pesan dani suryadi untuk anak indonesia yang ingin berkarier di sepak bola banyak baca - News | Good News From Indonesia 2026

Pesan Dani Suryadi untuk Anak Indonesia yang Ingin Berkarier di Sepak Bola: Banyak Baca!

Pesan Dani Suryadi untuk Anak Indonesia yang Ingin Berkarier di Sepak Bola: Banyak Baca!
images info

Pesan Dani Suryadi untuk Anak Indonesia yang Ingin Berkarier di Sepak Bola: Banyak Baca!


Dani Suryadi ialah data analis sepak bola asal Bandung, Indonesia yang saat ini tengah mengabdi dengan klub Italia, Como 1907. Sosok satu ini sudah memiliki segudang pengalaman karena telah lama bekerja dengan klub Serie A yang sedang populer itu.

Tugasnya yaitu meliputi menganalisa permainan sepak bola melalui tayangan video. Tentu ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Dani mengingat ia melamar pekerjaan di menit akhir penutupan.

“Awalnya di 2021 saya melihat kesempatan bergabung dengan Como. It was open for public. Terus last minute saya apply, terus kayak nothing to lose saya apply. Ternyata sangat cepat sekali prosesnya,” kata Dani kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Proses penerimaan menjadi staf di Como rupanya hanya dua bulan saja. Dani lantas dipanggil kembali untuk seleksi tahap lanjut dan mengetahui kompetitornya banyak. Setelah mengeluarkan potensinya di seleksi, ia akhirnya diterima bekerja pada 2022.

“Jadi semuanya sangat clear, transparan, dan tidak seperti banyak gosip di Indonesia. It was fair clear. Hadi beneran saya mengikuti seleksi sesuai aturan mainnya,” ungkapnya.

Lingkungan Sepak Bola Eropa

Setelah bertahun-tahun di tanah Eropa di mana sepak bola berkembang pesat, Dani menjadi mengetahui seluk beluk bagaimana sepak bola didesain sedemikian rupa. Seperti pembibitan dan pembinaan pemain lebih lanjut dan menyeluruh dilihatnya Eropa melakukannya lebih maju ketimbang Indonesia.

Dani menegaskan ada banyak riset untuk membentuk pemain hebat dan berstandar Eropa yang sudah diketahuinya. Dari banyak faktor, ia menyebut lingkungan tempat pemain bertumbuh menjadi yang berpengaruh.

“Lingkungannya seperti apa? Lingkungannya sesehat apa? Saya kira itu yang membentuk atletism. Saya kira itu yang yang dimiliki Jay Idzes yang bermain di Eropa termasuk Emil Audero. Mereka tahu apa yang sedang mereka lakukan dan mereka tahu seperti apa karena lingkungannya support dengan itu,” ucap Dani.

Bagi Dani sendiri lingkungan para pemain hidup memang di luar teknis dari berlatih. Dari situ para pemain pun mendapat sesuatu dari kehidupan sehari-hari yang berharga saat bermain di dalam lapangan pertandingan.

“Bukan teknikal saja, tapi ada hal-hal tidak terlihat yang harus dilatih dan mereka melakukan itu belasan tahun, puluhan tahun di lingkungan yang tepat dan membentuk mereka menjadi seperti apa,” ujarnya lagi.

Banyak Baca

Sebagai orang yang bekerja di industri sepak bola, Dani memiliki sejumlah resep yang menurutnya bisa dipakai anak muda Indonesia. Menurutnya salah satu yang patut dikedepankan ialah meningkatkan minat baca.

“Tidak hanya sebagai pemain ya, tapi mungkin sebagai orang di balik layarnya sepak bola. Belajar dari pengalaman saya, setidaknya buat saya adalah perbanyak buku, perbanyak membaca, perbanyak melahap literasi. Kenapa? Kalau kalian suka sepak bola at the same time kalian suka banyak membaca, itu akan membentuk pola pikir kritis. Tidak Cuma terhadap sepak bola, tetapi terhadap lingkungan sekitar,” kata Dani.

Dari rajin membaca biasanya akan mendorong kebiasaan baru yaitu menulis. Dani sendiri merasakan itu di mana kegiatan menulis acap kali dilakukannya sehingga berdampak dengan kariernya di dunia sepak bola.

“Saya memulai semuanya dari menulis. Kenapa saya bisa menulis? Karena senang membaca. Karena saya penasaran. Karena saya merasa ada yang tidak nyaman dengan lingkungan saya, ada yang tidak benar dengan negara saya. Kemudian kita menjadi kritis, kita membaca, mencari tahu, hingga akhirnya level curiosity-nya, rasa penasarannya terus berlipat ganda, hingga akhirnya kita tahu mana yang benar, mana yang tidak benar,” ucapnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

DW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.