setor sampah bisa dapat poin aktivasi waste station rekosistem dukuh atas bareng jerhemy owen dan komunitas lingkungan - News | Good News From Indonesia 2026

Setor Sampah bisa dapat Poin, Aktivasi Waste Station Rekosistem Dukuh Atas bareng Jerhemy Owen dan Komunitas Lingkungan

Setor Sampah bisa dapat Poin, Aktivasi Waste Station Rekosistem Dukuh Atas bareng Jerhemy Owen dan Komunitas Lingkungan
images info

Setor Sampah bisa dapat Poin, Aktivasi Waste Station Rekosistem Dukuh Atas bareng Jerhemy Owen dan Komunitas Lingkungan


Pernahkah Kawan GNFI membayangkan, di sela-sela perjalanan pulang pergi kerja menggunakan MRT, kita bisa sekaligus menyelamatkan bumi? Bukan sekadar mengurangi sampah, tapi benar-benar menyetorkan sampah anorganik terpilah ke waste station rekosistem menjadi produk bernilai yang baru-baru ini sudah aktivasi di area luar MRT Dukuh Atas bersama Jerhemy Owen dan berbagai komunias lingkungan seperti Trash Ranger Indonesia.

Mimpi itu menjadi nyata. Waste Station Rekosistem resmi beroperasi di kawasan MRT Dukuh Atas, Jakarta tepat di seberang Starbuck dekat lift MRT Dukuh Atas, lokasi yang sangat strategis dan mudah diakses oleh semua kalangan menjadikan waste station ini bisa setor sampah yang sudah integrasi dengan aplikasi rekosistem pada, Minggu (24/5/2026).

Aktivasi waste station ini dilakukan secara simbolis oleh Jerhemy Owen, pegiat lingkungan sekaligus tokoh yang dikenal konsisten mengampanyekan gaya hidup bebas sampah. Turut hadir perwakilan dari berbagai komunitas, termasuk Trash Ranger Indonesia, Mortier, dan para pegiat World Cleanup Day Indonesia.

Suasana pagi itu dengan penuh semangat. Berbagai puluhan relawan dan anggota komunitas berkumpul dan membawa botol plastik bersih, kardus, bahkan minyak jelantah dalam kemasan tertutup dan bersih.

Saat aktivasi berlangsung kreator lingkungan Jerhemy Owen menyampaikan Kita semua punya mimpi yang sama: melihat Indonesia bersih, tanpa sampah. Kolaborasi dengan Rekosistem adalah salah satu cara kita mewujudkan mimpi itu. Saya mengajak setiap orang, mulai dari diri sendiri, untuk membiasakan diri memilah dan menyetorkan sampah ke waste station. Bukan karena terpaksa, tapi karena kita sadar bahwa bumi ini titipan,” ujar Jerhemy Owen dalam sambutannya.

baca juga

Waste Station Rekosistem, Solusi Setor Sampah dengan Sistem Poin

Waste Station Rekosistem MRT Dukuh atas bersama Jerhemy Owen (pribadi/Dimas Rahmat Naufal Wardhana)
info gambar

Waste Station Rekosistem MRT Dukuh atas bersama Jerhemy Owen (pribadi/Dimas Rahmat Naufal Wardhana)


Rekosistem bukanlah pemain baru dalam dunia pengelolaan sampah berkelanjutan. Mereka telah membangun ekosistem digital dan fisik yang memudahkan masyarakat untuk menyetorkan sampah anorganik terpilah dan mendapatkan imbalan berupa poin yang bisa ditukar dengan berbagai benefit. Di Waste Station MRT Dukuh Atas ini, jenis sampah yang diterima cukup beragam:

  • Botol plastik(PET, bersih, tidak bercampur residu)

  • Kardus dan kertas(kering, tidak berminyak)

  • Kaleng(minuman atau makanan kaleng)

  • Minyak jelantah(dikemas dalam botol tertutup)

  • Elektronik bekas(handset, charger, kabel, bahkan TV bekas)

  • Plastik lunak (kemasan sachet, plastik kresek bersih)

  • Beberapa jenis sampah memiliki special price dan bisa meraih nilai poin lebih tinggi untuk mendorong partisipasi masyarakat. Misalnya, minyak jelantah dan elektronik bekas dihargai lebih dibanding botol plastik biasa.

    Untuk mengetahui detail harga poin setiap jenis sampah, Kawan GNFI bisa mengunduh aplikasi Rekosistem. Di dalam aplikasi tersebut, terdapat panduan lengkap tentang cara penyetoran, jenis sampah yang diterima, serta lokasi waste station terdekat.

