Keutamaan bulan Zulhijah sebagai salah satu dari 4 bulan Haram (bulan yang dicintai oleh Allah SWT) sangat besar. Berbagai rangkaian ibadah dan hari raya terdapat di bulan ini. Umat Islam disarankan untuk berlomba-lomba dalam melakukan ibadah dan berbuat amal saleh, karena ganjaran pahalanya akan dilipatgandakan.
Bulan ini dibuka dengan ibadah puasa sunah di 10 hari pertama yang disukai Allah SWT. Dilanjutkan dengan rangkaian ibadah haji, yakni wukuf di Arafah pada hari ke-9 di bulan Zulhijah yang dikenal dengan hari Arafah.
Berdasarkan hasil keputusan sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama, pemerintah melalui Kemenag resmi menetapkan 1 Zulhijah jatuh pada 18 Mei 2026.
Dengan perhitungan tersebut, Hari Arafah 9 Zulhijah 1447 H akan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026 M. Puasa Arafah bisa dilaksanakan pada hari tersebut.
Niat dan Tata Cara
Sama seperti puasa-puasa lainnya, Kawan harus membaca niat terlebih dahulu. Membaca niat bisa dilakukan mulai dari malam hari hingga sebelum terbit fajar.
Berikut niat puasa Arafah beserta artinya, mengutip dari situs mui.or.id:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah ta’ala.
Tata cara pelaksanaannya pun tidak berbeda dengan puasa-puasa lainnya yaitu,
- Niat puasa Arafah
- Melaksanakan sahur
Meskipun bukan puasa wajib melaksanakan sahur tetap disunahkan, meskihanya dengan air putih. Sahur menjadi energi dan pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat lain.
- Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa
Seperti makan, minum, menahan nafsu, amarah, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa hingga waktu maghrib tiba.
- Menyegerakan berbuka puasa
Setelah matahari terbenam dan adzan maghrib berkumandang disunahkan untuk segera berbuka puasa. Menyegerakan berbuka termasuk sunah nabi yang mendatangkan pahala.
Puasa Arafah dan Keutamaannya
Puasa Arafah adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan (sunah muakkad) bagi umat Islam, terutama bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Puasa ini dilaksanakan tepat satu hari sebelum Hari Raya Iduladha, pada tanggal 9 Zulhijah.
Pelaksanaan puasa Arafah bersamaan dengan rangkaian ibadah haji yaitu, saat jemaah haji melakukan wukuf di Arafah. Puasa ini tidak disunahkan bagi umat Islam yang sedang melakukan ibadah haji.
Keutamaan puasa Arafah tertuang dalam sebuah hadis yang dilansir dari situs mui.or.id,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.” (HR Muslim).
Menurut sebagian besar ulama, dosa-dosa yang dihapus adalah dosa kecil. (An-Nawawi, //Syarah Muslim,// juz 3, h. 113).
Serta melansir dari situs Muhammadiyah, dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
«مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ» يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: «وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ»
“Tidak ada satu amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shalih yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu sepuluh hari pertama bulan Zulhijah).” Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi SAW menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Bukhari).
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:
«مَا مِنْ أَيَّامٍ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يَتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ، يُعْدَلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصَوْمِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ»
“Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda: Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk beribadah kepada-Nya daripada sepuluh hari (permulaan) bulan Zulhijah. Berpuasa setiap hari sebanding dengan puasa satu tahun, dan shalat pada malam harinya sama dengan shalat pada Lailatul Qadar.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Baihaqi).
Dengan keutamaannya yang besar, akan sayang sekali jika puasa Arafah terlewat begitu saja.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


