bukit pelalangan arosbaya disebut sebut sebagai grand canyon nya madura - News | Good News From Indonesia 2026

Bukit Pelalangan Arosbaya, Disebut-sebut Sebagai Grand Canyon-nya Madura

Bukit Pelalangan Arosbaya, Disebut-sebut Sebagai Grand Canyon-nya Madura
images info

Bukit Pelalangan Arosbaya, Disebut-sebut Sebagai Grand Canyon-nya Madura


Di Kabupaten Bangkalan, ada bukit kapur yang awalnya tidak lebih dari lokasi tambang warga. Pahatan yang ditinggalkan para penambang selama bertahun-tahun secara tidak sengaja membentuk relief batu yang kini justru jadi daya tarik utamanya.

Bukit Pelalangan Arosbaya terletak di Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya dan sudah masuk dalam daftar destinasi wisata pilihan di Madura.

Warna batunya tidak putih seperti bukit kapur pada umumnya, melainkan cokelat keemasan dengan gradasi yang berubah tergantung sudut cahaya. Banyak yang membandingkannya dengan Grand Canyon, tapi Bukit Pelalangan punya karakternya sendiri karena tumbuhan paku dan pepohonan rindang tumbuh di sela-sela tebing.

Lokasinya pun strategis sehingga berada dalam satu kawasan dengan wisata religi Makam Aermata Ebhu, berjarak hanya 450 meter atau sekitar lima menit jalan kaki, sehingga satu perjalanan ke Arosbaya bisa mencakup dua destinasi sekaligus.

 

Sekilas Mengenai Bukit Pelalangan Arosbaya

Kawasan ini sejatinya merupakan bekas lahan tambang batu kapur yang sudah lama menjadi sumber penghidupan warga Arosbaya dan sekitarnya.

Aktivitas penambangan berlangsung selama bertahun-tahun dan secara tidak sengaja menghasilkan pahatan-pahatan pada dinding batu kapur yang membentuk relief alami. Ketika foto-foto kawasan ini mulai beredar di media sosial, rasa penasaran publik meningkat dan kawasan tambang ini perlahan bertransformasi menjadi destinasi wisata yang dikenal luas.

Yang membedakan Bukit Pelalangan dari Bukit Jaddih yang lebih terkenal di kawasan yang sama adalah warna batunya. Sementara Jaddih identik dengan bebatuan putih cerah, Pelalangan menawarkan gradasi cokelat keemasan yang berubah tergantung pencahayaan, terutama di pagi dan sore hari.

Dua karakter yang berbeda, tapi sama-sama layak dikunjungi dalam satu perjalanan ke Bangkalan.

Aktivitas penambangan kapur di beberapa titik kawasan ini disebut masih berlangsung hingga sekarang, sehingga lanskap bukit terus berubah perlahan.

 

Daya Tarik Utama Bukit Pelalangan Arosbaya

Daya tarik utama Bukit Pelalangan adalah formasi batunya. Bebatuan kapur berwarna cokelat dihiasi pahatan bekas tambang yang membentuk relief berlapis, dan semakin berjalan ke dalam kawasan, dinding kapur semakin tinggi dan sempit di beberapa titik, menciptakan efek bak lorong yang menjadi favorit untuk sesi foto.

Di beberapa bagian kawasan terdapat goa-goa kecil bekas aktivitas penambangan yang bisa dimasuki, memberikan latar dramatis dengan tebing berlapis di sekelilingnya.

Tumbuhan paku yang tumbuh di celah-celah batu menambah warna hijau yang segar di antara dominasi cokelat batu kapur. Perpaduan inilah yang membuat Bukit Pelalangan menjadi salah satu lokasi prewedding paling populer di Bangkalan, sekaligus destinasi favorit para fotografer alam dan pecinta konten visual.

Bagi pengunjung umum, aktivitas yang paling banyak dilakukan adalah menjelajahi lorong-lorong batu, masuk ke goa kecil, dan berfoto dari berbagai sudut yang tersedia.

 

Akses Menuju Bukit Pelalangan Arosbaya

Dari Jembatan Suramadu, jarak ke Bukit Pelalangan Arosbaya sekitar 35 kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam berkendara.

Rute yang paling umum adalah menuju Kota Bangkalan terlebih dahulu, kemudian berlanjut ke Kecamatan Arosbaya. Di Kecamatan Arosbaya, petunjuk jalan menuju Makam Aermata Ebhu bisa dijadikan panduan karena kawasan Bukit Pelalangan berada persis di dekatnya.

Bagi Kawan yang tidak membawa kendaraan pribadi, angkutan L300 dari Pelabuhan Kamal, Kabupaten Bangkalan tersedia dengan tarif Rp15.000 per orang. Turun di pertigaan lampu merah Kecamatan Arosbaya, kemudian lanjut naik angkutan umum menuju kawasan Makam Aermata Ebhu.

Jalan menuju lokasi sudah beraspal baik dan bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan area parkir yang cukup memadai di kawasan wisata.

 

Jam Operasional dan Harga Tiket

Bukit Pelalangan Arosbaya buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari antara pukul 08.00 hingga 10.00 saat cahaya matahari masih rendah dan memberikan pencahayaan terbaik pada tekstur batu kapur, atau sore hari sekitar pukul 15.00 hingga 17.00 untuk mendapatkan nuansa warna keemasan yang lebih hangat.

Tiket masuk dikenakan Rp5.000 per orang, dengan biaya parkir Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil.

Disarankan untuk membawa bekal sendiri dan memastikan kamera atau ponsel sudah terisi penuh sebelum masuk.

 

Ayo Berkunjung ke Bukit Pelalangan Arosbaya!

Bukit Pelalangan Arosbaya adalah pilihan menarik bagi Kawan GNFI yang sedang menjelajahi Madura dan ingin menemukan sesuatu yang berbeda dari pantai-pantai yang sudah lebih terkenal.

Datanglah di pagi atau sore hari untuk cahaya terbaik, dan pertimbangkan untuk mampir ke Makam Aermata Ebhu di dekatnya agar perjalanan ke Arosbaya terasa lebih lengkap!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.