Berdasarkan data dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, pada pemutakhiran KBBI VI April 2026, tercatat sebanyak 30 kosakata bahasa Korea bisa diakses informasi etimologinya di KBBI.
Informasi etimologi berasal dari bahasa Korea. Ditampilkan dalam bentuk uraian dan memanjang di situs KBBI. Kosakata yang diserap umumnya adalah kata makanan, pakaian tradisional, hingga budaya populer.
Dari 30 kata tersebut, berikut penjelasan 10 kata bahasa Korea yang masuk KBBI. Yuk, simak bersama!
Kata Serapan Bahasa Korea
Mokbang
Berasal dari kata 먹방 (meokbang) dalam bahasa Korea yang secara etimologi berarti video atau program siaran yang umumnya menampilkan orang makan.
Bahasa ini diserap dalam KBBI menjadi mokbang yang memiliki makna siaran langsung atau video yang mempertontonkan orang memakan banyak makanan untuk hiburan, biasanya disiarkan secara daring.
Kimci
Masuk dalam KBBI, kata kimci juga merupakan serapan dari 김치 (kimchi). Kimci adalah makanan khas Korea berupa acar pedas yang dibuat dari sayuran seperti kubis dan lobak yang digarami, dibumbui (dengan bawang putih, cabai merah, jahe, pasta ikan teri, dan sebagainya), kemudian difermentasikan. kimci memiliki rasa yang pedas dan kecut saat sudah matang atau melalui proses fermentasi
Bibimbap
Masih seputar kuliner, bibimbap adalah makanan khas Korea berupa nasi, daging, sayuran, dan sebagainya serta bumbu yang dimakan dengan mencampurkan semua bahan tersebut. Dapat dilengkapi telur mentah atau matang.
Manhwa
Manhwa adalah komik khas Korea. Secara etimologi adalah bentuk cerita yang memiliki beberapa ilustrasi adegan dalam beberapa bingkai cerita. Dilengkapi dialog untuk mendukung ilustrasi.
Bancan
Menyerap dari asal kata 반찬 (banchan), bancan adalah makanan pendamping nasi khas Korea, dapat terbuat dari daging, ikan, sayur, dan lainnya. Biasa disajikan dalam piring-piring kecil dengan porsi terbatas.
Dalgona
Populer melalui salah satu serial drama Korea, dalgona resmi masuk dalam KBBI. Dalgona adalah permen khas Korea yang dibuat dari campuran gula dan soda kue.
Berbentuk lingkaran dan memiliki cetakan di bagian tengah. Bisa dijadikan permainan tantangan untuk memotong bagian pinggiran permen sesuai dengan pola tanpa patah atau rusak.
Hanbok
Hanbok adalah baju tradisional Korea, berupa atasan berlengan panjang menyerupai jaket berkerah V yang diikat pita. Dipadukan dengan rok panjang berpinggang tinggi dan berpotongan lebar di bagian bawah bagi perempuan. Celana longgar panjang bagi laki-laki.
Biasa digunakan pada acara formal seperti pernikahan dan upacara kematian, atau hari peringatan nasional.
Aekjot
Aekjot adalah kecap ikan terbuat dari fermentasi ikan teri atau belut pasir.
Oppa
Merujuk pada etimologi, oppa adalah kata panggilan untuk saudara laki-laki kandung yang lebih tua atau kerabat laki-laki. Merupakan kata panggilan akrab bagi kakak laki-laki yang digunakan oleh adik perempuannya.
Namun oppa juga bisa bermakna sebagai panggilan dari perempuan kepada laki-laki lebih tua yang biasanya memiliki hubungan dekat atau sudah mengenal cukup lama. Seperti kakak kandung, teman, atau kekasih.
Kimbab
Kimbab adalah makanan khas Korea yang dibuat dari nasi putih dan dilengkapi dengan berbagai macam lauk, seperti sayuran, telur, daging, san sebagainya. Makanan ini diletakan di atas rumput laut kering, lalu digulung dan dipotong-potong.
Pemutakhiran KBBI VI
Selain penambahan etimologi kosa kata Bahasa Korea, pemutakhiran KBBI VI per April 2026 juga menghadirkan fitur baru yaitu fitur sitasi. Fitur sitasi tersedia dalam 2 bahasa, yaitu Indonesia dan Inggris.
Fitur sitasi hadir untuk memudahkan pengguna dalam mengutip dan makna KBBI yang digunakan sebagai rujukan. Terdapat 3 format sitasi yaitu MLA, APA, dan Chicago. Fitur ini terletak di atas makna. Hanya bisa diakses oleh pengguna yang sudah memiliki akun.
Penyesuaian penulisan nama negara berdasarkan dokumen resmi UNGEGN Nomor GEGN.2/2025/122/CRP.122 juga dilakukan pada pemutakhiran ini. Penyesuaian ini merupakan hasil dari diskusi Badan Informasi dan Geospasial, pakar dari Universitas Indonesia, Badan Pengenbangan dan Pembinaan Bahasa, serta Kementerian Luar Negeri. Disampaikan pada sidang Badan Ahli Penamaan Geografis PBB (UNGEGN) di New York.
Pemutakhiran kali ini fokus menyempurnakan kualitas entri yang mencakup perbaikan format definisi, penyeragaman pemenggalan dan pelafalan, penambahan label kelas kata, penambahan homonim, penyediaan contoh pemakaian serta penonaktifan sejumlah entri ganda. Selain itu, penambahan entri baru tetap dilakukan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


