi Lain Lukita Maxwell: Anak Muda, tapi Suka Benda Analog
Sebagai anak muda, Lukita bisa dibilang nyentrik. Sebab, di tengah gempuran tren digital, Lukita justru tumbuh sebagai pribadi yang mencintai berbagai benda dengan teknologi analog, termasuk fotografi. Ia juga sangat suka dengan seni dan gemar membaca karya-karya klasik Shakespeare sejak masih belia.
Sebagaimana diketahui, teknologi analog lekat dengan barang-barang “jadul”. Ternyata, memang inilah yang disukai Lukita. Ia pernah mengakui hal tersebut dalam wawancaranya dengan Vogue yang diterbitkan pada Januari 2026 lalu:
"Saya mengendarai mobil BMW tahun '85 transmisi manual, dan saya memakai jam tangan analog. Saya menyukai fotografi film," katanya.
Lukita memang sosok yang unik. Bahkan saat masih sekolah pun keunikannya jelas terlihat. Misalnya saja, ia pernah merasakan jadi satu-satunya anak di kelasnya yang lahir di luar Amerika Serikat. Keunikan tersebut memberinya kepercayaan diri yang besar untuk tetap menjadi diri sendiri saat harus berada di tengah ketatnya persaingan industri peran.
Meski punya kepercayaan diri besar, hal itu tak cukup untuk bisa terus eksis di Hollywood. Aktris yang telah memulai belajar balet sejak usia tiga tahun ini punya cerita tentang bagaimana ia sempat terbebani oleh ekspektasi di bidang industri yang digelutinya pada awal kariernya. Ia merasa sempat kehilangan jati diri karena terlalu fokus pada bagaimana cara menjadi aktor yang diinginkan oleh orang lain.
"Saya rasa saya sempat sangat terpaku pada bagaimana menjadi seorang aktor, dan bagaimana industri menginginkan saya menjadi seorang aktor, dan betapa akan lebih mudah untuk mendapatkan peran jika saya menjadi satu hal saja," ujar Lukita.
Kini, seiring dengan usianya yang menginjak 24 tahun, Lukita merasa lebih bebas dalam berekspresi, termasuk dalam menentukan arah karakter yang ia mainkan. Penasaran dengan penampilanya di Backrooms.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


