Solo selalu punya cara unik untuk membuat siapa pun jatuh hati, salah satunya dengan adanya jalur kereta api aktif yang membelah jantung kotanya. Berada di Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, rel kereta ini menjadi satu-satunya rel kereta di Indonesia yang melewati jalan utama tanpa sekat.
Rel yang membentang di jalan protokol pusat kota ini tentu sangat unik. Pengendara motor dan mobil di Solo bisa merasakan sensasi berdampingan langsung dengan kereta api.
Selain itu, berbeda dengan jalan kereta lain yang umumnya memiliki palang pintu standar. Namun, meskipun tidak ada palang, ada petugas yang berjaga dan menutup serta mengimbau pengendara saat kereta akan lewat.
Hebatnya lagi, warga Solo seperti sudah sangat terbiasa dengan kehadiran jalur kereta tersebut. Mereka sudah sangat paham dengan kondisi tersebut. Saat kereta melintas, mereka akan “mengalah” agar kereta bisa berjalan dengan aman.
Sejarah Jalur Kereta Slamet Riyadi Solo
Disadur dari unggahan di Instagram milik Pemerintah Kota Solo, jalan ini dibangun oleh Solosche Tramweg Maatschappij (STM) sekitar tahun 1892. Perusahaan tersebut mengoperasikan trem bertenaga kuda atau dikenal dengan trem kuda. Dikatakan bahwa satu gerbongnya ditarik dengan empat ekor kuda.
Saat itu, rutenya adalah Solo Jebres – Pasar Gede – Benteng Vastenburg – Purwosari. Trem kuda mengangkut hasil bumi dan manusia untuk bermobilisasi. Jalur awal ini membentang sejauh 27 km, termasuk perpanjangan ke Kartasura dan Boyolali.
Penggunaan kuda untuk menarik trem memang terdengar “tidak manusiawi. Satu gerbong dulunya bisa mengangkut sampai 20 orang. Bisa dibayangkan betapa berat dan lelahnya kuda-kuda yang ditugaskan itu, bukan?
Operasional trem kuda ini lama-lama dianggap tidak efisien. Banyak kuda yang sakit bahkan mati. Belum lagi biaya perawatannya yang tinggi, membuat operasional trem kuda dialihkan menjadi tenaga uap.
Walhasil, di tahun 1905 STM bekerja sama dengan Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Mereka akhirnya mengganti trem kuda menjadi lokomotif uap di tahun 1911. Seiring berjalannya waktu, jalur kereta itu pun berekspansi hingga ke Wonogiri dan Baturetno untuk mengangkut barang dan penumpang.
Nah, sejak dahulu, jalur kereta ini memang melewati jalan raya. Dalam jurnal Al-Isnad yang dituliskan Nur Aeni dan Nina Witasari, sejak masih menggnakan trem kuda, kereta tersebut melaju melewati sisi selatan kota dan berbelok ke kanan menuju Stasiun Purwosari.
Kereta tersebut juga berhenti di setiap pos pemberhentian, yakni di Kampung Kauman, Kampung Derpoyudan sebelah barat Nonongan, dan Pasar Pon. Sampai saat ini, rel kereta tersebut masih aktif dan dilewati oleh Kereta Api Batara Kresna dan Kereta Uap Jaladara.
Kereta yang melewati Jalan Slamet Riyadi berjalan pelan karena berdampingan dengan jalan raya. Kecepatan kereta Batara Kresna dan KA Uap Jaladara yang melewati jalan itu hanya sekitar 20 km per jam.
Meskipun demikian, dua kereta tersebut hanya lewat di jam-jam tertentu. Masyarakat Solo pun sudah sangat terbiasa dengan fenomena unik itu. Warga sekitar juga disiplin saat melewati jalan tersebut dengan bergantian menunggu saat kereta akan lewat.
KA Batara Kresna dan Jaladara yang Ikonik

Kereta Uap Jaladara yang melintasi Jalan Slamet Riyadi Solo | WikimediaCommons/Jauhsekali
Kereta Api Batara Kresna merupakan KA perintis yang melayani perjalanan rute Solo (Stasiun Purwosari) ke Wonogiti (PP). Dalam sehari, kereta ini melintas di Jalan Slamet Riyadi sebanyak empat kali.
Rute yang dilewati Batara Kresna adalah Purwosari – Solo Kota – Sukoharjo – Pasarnguter – Wonogiri. Harga tiketnya pun sangat terjangkau, yakni Rp4.000 saja.
Sepanjang jalan, penumpang bukan hanya merasakan sensasi melewati tengah jalan protokol Kota Solo dan berdampingan dengan mobil serta motor saja, tapi juga daerah pedesaan dan sawah yang menawan, utamanya saat ada di Wonogiri.
Sebagai informasi, nama “Batara Kresna” diambil dari tokoh Mahabharata, Krishna. Sosoknya dikenal suka menegakkan kebenaran. Penamaan dengan tokoh pewayangan ini diharapkan bisa menumbuhkan rasa bangga kepada penumpangnya.
https://


