legenda raja sulung dan bungsu alang cerita rakyat dari labuhan batu sumatera utara - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Raja Sulung dan Bungsu Alang, Cerita Rakyat dari Labuhan Batu Sumatera Utara

Legenda Raja Sulung dan Bungsu Alang, Cerita Rakyat dari Labuhan Batu Sumatera Utara
images info

Legenda Raja Sulung dan Bungsu Alang, Cerita Rakyat dari Labuhan Batu Sumatera Utara


Legenda Raja Sulung dan Bungsu Alang adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Labuhan Batu, Sumatera Utara. Legenda ini berkisah tentang seorang pangeran dan gadis desa yang jatuh hati antara satu sama lain.

Namun sang pangeran sadar jika rasa sukanya tidak akan membuahkan hasil. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi melarikan diri dari gadis tersebut.

Bagaimana kisah dari legenda Raja Sulung dan Bungsu Alang tersebut?

Legenda Raja Sulung dan Bungsu Alang, Cerita Rakyat dari Labuhan Batu Sumatera Utara

Dilihat dari buku Bunga Rampai Cerita Rakyat Labuhanbatu, diceritakan pada zaman dahulu hiduplah seorang pangeran bernama Raja Sulung. Dirinya merupakan anak dari seorang raja dengan kekuasaan yang besar.

Raja Sulung dikenal sebagai seorang pemuda yang tampan dan rupawan. Pangeran ini memiliki hobi memainkan bangsi, sejenis alat musik yang mirip seruling.

Kemampuan bermain bangsi Raja Sulung juga luar biasa. Jika ada gadis yang mendengarkan alunan musik tersebut, maka dia akan langsung jatuh hati pada Raja Sulung.

Di kerajaan itu ada sebuah kampung yang bernama tualang. Di sana hidup sebuah keluarga yang memiliki gadis cantik jelita.

baca juga

Bungsu Alang, begitulah nama gadis tersebut. Meskipun tinggal di desa, Bungsu Alang sebenarnya masih berasal dari keluarga kerajaan.

Ibu Bungsu Alang merupakan adik dari raja. Artinya Bungsu Alang masih memiliki garis saudara dengan Raja Sulung.

Saat muda, ibu Bungsu Alang jatuh hati dengan ayahnya yang hanya pemuda biasa. Akhirnya mereka menikah dan memutuskan tinggal di kampung tersebut.

Pada suatu hari, pergilah Raja Sulung ke hulu sungai. Di sana dia bermain bangsi dengan asyiknya.

Ternyata Bungsu Alang juga tengah mandi di sungai yang sama. Saking merdunya permainan Raja Sulung, alat mandi Bungsu Alang jadi ikut menari mengiringinya.

Bungsu Alang pun penasaran dengan permainan musik itu. Dia pun pergi menelusuri asal suara dan berjumpa dengan Raja Sulung.

Tatapan pertama membuat mereka saling jatuh suka. Namun Raja Sulung yang melihat Bungsu Alang sebagai masyarakat biasa sadar jika rasa sukanya tidak akan disetujui oleh sang ayah.

Raja Sulung pun tidak ingin menyakiti perasaan Bungsu Alang. Dengan cepat dia pun langsung pergi meninggalkan gadis cantik tersebut.

Namun Bungsu Alang ternyata mengejar Raja Sulung dari belakang. Akhirnya terjadilah kejar-kejaran antara dua sejoli tersebut.

Setelah berjalan cukup jauh, sampailah Raja Sulung di sebuah tanjung. Di sana dia membuang kopiahnya karena kesal dengan sistem kerajaan yang tidak memungkinkannya dengan gadis biasa.

Tempat itu kemudian dikenal dengan nama Tanjung Kupiah. Kejar-kejaran ini kemudian terus berlanjut.

Beberapa waktu kemudian, sampailah Bungsu Alang di sebuah sungai. Di sana dia memotong sanggul yang dia pakai karena Raja Sulung sudah jauh meninggalkannya.

Daerah itu kemudian dikenal dengan nama Desa Sungai Sanggul. Kebiasaan memotong rambut atau sanggul juga menjadi simbol jika seseorang sudah putus asa dengan cintanya.

baca juga

Raja Sulung sudah jauh di depan meninggalkan Bungsu Alang. Dia pun sampai di sebuah tanjung di dekat Selat Malaka.

Di sana Raja Sulung membuang bangsinya. Konon daerah itu kemudian dikenal dengan nama Tanjung Bangsi.

Kelak Raja Sulung diketahui tidak pernah menikah hingga akhir hayatnya. Dia hanya bisa memendam rasa sukanya pada Bungsu Alang yang tidak bisa dinikahinya dengan melantunkan senandung yang berisi ratapan hati tentang kisah cinta yang tidak berakhir manis.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.