Kawan GNFI yang sering bepergian dengan kereta api pasti tidak asing dengan melodi khas yang ada di berbagai stasiun di Indonesia. Melodi penyambutan kereta api atau nada kedatangan kereta ini merupakan rangkaian nada musik yang dimainkan saat kereta tiba atau akan berangkat dari stasiun kereta api.
Nah, salah satu melodi yang sudah pasti sangat familier di telinga pengguna kereta api Tanah Air adalah The Westminster Chimes. The Westminster Chimes atau Westminster Quarters adalah melodi empat nada ikonik yang digunakan sebagai penanda waktu di jam Big Ben di Istana Westminster, London.
Sejarah Westminster Chimes
The Westminster Chimes konon digubah pada tahun 1793 oleh Joseph Jowett, seorang Profesor Hukum Sipil di Regius Cambridge. Uniknya, meskipun sering terdengar sebagai penanda waktu di Big Ben, ternyata bel ini awalnya tidak diperuntukkan untuk jam legendaris di Kota London itu.
Nada Westminster Chimes justru pertama kali digunakan di Gereja St. Marry The Great Cambridge di Inggris sebagai penanda waktu. Nama asli melodi ini dulunya adalah Cambridge Chimes.
Kemudian, saat menara jam Istana Westminster alias Big Ben selesai dibangun di tahun 1859, nada ini diadopsi sebagai pengingat waktu yang ikonik sampai sekarang. Sejak saat itu, namanya lebih dikenal sebagai Westminster Chimes.
Sebagai informasi, merangkum dari berbagai sumber, sebetulnya tidak ada yang mengetahui pasti siapa orang yang menciptakan melodi asli dari Westminster Chimes ini. Melalui premierclocks.com, disebutkan jika Joseph Jowett adalah orang yang ditunjuk sebagai kepala proyek untuk merancang melodi jam gereja itu.
Namun, Jowett tidak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh Dr. John Randall, seorang professor musik, dan juga William Crotch yang kelak menjadi composer termasyhur.
Di sisi lain, ada yang mengatakan bahwa akar dari melodi ini berasal dari George Frideric Handel. Konon, nada Westminster Chimes diambil dan diadopsi dari salah satu simfoni terkenal miliknya. Meski demikian, tak ada bukti nyata yang bisa membuktikan hal ini.
The Westminster Chimes, Melodi Klasik yang Terdengar di Stasiun Kereta
Tak tahu pasti kapan melodi Westminster Chimes mulai masuk ke Indonesia dan digunakan di stasiun. Akan tetapi, saat ini melodi klasik itu masih digunakan di banyak stasiun kereta api sebagai penanda keberangkatan maupun kedatangan kereta api.
Lalu, kenapa banyak stasiun di Indonesia menggunakan The Westminster Chimes sebagai nada penanda kedatangan dan keberangkatan kereta api?
Disadur dari akun Instagram resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Commuter Line, @commuterline, alasan mengapa banyak stasiun di Indonesia menggunakan nada The Westminster Chimes adalah karena nadanya elegan, mudah dikenali, dan memberi kesan disiplin waktu. Hal ini dianggap selaras dengan dunia perkeretaapian Indonesia.
Sampai detik ini, Kawan GNFI masih bisa menemukan banyak stasiun yang memperdengarkan Westminster Chimes sebagai melodi yang menandakan kedatangan dan keberangkatan kereta api di Indonesia.
Sebagai tambahan informasi, selain nada Westminster Chimes, beberapa stasiun kereta api di Indonesia juga menggunakan melodi yang berasal dari lagu daerah, seperti Kicir-kicir, Gambang Semarang, dan sebagainya.
Melodi Westminster Chimes banyak digunakan berbagai negara di dunia. Di negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan, melodi The Westminster Chimes dipakai untuk menandai awal dan akhir jam pelajaran.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