    Untuk bisa menyetorkan sampah Kawan GNFI perlu perhatikan sampah harus dalam kondisi terpilah dan bersih. Botol plastik harus dikosongkan dan dibilas. Kardus tidak boleh bercampur minyak. Minyak jelantah harus dalam botol tertutup rapat. Hal ini untuk mempermudah petugas Rekosistem dalam proses daur ulang dan menjaga kebersihan waste station.

    Kolaborasi Lintas Komunitas: Trash Ranger Indonesia, Moriter, dan World Cleanup Day

    (kiri) Co-Founder Trash Ranger Indonesia dan (kanan) Ketua World Clean up Day Indonesia
    info gambar

    (kiri) Co-Founder Trash Ranger Indonesia dan (kanan) Ketua World Clean up Day Indonesia


    Salah satu kabar baik dan menjadi keunikan bahwa waste station rekosistem MRT Dukuh Atas ini terbuat dari hasil pengolahan sampah. Ya, bangunan fisiknya sendiri merupakan wujud nyata ekonomi sirkular. Tidak hanya itu, waste station ini juga dilukis langsung oleh Kak Erika, seniman lokal yang peduli lingkungan, sehingga tampilannya menarik dan tidak membosankan.

    Kolaborasi menjadi kata kunci. Rekosistem menggandeng Trash Ranger Indonesia, komunitas yang telah memiliki lebih dari 12.000 anggota aktif di 31 provinsi untuk menggerakkan partisipasi masyarakat. Begitu pula dengan Mortier (brand daur ulang yang mengubah botol plastik menjadi produk baru) dan gerakan World Cleanup Day yang rutin mengadakan aksi bersih-bersih.

    Pemanfaatan waste station di wilayah startegis bisa digunakan apabila ada kegiatan clean up di area Car Free Day atau di lingkungan sekitar, sampah anorganik yang terkumpul bisa langsung disetorkan ke waste station rekosistem.

    Hal ini bisa mempermudah akses pengolahan sampah dalam memutus rantai panjang sampah yang biasanya hanya berakhir di TPS atau TPA. Dengan sistem setor sampah ini, sampah justru memiliki nilai ekonomi dan lingkungan.

    Akses Mudah Waste Station di Tengah Pusat Kota

    Waste Station Rekosistem MRT Dukuh Atas berada di titik yang sangat strategis. Bisa diakses oleh semua kalangan Kawan GNFI, mulai dari pekerja kantoran, mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga wisatawan.

    Jam operasionalnya pun dirancang ramah dengan buka 8 jam setiap hari (detail jam bisa dilihat di aplikasi Rekosistem). Untuk akhir pekan, waste station tetap buka, sehingga mereka yang tidak beraktivitas di pusat kota pada hari kerja tetap bisa menyetorkan sampah.

    Bayangkan, setiap hari ribuan orang melintas di Stasiun MRT Dukuh Atas. Jika hanya sebagian kecil dari mereka yang membawa satu botol plastik bersih dan menyetorkannya, maka dalam sebulan akan terkumpul puluhan ribu botol yang tidak mencemari lingkungan. Penempatan strategis waste station menjaidkan gerakan kecil dengan dampak besar.

    baca juga

    Ayo Mulai Setor Sampah dari Hari Ini

    Jerhemy Owen menutup sambutannya dengan ajakan yang lugas “Kolaborasi dengan Rekosistem adalah ajakan untuk bekerja sama dengan diri kita sendiri. Setor sampah di waste station, karena setiap botol yang kita setorkan adalah satu langkah menuju Indonesia bersih,” ucap Owen dengan penuh semangat dan harapan

    Kawan GNFI, sekarang tidak ada alasan untuk tidak memilah sampah sekarang sudah ada waste station rekosistem di MRT Dukuh Atas. Kawan GNFI bisa membawa botol plastik, kardus, atau minyak jelantah dari rumah.

    Kemudian Kawan GNFI bisa setorkan, kumpulkan poin, dan rasakan kontribusi apa yang udah dilakukan menjadi bagian dari solusi, karena bumi ini bukan hanya milik kita, tapi juga anak cucu. Mari kita jaga lingkungan bersama.

    Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

    Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

    DR
    KG
    Tim Editorarrow

    Terima kasih telah membaca sampai di sini

    🚫 AdBlock Detected!
    Please disable it to support our free content.