kreator mukbang asal korsel tzuyang donasi rp600 juta untuk rehabilitasi mangrove di indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Kreator Mukbang Asal Korsel, Tzuyang Donasi Rp600 Juta untuk Rehabilitasi Mangrove di Indonesia

Kreator Mukbang Asal Korsel, Tzuyang Donasi Rp600 Juta untuk Rehabilitasi Mangrove di Indonesia
images info

Kreator Mukbang Asal Korsel, Tzuyang Donasi Rp600 Juta untuk Rehabilitasi Mangrove di Indonesia


Kreator konten asal Korea Selatan Tzuyang menunjukkan kepeduliannya terhadap isu lingkungan di Indonesia melalui dukungan langsung kepada Wahana Visi Indonesia atau WVI. Dalam kunjungannya ke kawasan pesisir Jakarta Utara, Tzuyang memberikan donasi senilai sekitar Rp600 juta untuk mendukung program rehabilitasi mangrove dan perlindungan anak di wilayah pesisir.

Figur yang dikenal luas lewat konten mukbang tersebut datang ke area program WVI sebagai bagian dari perjalanannya di Indonesia. Dalam kunjungan itu, ia melihat langsung kondisi kawasan mangrove sekaligus mendengar berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir akibat perubahan lingkungan.

Donasi yang diberikan berupa bantuan uang tunai dan pakaian bermerek Gardens. Pakaian tersebut kemudian dibagikan kepada 799 anak dampingan WVI di Jakarta. Namun, fokus utama dari kontribusi ini bukan hanya bantuan sosial jangka pendek, melainkan dukungan terhadap upaya pemulihan lingkungan pesisir yang dinilai semakin rentan terhadap abrasi, banjir rob, dan dampak perubahan iklim.

Kondisi Mangrove di Pulau Jawa Dinilai Mengkhawatirkan

Kunjungan Tzuyang juga menyoroti kondisi hutan mangrove di Pulau Jawa yang saat ini terus menghadapi tekanan. Berdasarkan data Peta Mangrove Nasional 2024, luas hutan mangrove di Pulau Jawa hanya menyumbang sekitar 1,8 persen dari total mangrove nasional. Padahal, kawasan pesisir di pulau ini dihuni ribuan desa yang bergantung langsung pada kondisi lingkungan laut dan pantai.

Data Badan Pusat Statistik tahun 2025 mencatat terdapat lebih dari 1.400 desa pesisir di Pulau Jawa. Kondisi ini membuat kerusakan ekosistem pesisir menjadi persoalan serius karena berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, mulai dari ancaman banjir, kerusakan lingkungan, hingga terganggunya mata pencaharian warga.

Melihat situasi tersebut, Wahana Visi Indonesia menjalankan program Mangrove Adaptive and Resilient Village Project for Enhanced Livelihoods atau MARVEL. Program yang berlangsung selama lima tahun, dari 2025 hingga 2030, ini berfokus pada rehabilitasi mangrove dan penguatan ketahanan masyarakat pesisir.

Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pantai. Selain membantu mengurangi abrasi dan gelombang pasang, hutan mangrove juga menjadi pelindung alami bagi wilayah pesisir dari dampak perubahan iklim yang semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir.

Tzuyang Ingin Anak-anak Indonesia Punya Lingkungan yang Aman

Dalam keterangannya, Tzuyang mengaku perjalanan ke Indonesia memberinya banyak pengalaman baru. Ia melihat Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya dan potensi besar, tetapi juga menghadapi tantangan lingkungan yang nyata di berbagai daerah pesisir.

Karena itu, ia ingin memberikan kontribusi yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat dan anak-anak Indonesia. Menurutnya, anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman dan sehat agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Pesan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kolaborasi ini mendapat perhatian publik. Dukungan dari figur internasional seperti Tzuyang dianggap mampu membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan pesisir yang selama ini sering luput dari perhatian.

Krisis Lingkungan Berdampak Langsung pada Anak-anak

Wahana Visi Indonesia menegaskan bahwa kerusakan lingkungan tidak bisa dipisahkan dari isu perlindungan anak. Ketika banjir rob terjadi terus-menerus dan ekosistem pesisir melemah, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.

Menurut Resource Development & Communication Director WVI, Asteria Aritonang, kondisi lingkungan yang buruk dapat memengaruhi kesehatan, rasa aman, hingga kualitas tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun psikososial. Karena itu, rehabilitasi mangrove dinilai bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga bagian dari upaya melindungi masa depan anak-anak di kawasan pesisir.

Kolaborasi antara WVI dan Tzuyang yang difasilitasi oleh World Vision Korea diharapkan dapat mendorong lebih banyak partisipasi publik dalam pelestarian lingkungan. Program ini juga menjadi pengingat bahwa isu perubahan iklim dan kerusakan pesisir bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kualitas hidup generasi mendatang.

baca juga

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.